Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 41. Jemput Intan


__ADS_3

Pagi hari Ardi bangun lebih dulu dirinya melihat istrinya yang masih tertidur pulas. Ardi menatap istrinya sambil tersenyum setelah itu dirinya langsung bangun dari ranjang lalu berjalan ke dalam kamar mandi, karena hari ini ada meeting terpaksa bangun lebih awal. Lisa bangun dari tidurnya dirinya melihat kanan kiri tidak ada suaminya. Lisa langsung menarik selimut lagi melanjutkan tidurnya. Setelah 34 menit Ardi selsai mandi dirinya langsung berjalan mendekati ranjang. Ardi melihat jam yang sudah menujukan pukul 07.31 WIB


" Tumben sekalih, biasanya Lisa bangun lebih awal." Batin Ardi


Ardi masih setia duduk di atas ranjang menunggu istrinya bangun. Setelah sekitar 29 menit Lisa terbangun dari tidurnya, dirinya langsung melihat suaminya yang sedang menatap dirinya


" Pagi sayang."


" Pagi juga kak, memang Kaka mau kemana pagi-pagi?"


" Sayang, sekarang memang sudah jam berapa?"


Ardi tersenyum mendengar perkataan istrinya yang bilang masih pagi. Lisa melihat jam yang sudah menujukan pukul 08.00 WIB dirinya tersenyum malu saat melihat sudah pukul 08.00 WIB


" Apa tidak kerja sayang?"


" Tidak kak, aku mau tidur seharian."


Ardi membelai rambut istrinya sambil tersenyum


" Baiklah kalau mau tidur, tidur lagi saja atau mau sarapan dulu?"


" Iya, tapi gendong."


" Baiklah sayang." Jawab Ardi sambil tersenyum


Ardi merapihkan rambut istrinya lalu langsung menggendongnya keluar kamar. Entah apa yang di pikiran Lisa pagi-pagi sudah minta gendong. Bi Ira yang melihat tuan muda dan nona mudanya langsung menyapa


" Pagi tuan muda, pagi nona muda." Sapa Bi Ira sambil membungkukkan badan


" Pagi juga bi." Jawab Ardi dan Lisa berbarengan


Ardi lalu menuruni tangga. Ardi dan Lisa masih terus terukur senyuman di bibirnya, hingga mereka sampai di dekat meja makan yang belum ada kedua orang tuanya. Ardi langsung menurunkan istrinya


" Kak, mamah sama ayah kemana?"


" Tidak tau sayang." Jawab Ardi sambil menarik kursi untuk istrinya


Lisa duduk masih sambil menengok kanan kiri


" Sarapan saja sayang, aku bentar lagi harus pergi ke kantor."


" Iya kak."


Lisa langsung sarapan bersama Ardi. Mirna datang dari luar menju meja makan dirinya melihat anak dan menantunya sedang saparan. Mirna langsung berdiri di samping menantunya

__ADS_1


" Pagi anak mamah, pagi menatu mamah."


" Pagi juga mah." Jawab Ardi


" Pagi juga mah, Ayah kemana? mamah mau kemana?" Tanya Lisa


" Sayang, kalau nanya itu satu-satu."


" Iya Kaka."


" Tidak apa-apa Ardi. Ayah sudah berangkat barusan. Mamah mau jemput Intan, sayang."


" Di mana mah, dan siapa?"


" Di bandara sayang, sepupunya Ardi, usianya masih 21 tahun."


" Oh, Lisa ikut boleh mah?" Tanya Lisa sambil tersenyum


" Boleh sayang, lebih baik lanjutkan sarapannya terus siap-siap." Suruh Mirna sambil membelai rambut menantunya


" Iya mamah." Jawab Lisa sambil tersenyum senang


Sudah lama Lisa tidak pernah lagi dekat dengan ibu mertuanya, semenjak putus dengan Ardi hingga menikah ini pertama kalinya Lisa akan pergi bersama Mirna lagi. Lisa langsung melanjutkan sarapannya Mirna masih berdiri di sisi menantunya dirinya terus melihat menantunya sambil tersenyum


" Intan ingin kerja di rumah sakit Harapan. sekarang Intan sudah wisuda untuk itu dirinya ingin di Indonesia."


" Apa akan tinggal di sini?"


" Tentu saja, kenapa kau terus saja bertanya seperti itu Ardi?"


" Tidak ada mah."


Pikiran Ardi mulai tidak karuan setelah tau Intan akan datang dan akan tinggal di rumah ini dirinya sudah yakin akan datang masalah baru. Intan adalah sepupu Ardi yang sudah lama menyukai Ardi, dirinya sudah mendengar tentang perjodohan Ardi untuk itu Intan memutuskan untuk tinggal di rumah Mirna karena dirinya sudah 7 tahun pindah ke Inggris semenjak ibunya menikah lagi dengan orang Inggris, tapi cinta Intan tetap saja untuk Ardi


" Apa yang akan terjadi dengan rumah tanggaku. Kemarin baru saja selesai urusan Livino meskipun aku hingga sekarang belum tau, ada hubungan apa istriku dengan Livino, tapi dengan Livino menasehati istriku itu artinya tidak ada hubungan apa-apa dan sekarang datang lagi masalah baru." Batin Ardi


" Kenapa Kaka seperti tidak suka dengan ke datangan Intan, apa ada sesuatu?" Batin Lisa


Ardi terus saja menatap wajah istrinya yang masih sarapan sambil menunduk. Walaupun Lisa terus bertanya-tanya kenapa suaminya seperti tidak suka pada Intan, tapi dirinya tidak melihat suaminya dirinya terus saja menunduk. Mirna langsung berjalan pergi ke ruang tv untuk menunggu menantunya. Setelah keduanya selsai sarapan Ardi dan Lisa langsung berdiri. Ardi dan Lisa saling berhadapan mata mereka saling beradu


" Sayang, aku pergi ke kantor dulu, kau ganti baju terus perginya hati-hati."


" Iya suamiku."


Ardi langsung keluar sambil merangkul pinggang istrinya, di luar sudah di tunggu Santi yang sudah di depan mobil. Santi setelah melihat pak CEO dan nona Lisa dirinya langsung menyapa

__ADS_1


" Pagi pak CEO, pagi nona muda." Sapa Santi sambil membungkukkan badan


" Pagi juga Santi." Jawab Lisa sambil tersenyum


Ardi hanya menjawab dengan anggukan kepala


" Ya ampun, nona muda sangat lucu, sudah 23 tahun masih saja memakai bando kelinci." Batin Santi


Ardi dan Lisa saling bertatap mata. Lisa menatap mata suaminya sambil tersenyum sedangkan Ardi menatap mata istrinya dengan tatapan berbeda dirinya sangat takut akan ada masalah baru dalam rumah tangganya


" Sayang, aku berangkat dulu."


" Iya Kaka, hati-hati."


" Iya istriku."


Ardi langsung mencium kening istrinya sekilas. Santi baru saja akan membuka pintu mobil untuk pak CEO, tapi Lisa langsung menggelengkan kepalanya. Santi mengerti maksud gelengan nona Lisa, dirinya langsung masuk ke dalam mobil. Lisa langsung membuka pintu mobil untuk suaminya sambil tersenyum


" Terimakasih sayang."


" Iya kak."


Ardi langsung masuk mobil. Setelah Ardi sudah masuk mobil. Santi langsung melajukan mobilnya untuk pergi ke kantor. Lisa langsung masuk lagi ke dalam rumah. Lisa langsung menaiki tangga untuk ke kamarnya. Setelah di kamar dirinya langsung ganti baju dan langsung memakai mekup setelah itu langsung menyisir rambutnya, tapi dirinya masih saja terus berpikir tentang Intan


" Kenapa Kaka tidak suka dengan Intan?" Batin Lisa


Setelah selesai mekup Lisa langsung mengambil tas lalu dirinya langsung berjalan keluar dari kamarnya. Lisa sampai di ruang tv


" Ayo mah."


Mirna menatap menantunya yang memakai dress sebawah lutut, rambut yang terurai. Jarang sekali melihat Lisa berpakaian seperti itu, biasanya Lisa hanya memekai kemeja dan celana jeans karena harus pergi ke rumah sakit, baru dua kali Lisa memakai baju dress di rumah mertuanya


" Pantas saja Ardi sangat tergila-gila." Batin Mirna


" Mamah ayo."


" Iya sayang."


Mirna dan Lisa langsung berjalan keluar yang sudah di tunggu pak Rusdi karena tadi Mirna sudah mengasih tau pada pak Rusdi untuk mengantar dirinya ke bandara. Pak Rusdi adalah supir pribadi Mirna


" Ayo pak kita jalan."


" Baik nyonya."


Pak Rusdi langsung membuka pintu mobil untuk nyonya dan nona muda. Setelah itu dirinya langsung masuk lalu melajukan mobilnya untuk pergi ke bandara. Mirna terus saja tersenyum karena ini pertama kali menantunya ingin ikut bersama dirinya

__ADS_1


__ADS_2