Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 133. Lelah Menunggu


__ADS_3

Hari yang di nanti-nanti akhirnya tiba juga, Intan sudah siap-siap memakai baju tidur sexy transparan, sekarang ia sudah duduk di atas ranjang, ia sedang menunggu suaminya yang masih di dalam kamar mandi. Yoga memang sudah selesai mandi dari tadi, sekarang ia duduk di sisi bathtub, ia bingung haruskah melakukannya sekarang, atau nanti saja. Jika sekarang ia takut istrinya menolak karena ia mengingat perjalanan tadi pagi sangat melelahkan, kalau ia tidak melakukan sekarang, ia takut istrinya mengharapkan malam pertama sekarang, entahlah yang jelas pikirannya sekarang sangat bingung


" Apa lebih baik aku bertanya saja pada Intan, Intan mau melakukan sekarang atau tidak, atau tidak perlu, bagaimana kalau Intan menolak untuk melakukan sekarang karena terlalu lelah, ah sangat memalukan, ternyata punya istri itu lebih ribet." batin Yoga


Setelah lama berpikir, Yoga langsung berjalan keluar dari kamar mandi, ia melihat istrinya sedang duduk dan memakai baju tidur sexy transparan membuat ia bingung apa maksud istrinya, ia langsung terus saja berjalan hingga ia sampai di samping ranjang, ia langsung naik ke atas ranjang, setelah naik di atas ranjang, ia mulai canggung, kemarin ia biasa-biasa saja, tapi sekarang memiliki rasa canggung. Intan melihat suaminya langsung tersenyum, ia memang dari tadi menunggu suaminya, bahkan sudah kesal dengan ritual mandi suaminya yang sangat lama, lalu ia langsung bertanya pada suaminya


" Apa sudah mandinya suamiku?"


" Sudah sayang."


Yoga dan Intan duduk sambil saling menatap mata dan tersenyum. Intan tidak sabar menunggu suaminya, tapi suaminya hanya menatapnya sambil tersenyum


"Ayo dong Yoga, kenapa cuma diam saja, aduh Intan, suamimu sedang mengumpulkan tenaga, ah gila, harusnya aku yang mengumpulkan tenaga." batin Intan


Intan terus saja berpikir tentang suaminya. Yoga juga menatap istrinya sambil berpikir


" Apa lebih baik aku bertanya saja, atau aku ajak Intan langsung tidur saja?, tapi aku sudah tidak sabar menunggu malam pertama, tapi Intan tadi siang bilang sangat lelah." batin Yoga


Yoga dan Intan sama-sama menggarap malam pertama, tapi ia sama-sama tidak bisa mengungkapkan rasa malu mereka lebih besar dari hasrat mereka. Yoga melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 21.11 WIB, ia memutuskan untuk mengajak istrinya rebahan


" Sayang, ayo kita rebahan, capek kalau terus duduk."

__ADS_1


" Iya suamiku."


Mereka berdua langsung merebahkan tubuhnya, sambil saling berhadapan, Yoga yang terus memandangi lekuk tubuh istrinya. Intan yang terus memandangi bibir suaminya, andai saja ia tidak memiliki rasa malu, rasanya ia sudah ingin memangsa suaminya itu, tapi rasa malunya lebih besar, membuat ia hanya bisa diam. Yoga yang dari tadi hanya diam, ia pun memutuskan untuk memberanikan diri untuk bertanya pada istrinya


" Sayang, em itu."


Yoga memberhentikan pembicaraan itu, entah rasa malunya membuat ia tidak bisa melanjutkan pembicaraan itu. Intan yang mendengar ucapan suaminya yang tidak melanjutkan pembicaraan, ia hanya menghela nafas berat, ia sudah menunggu dari tadi, tapi suaminya itu tidak peka juga, kemarin ia sudah memberi kode untuk suaminya, tapi suaminya memberhentikan permainannya begitu saja, sedangkan sekarang ia juga sudah memberi kode dengan memakai baju tidur sexy transparan, tapi tetap saja suaminya itu tidak mengerti juga


" Harus bagaimana coba biar suamiku ini mengerti keinginanku." batin Intan


Setelah berpikir, Intan langsung mendekati suaminya, lalu ia langsung memeluk suaminya dengan erat, ia berharap suaminya itu mengerti, bahkan lelah perjalanan tadi pagi itu, lebih lelah sekarang, ia lelah menunggu suaminya mandi, setelah itu ia masih harus menunggu lagi. Yoga juga membalas pelukan istrinya, hembusan nafas istrinya itu membuatnya semakin terangsang. Intan terus saja memeluk suaminya sambil terus berpikir


" Ada iya kucing di kasih ikan, tapi tidak memakannya, dia hanya memandanginya, ini kucing bodoh apa pura-pura bodoh, kenapa aku memiliki suami super bodoh." batin Intan


" Sayang, apa kau capek?"


Intan yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia tidak menjawab pertanyaan dari suaminya, melainkan ia langsung kesal pada suaminya, tapi ia tidak bisa marah dengan suaminya, ia tidak bisa mengungkapkan unek-unek yang ada di hatinya, ia hanya bisa mencurahkan perasaan kesalnya di hatinya


" Jelas capek, aku capek menunggu malam, setelah malam, aku menunggu kau mandi sangat lama, bahkan lebih dari satu jam hingga mekup itu luntur kalau bukan waterproof, dan sekarang kau sudah mandi, kau hanya diam saja, bagaimana aku tidak capek, ah Yoga, kau benar-benar super polos, aku benar-benar lelah." batin Intan


Intan terus saja berpikir hingga ia lupa kalau belum menjawab ucapan suaminya. Yoga yang belum mendengar ucapan istrinya, ia langsung yakin, kalau istrinya itu benar-benar lelah, membuat ia hanya menghela nafas berat, ia juga tidak ingin menujukan nafas panjang, karena ia takut istrinya tau, kalau ia memang benar-benar sangat terangsang dengan pakaian istrinya, apa lagi dada istrinya yang menempel ke dadanya, membuat keperkasaannya ingin keluar dari sangkarnya

__ADS_1


" Intan, kenapa kau memakai baju tidur seperti ini, kalau kau lelah, kau membuat kepalaku pusing saja, pusing dengan tingkahmu." batin Yoga


Yoga terus saja berpikir, ia sudah benar-benar tidak tahan dengan tingkah istrinya yang terus saja memeluknya, lalu ia langsung memberanikan diri lagi untuk bertanya


" Sayang, apa kau hari ini sangat lelah?"


Intan yang mendengar pertanyaan lagi dari suaminya, seketika ia sadar, kalau ia dari tadi belum menjawab pertanyaan suaminya karena terlalu kesal dengan kepolosan suaminya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan suaminya sambil tersenyum


" Tidak suamiku, memangnya kenapa?"


Intan langsung bertanya kenapa, karena ia berharap suaminya itu mengatakan aku ingin malam pertama. Yoga yang mendengar pertanyaan istrinya, ia langsung sedikit kesal


" Tentu saja melakukan malam pertama, memangnya melakukan apa lagi." batin Yoga


Setelah berpikir, Yoga pun langsung menjawab pertanyaan istrinya


" Emm, itu apa kau mau."


Yoga memberhentikan pembicaraan lagi, ia sudah benar-benar malu dengan istrinya. Intan yang mendengar ucapan suaminya, ia benar-benar kesal


" Apa susahnya tinggal bilang, apa kau mau melakukan malam pertama sekarang, begitu saja susah, termasuk kau Intan, bilang begitu saja susah, dulu kau nangis-nangis karena pria ini, tapi sekarang kau menjadi malu di depan pria ini, benar-benar tidak masuk akal, ah dasar Yoga saja tidak mengerti, kenapa tidak langsung memulai saja, tidak perlu meminta persetujuanku, kita juga sudah menikah, kenpa dia masih saja sangat polos." batin Intan

__ADS_1


Intan terus saja berpikir tentang kepolosan suaminya, yang membuat ia menjadi sangat kesal, mungkin kalau bisa tumbuh jamur, ia sudah jamuran karena menunggu suaminya yang benar-benar menguras tenaga dan menguras emosi


__ADS_2