Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 207. Di terima


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, Jenni dan Arga sudah ada di depan rumah, mereka berdua saling beradu pandang. Jenni menatap tuan mudanya dengan tatapan malu, karena mengingat kejadian semalam, saat ia mencium pria di hadapannya tanpa minta ijin terlebih dahulu. Arga hanya menatap Jenni sambil tersenyum, senyumannya dari semalaman tidak pernah pudar, bahkan semalam ia tidak tidur, ia ingin sekali segera pagi, lalu Arga langsung membuka pembicaraan


" Jen, aku ingin mengatakan sesuatu padamu."


Jenni hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil menunduk malu, ini pertama kalinya ia malu-malu pada seseorang. Arga langsung berbicara lagi


" Jen, aku tau, aku tidak bisa romantis seperti pria yang lainnya, tapi aku tulus mencintaimu."


Setelah mengatakan itu, Arga langsung berlutut di depan kaki Jenni, lalu ia langsung mengambil cincin yang ia simpan di saku bajunya, setelah itu mengulurkan cincin itu, lalu langsung melanjutkan pembicaraannya


" Jen, maukah kau menjadi pelengkap hidupku?, jujur, aku tidak ingin berpacaran, aku hanya ingin segera menikah, bagiku pernah itu jauh lebih baik, apa kau mau saling belajar untuk membentuk keluarga kecil?"


Setelah mendengar ucapan panjang lebar dari tuan mudanya, detak jantung Jenni semakin kencang, jantungnya sudah seperti mau loncat dari tempatnya, ia langsung berbicara di dalam hatinya


" Kenapa jantungku selalu tidak beres dari semalam, apa yang terjadi dengan jantungku ini?" batin Jenni


Arga yang melihat Jenni hanya diam, ia langsung berbicara lagi


" Jen, aku tau kau menganggap aku pria cengeng, tapi aku akan berusaha menjadi yang kau inginkan, aku akan berusaha menjadi pria yang lebih dewasa lagi, apa kau mau menikah denganku?"


Jenni masih tetap diam, walaupun ia mendengar ucapan dari tuan mudanya, tapi ia masih memikirkan jantungnya yang bermasalah menurut Jenni. Sedangkan di sebrang sana, sudah ada Sella dan Mika yang melihat adegan Jenni dan Arga. Menurut Mika, Arga adalah pria yang sangat dewasa, sebelum melamar putrinya, ia meminta restu terlebih dahulu pada orang tuanya, dan itu membuat Mika terhanyut dalam masa lalu dengan suaminya dulu. Arga yang masih belum mendengar jawaban dari Jenni, ia hanya menghela nafas berat, lalu ia langsung bertanya pada Jenni


" Jen, apa yang kau pikirkan?"


Jenni yang mendengar pertanyaan dari tuan mudanya, ia pun langsung menjawabnya dengan jujur


" Arga, jantungku bermasalah, sudah dari semalam, pasti jantungku berdetak lebih kencang?, apa aku benar-benar mendadak sakit jantung?"


Arga yang mendengar pertanyaan dari Jenni, ia hanya tersenyum, ia ingin sekali tertawa dengan wajah polos Jenni, tapi ia hanya bisa tersenyum. Jenni yang melihat senyuman dari tuan mudanya, ia langsung berdecik kesal


" Arga...! Apa kau senang kalau aku sakit jantung?, bukan'kah kau tadi bilang cinta?, kenapa di wajahmu tidak ada kepanikan?, apa kau hanya memanfaatkan aku untuk melupakan nona Lisa?, atau kau sedang belajar untuk mengutarakan perasaanmu pada gadis lain?"


Arga yang mendengar banyak pertanyaan, ia hanya bisa tersenyum sambil menatap wajah Jenni yang sedikit kesal, menurut Arga Jenni semakin menggemaskan, apa lagi saat mendengar pertanyaan-pertanyaan polosnya, ia ingin sekali tertawa, tapi ia hanya bisa menahannya. Jenni yang belum mendapatkan jawaban dari tuan mudanya, ia langsung bertanya lagi


" Arga, jawab pertanyaan aku."

__ADS_1


Arga masih diam membisu sambil terus menahan tawanya. Sella dan Mika juga tertawa dari kejauhan, mendengar pertanyaan dari Jenni. Sella langsung berbicara pada ibunya


" Mah, sejak kapan kak Jenni menjadi bodoh?"


" Mana mamah tau."


Jenni yang belum mendengar jawaban dari tuan mudanya, ia langsung bertanya lagi


" Arga! Jawab dong."


Arga yang mendengar ucapan dari Jenni, ia pun langsung menjawab pertanyaan dari Jenni sambil memanggil Jenni sayang


" Sayang, jantungmu memang baik-baik saja, kau masih sehat ko sayang."


Jenni yang mendengar panggilan sayang, ia langsung memalingkan wajahnya ke samping karena malu, entahlah orang di depannya itu terus saja membuat jantungnya ingin loncat, lalu Jenni langsung berbicara di dalam hatinya


" Kenapa Arga selalu bikin jantungku berdetak lebih cepat, oh Tuhan, apa yang terjadi dalam diriku." batin Jenni


Arga masih setia berlutut sambil masih mengulurkan tangannya yang memegangi cincin, sebenarnya ia sudah lelah terus saja berlutut, tapi ia sangat mencintai Jenni, dan Jenni belum tau kalau itu cinta, ia hanya bisa sabar menunggu, lalu Arga langsung berbicara lagi


Jenni yang mendengar pertanyaan dari tuan mudanya, ia baru ingat kalau dari tadi ia belum menjawab pertanyaan itu, lalu Jenni langsung melihat ke arah tuan mudanya, setelah itu ia langsung bertanya pada tuan mudanya, tanpa menjawab pertanyaan dari tuan mudanya


" Arga, apa kau akan menerima semua kekuranganku?"


" Jen, tentu aku akan menerima semua yang ada di dalam dirimu, apa kau mau menikah denganku?"


Jenni hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil malu-malu. Arga yang melihat jawaban Jenni, ia langsung meraih tangan kiri Jenni, lalu langsung memasukkan cincinnya ke jari manis Jenni, setelah itu ia langsung berdiri, lalu langsung memeluk Jenni dengan erat. Arga langsung berterimakasih pada Jenni


" Sayang, terimakasih sudah menerimaku menjadi calon suamimu, aku akan secepatnya melangsungkan pernikahan kita "


Jenni juga membalas pelukan dari tuan mudanya, lalu ia menjawab dengan anggukan kepala. Tiba-tiba saja telpon Jenni berbunyi


Ting...Ting...


Jenni langsung melepaskan pelukannya, lalu ia langsung mengambil ponselnya, ternyata yang menelpon adalah pak CEO Argantara, ia langsung bilang pada tuan mudanya

__ADS_1


" Arga, papahmu telpon."


Arga yang mendengar ucapan dari Jenni, ia langsung berdecik kesal


" Kenapa papah mengganggu saja, tidak tau apa aku sedang bahagia."


" Tidak boleh begitu, angkat dulu."


Jenni langsung menyerahkan ponsel pada tuan mudanya. Arga langsung mengambil ponsel yang di serahkan Jenni, lalu ia langsung mengangkat telpon itu, setelah di angkat, Arga langsung berbicara lebih dulu


" Papah, ada apa?, kenapa menelpon aku?"


" Ada apa! Ada apa! Tidak sopan, kau itu hari ini ulang tahun, ponsel di matiin, anak kurang ajar!"


Arga yang mendengar suara di balik telpon, ia langsung menghela nafas panjang, ternyata yang berbicara bukan papahnya, tapi ibunya yang menelpon memakai telpon papahnya. Lioni langsung berbicara lagi


" Bagaimana?, apa mamah harus ke Indonesia?"


" Tentu mah, mamah dan papah, harus ke Indonesia, untuk melangsungkan pernikahan aku dengan Jenni."


" Arga..!, kau belum melamarnya sudah ingin cepat-cepat nikah, minta dulu restu sama orang tua Jenni!"


Lagi-lagi Arga hanya bisa menghela nafas panjang, ibunya itu terus saja berteriak-teriak, sudah seperti macan yang kelaparan, lalu Arga langsung berbicara lagi pada ibunya


" Sudah mah, aku sudah bilang pada orang tua Jenni, dan mereka minta, mamah sama papah datang kemari."


" Serius?, Jenni sudah menerimamu?"


" Iya mah, tapi ada syaratnya, orang tua Jenni ingin aku berhenti menjadi CEO."


" Persyaratan konyol macam apa itu?, iya sudah nanti mamah ke sana saja, biar jelas pembicaranya."


" Iya mah, terimakasih mah, Arga akan menunggu kalian, I Love you."


Setelah mengatakan itu, Arga buru-buru memutuskan sambungan telponnya, tanpa berpamitan lagi pada ibunya

__ADS_1


__ADS_2