Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 91. Kenapa di kamar ada nyamuk


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Ardi pun terbangun lebih dulu, lalu ia menatap wajah istrinya yang masih tertidur pulas sambil tersenyum. Ardi langsung mencium kening istrinya sekilas


" Lisa, kau memang wanita yang sangat baik, aku saat itu mengabaikanmu, karena cemburu yang belum jelas kebenarannya, tapi kau tidak marah sedikitpun padaku, begitu besarkan cintamu padaku?, maafkan aku, belum bisa menjadi suamimu yang baik, tapi mulai dari sekarang aku akan berusaha menjadi suamimu yang baik." batin Ardi


Ardi terus saja menatap wajah istrinya, sebenernya ingin sekali mandi, tapi karena tangan kanannya tertindih kepala istrinya, ia hanya bisa diam, walaupun tangannya sudah sangat capek. Tidak lama Lisa pun terbangun dari tidurnya, lalu ia membuka mata langsung melihat suaminya yang sedang memandanginya. Ardi yang melihat istrinya terbangun ia langsung menyapa istrinya


" Sore istriku."


" Sore juga kak, kau sudah bangun dari tadi?"


" Iya sayang."


Lisa langsung melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 17. 47 WIB


" Kenapa Kaka tidak bangunkan aku? dan Kaka juga kenapa belum mandi?"


" Aku tidak ingin mengganggu tidur nyenyakmu sayang."


Lisa yang mendapat satu jawaban dari suaminya lalu langsung bertanya lagi karena jawaban kedua belum suaminya jawab


" Kenapa Kaka tidak mandi duluan?"


" Tadi sudah aku jawab, aku tidak ingin mengganggu tidurmu sayang."


Lisa masih tidak mengerti kenapa suaminya mengatakan tidak ingin mengganggu tidurnya, bukan'kah tidak ada hubungannya mandi dan mengganggu tidurnya, lalu ia langsung bertanya lagi


" Apa hubungannya denganku kak?"


Ardi hanya tersenyum saat mendengar pertanyaan dari istrinya, mungkin istrinya masih tidak sadar kalau tangannya tertindih oleh kepalanya. Lisa yang hanya mendapatkan senyuman dari suaminya, ia langsung bertanya lagi


" Apa hubungannya denganku kak?, bukan'kah tinggal mandi, kenapa bilang tidak ingin mengganggu tidurku?"


Setelah mendapat pertanyaan dari istrinya lagi, lalu Ardi langsung menjawab pertanyaan istrinya sambil tersenyum


" Sayang, bagaimana aku mau mandi, kalau tanganku saja tertindih oleh kepalamu."


Lisa yang mendengar jawaban dari suaminya, lalu langsung mengangkat kepalanya, ia langsung memegang tangan suaminya yang dari tadi tertindih olehnya

__ADS_1


" Apa tangan Kaka sakit?"


Ardi hanya menjawab dengan gelengan kepala masih sambil tersenyum


" Iya sudah, Kaka mandi dulu."


" Sebaiknya kita mandi berdua saja sayang, sekarang sudah sore."


" Tidak mau, aku masih ngantuk."


" Bukan'kah baru bangun?"


" Iya sebentar lagi, Kaka saja duluan."


" Baiklah sayang."


Lisa langsung melepaskan tangan suaminya. Ardi langsung duduk lalu mencium kening istrinya sekilas, setelah itu langsung turun, lalu langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Lisa yang melihat suaminya masuk ke dalam kamar mandi, lalu langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya, lalu ia langsung memejamkan mata hingga tertidur lagi. Setelah 30 menit Ardi selesai dengan ritual mandinya, lalu ia langsung berjalan ke luar kamar mandi. Ardi langsung melihat ke arah ranjang, ia melihat istrinya yang menutupi seluruh tubuhnya, lalu langsung melangkah kakinya hingga sampai di ranjang, tangan Ardi langsung menarik selimut istrinya dengan perlahan, setelah terbuka ternyata istrinya tidur lagi. Ardi langsung melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, lalu langsung memutuskan untuk membangun istrinya. Walaupun tidak tega karena melihat istrinya yang tertidur pulas, tapi sekarang sudah malam. Ardi masih berdiri di sisi ranjang lalu kepala Ardi langsung mendekati telinga istrinya


" Sayang, bangun, sekarang sudah malam."


Lisa yang mendengar bisikan samar-samar, ia langsung mengusap telinganya tanpa membuka mata sambil berkata


Ardi hanya tersenyum saat mendengar ucapan istrinya


" Mana mungkin nyamuk sebesar ini, tapi iya kemarin malam aku seperti nyamuk karena memberi beberapa tanda merah padamu." batin Ardi


Ardi langsung naik ke atas ranjang, ia langsung memiringkan tubuhnya mendekati wajah istrinya lagi


" Sayang, bangun, sekarang sudah malam."


Lisa masih saja memejamkan mata, lalu tangannya langsung menarik bantal kecil yang ada di samping dirinya, setelah itu langsung menutupi telinganya memakai bantal kecil. Ardi yang melihat tingkah istrinya hanya tersenyum, baru kali ini Ardi melihat istrinya yang susah bangun, biasanya istrinya selalu bangun lebih awal, tapi Ardi juga memang baru kali ini melihat istrinya tidur siang. Ardi langsung melihat jam lagi, yang sudah menunjukkan pukul 19.10 WIB, lalu ia langsung merebahkan tubuhnya sambil melihat wajah istrinya, ia tidak berani untuk membangun istrinya lagi, melihat istrinya yang susah untuk bangun ia hanya bisa diam. Di meja makan sudah ada Intan dan Mirna yang akan makan malam, mereka berdua masih menunggu Ardi dan Lisa, hanya Ardian yang tidak ada, karena Ardian sekarang terlalu sibuk di kantor, jadi dia selalu pulang larut malam. Sudah 10 menit Intan dan Mirna di meja makan, tapi Ardi dan Lisa masih saja belum melihat batang hidungnya, apa lagi Lisa, dari pagi hingga sekarang belum keluar dari kamarnya. Mirna langsung memutuskan untuk memanggil anak dan menantunya


" Bi Asih!"


Bi Asih yang ada di dapur, ia mendengar teriakan majikannya, lalu langsung berjalan mendekati meja makan hingga sampai di meja makan


" Iya nyonya."

__ADS_1


" Tolong panggil tuan muda, dan nona muda suruh makan."


" Baik nyonya."


Bi Asih langsung berjalan lalu menaiki tangga hingga sampai di depan pintu tuan mudanya. Namun bi Asih tidak mendengar apa pun dari dalam kamar, ia ragu-ragu untuk mengetuk pintunya, setelah lama di depan pintu, lalu ia langsung mengetuk pintu


Tok-tok


Ardi yang mendengar ketukan pintu, ia buru-buru menuju pintu karena takut istrinya bangun hingga sampai di dekat pintu, lalu langsung membuka pintu itu. Bi Asih yang melihat tuan mudanya lalu langsung menyapanya


" Malam tuan muda."


" Malam juga bi, ada apa?"


" Nyonya menyuruh tuan muda untuk makan malam."


" Suruh nyonya makan duluan saja bi, nanti saya kalau lapar makan."


" Baik tuan muda."


Ardi langsung menutup pintu itu, lalu langsung berjalan lagi ke ranjang hingga sampai di ranjang, lalu langsung naik ke atas ranjang, ia langsung membaringkan tubuhnya lagi. Bi Asih langsung menuruni tangga hingga ia sampai di samping meja makan


" Permisi nyonya, tuan muda bilang nyonya suruh makan duluan saja."


" Baiklah."


Bi Asih langsung berjalan ke dapur lagi sambil tersenyum. Bi Asih memang tugasnya di dapur, jadi ia tidak pernah melihat tuan muda dan nona mudanya, tapi tadi saat melihat leher tuan mudanya yang banyak tanda kepemilikan membuat ia tersenyum, senyuman kebahagiaan. Setelah BI Asih pergi ke dapur. Mirna dan Intan hanya tersenyum


" Tante, pasti akan cepat dapat cucu."


" Semoga saja Intan, kita hanya bisa berdo'a biar Lisa cepat di kasih keturunan."


" Iya Tante, pastinya, apa lagi aku juga ingin segera di panggil Tante oleh anaknya Lisa, semoga saja mereka jangan pernah ada salah paham lagi."


" Iya Intan, ayo kita makan duluan saja nak."


" Baik Tante."

__ADS_1


Mirna dan Intan mulai makan, seperti biasa mereka makan tidak ada pembicaraan, tapi mereka berdua terus saja tersenyum. Mirna dan Intan sangat bahagia karena melihat rumah tangga Ardi yang sudah membaik


__ADS_2