Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 173. Masuk rumah sakit


__ADS_3

Dandi masih berdiri, ia masih menunggu taksi, karena perjalanan di sana sangat sepi. Lisa yang lemas, ia mulai pusing. Dandi yang menyadari nona mudanya pusing ia langsung berbicara


" Nona muda, tolong bertahan."


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia sudah tidak bisa berbicara lagi. Kepala Dandi juga mulai pusing, tapi ia berusaha untuk menahan sakitnya. Setelah sekitar 10 menit, Dandi langsung duduk di kereb jalan, sambil menyanggah kepala nona mudanya, yang ia letakkan di tanah bersamanya, ia langsung merogoh ponselnya, lalu langsung mendownload aplikasi Go-Jek. Setelah itu ia langsung mendaftar aplikasi itu. Lisa yang sudah tidak kuat menahan rasa pusingnya, ia pun mulai tidak sadarkan diri. Dandi yang menyadari nona muda tidak sadar, ia sangat panik, ia langsung memanggil nona muda


" Nona muda, nona muda, bangun nona muda."


Dandi yang menyadari nona mudanya tidak kunjung bangun, ia langsung memesan taksi online, tapi sangat sulit untuk mendapatkan taksi online, apa lagi di sini pas di jalan Cempaka, jalanan itu memang sangat sepi, karena sangat rawan. Dandi melihat ponselnya yang masih belum mendapatkan kendaraan sambil berdo'a


" Ya Tuhan, tolong mudahkan aku mendapatkan kendaraan, kasihan nona muda." batin Dandi


Setelah lama tidak mendapatkan kendaraan juga, Dandi langsung menghubungi tuan mudanya, tapi hingga 6 kali, tuan mudanya tidak mengangkat telponnya


" Tuan muda pasti sangat sibuk, tidak biasanya tidak mengangkat telpon."


Dandi langsung mencoba memesan taksi online lagi, hingga akhirnya ia mendapat taksi juga


" Alhamdulillah, akhirnya mendapatkan taksi juga." batin Dandi


Dandi masih tetap menyangga kepala nona mudanya, ia menatap dalam wajah nona muda, Kalau di lihat oleh Dandi, nona mudanya seperti memiliki trauma dalam kekerasan


" Apa nona muda memiliki trauma dalam kekerasan, jelas-jelas tubuhnya tidak apa-apa, tapi tubuh nona muda lemas dan gemetar." batin Dandi


Setelah sekitar 15 menit, akhirnya taksi itu datang juga. Dandi langsung mengangkat tubuh nona mudanya ke dalam taksi tersebut, lalu ia langsung menyuruh taksi itu untuk ke rumah sakit


" Pak, kita ke rumah sakit, sesuai di aplikasi."


" Baik tuan muda."


Supir itu langsung melajukukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena ia menyadari kalau penumpangnya sangat membutuhkan perawatan, apa lagi melihat pria muda itu berdarah, dan seorang wanita yang pingsan, lalu ia langsung bertanya sambil terus mengemudi


" Tuan muda, ada apa sebenarnya?, kalau bapak boleh tau?"


" Tadi rem mobil nya blong pak, lalu saya langsung menabrakkan mobil itu ke kereb jalan."


" Oh seperti itu."


" Iya pak."

__ADS_1


Mereka pun saling diam, hingga menempuh perjalanan 30 menit, mereka sampai di rumah sakit yang di tuju. Dandi langsung turun dari mobil itu


" Terimakasih pak."


" Iya tuan muda, semoga istrimu cepat sembuh."


" Terimakasih."


Dandi langsung berjalan masuk ke rumah sakit, sambil terus menggendong tubuh nona mudanya, hingga ia sampai di depan Resepsionis


" Permisi, tolong segera tangani nona muda."


" Baik tuan muda, silahkan masuk ke ruangan itu."


" Terimakasih."


Rumah sakit itu sangat sepi, rumah sakit itu adalah rumah sakit kecil, terlebih lagi, rumah sakit itu masih terletak di jalan Cempaka, tentu rumah sakit itu tidak banyak orang yang mengunjunginya, mungkin hanya untuk orang yang sangat membutuhkan pertolongan darurat saja di rumah sakit itu. Dandi langsung meletakkan tubuh nona mudanya di ranjang. Tidak lama dokter pun masuk ke ruang itu


" Tuan muda, silahkan anda keluar dulu, dan mengisi data pasien di Resepsionis."


" Baik."


" Tuan muda, kepala anda harus di perban."


" Baik suster."


Suster itu langsung memapah Dandi ke ruangan rawat, lalu langsung meminta dokter untuk memeriksa kepala Dandi, setelah itu kepala Dandi langsung di perban. Setelah selesai ia langsung menyuruh Dandi untuk istirahat sebentar


" Tuan muda, kau istirahat saja dulu, lalu baru ke Resepsionis"


" Baik dokter, terimakasih."


" Iya sama-sama."


Dokter itu langsung pergi dari ruangan rawat Dandi. Dandi langsung menghubungi tuan mudanya lagi, ia berharap tuan mudanya mengangkat telpon dari ia, tapi ternyata tuan mudanya masih belum mengangkat telponnya


" Sulit sekali menghubungi tuan muda." batin Dandi


...****************...

__ADS_1


Di hotel


Arga sudah duduk bersama orang bayaran. Orang bayaran itu langsung menjelaskan pekerjaannya


" Tuan muda, saya sudah berhasil membuat rem mobil tuan Ardi blong."


" Kalian memang kerja sangat cerdik, dengan cepat kalian bisa membuat rem Ardi blong, saya tidak akan mengingkari janji saya, saya akan memberikan 3 kali lipat yang sesuai saya janjikan."


Arga langsung memberikan satu amplop tebal pada kedua orang bayaran itu


" Ini ambil."


Salah satu orang bayaran itu langsung mengambil amplop tebal yang di serahkan tuan mudanya


" Terimakasih tuan muda."


" Sama-sama, kau boleh pergi sekarang juga."


" Baik tuan muda."


Kedua orang bayaran itu langsung pergi dari hotel itu. Sedangkan Romi masih setia berdiri, ia tadi melihat tuan mudanya yang memberikan amplop tebal pada kedua orang yang tidak Romi kenal, bahkan pembicaraan mereka dengan tuan mudanya saja tidak terdengar oleh Romi, tapi Romi tau, mereka pasti telah di beri satu tugas, tapi Romi tidak tau, tugas apa yang tuan mudanya berikan pada mereka


" Tugas apa yang tuan muda berikan pada mereka, kenapa mereka di beri uang banyak dalam amplop tadi, apa tuan muda berniat membunuh CEO dari Setiawan Grup?, tapi tidak mungkin, tuan muda bukan orang yang suka melakukan kejahatan kriminal." batin Romi


Romi yang mengetahui tuan mudanya membayar mahal kedua orang itu, ia tetap mencoba menampik perasanya, apa lagi ia sangat kenal dengan tuan mudanya, kalau tuan mudanya tidak akan melakukan tindakan kriminal. Arga langsung memanggil asistennya


" Romi."


Romi yang mendengar panggilan dari tuan mudanya, ia langsung mendekati tuan mudanya, hingga ia sampai di depan tuan mudanya


" Iya tuan muda."


" Romi, kau cari informasi tentang Ardi, dalam beberapa hari ini."


" Baik tuan muda."


Arga langsung memberikan tugas itu pada asistennya, ia ingin tau hasil dari kerjaan orang bayarannya. Arga langsung masuk lagi ke dalam kamarnya. Setelah tuan mudanya masuk ke dalam kamarnya, Romi langsung terduduk di lantai, ia yakin kalau tuan mudanya telah merencanakan sesuatu untuk CEO dari Setiawan Grup


" Apa yang tuan muda rencanakan untuk suami nona Lisa, apa dia benar-benar membunuh suami dari nona Lisa, kalau memang benar, kenpa tuan muda tidak memiliki belas kasihan pada orang lain hanya karena cinta, kenpa cinta tuan muda untuk nona Lisa sangat egois, kenapa tuan muda ingin memiliki orang yang tidak membalas cintanya." batin Romi

__ADS_1


Walaupun Romi tidak di suruh untuk merencanakan sesuatu, atau untuk mengerjakan kejahatan, tapi tetap saja, rasa takut di hatinya ada, ia juga tidak menyangka kalau tuan mudanya akan egois karena cinta


__ADS_2