Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 205. Nasehat Romi


__ADS_3

Jenni terus saja berpikir sambil menatap tuan mudanya, ia masih saja bingung dengan perasaannya, karena belum pernah merasakan cinta, untuk itu ia benar-benar tidak tau bagaimana namanya cinta, yang jelas menurut Jenni, hal percintaan itu adalah hal yang paling sulit di mengerti, dan sulit di rasakan, entah rasanya seperti apa. Arga langsung membelai rambut Jenni sambil bertanya


" Apa yang kau pikirkan Jen?"


" Tidak ada Arga."


Arga langsung memeluk Jenni sambil berbicara


" Tidak perlu memikirkan bagaimana rasanya cinta, bagaimana caranya membalas perasaan cinta, aku tau, kau tidak tau tentang itu, tapi lama-lama juga kau mengerti."


Jenni langsung melepaskan pelukan dari tuan mudanya, ia langsung menatap mata tuan mudanya, lalu ia langsung bertanya pada tuan mudanya


" Arga, yakin nyonya Lioni menyetujuimu, atau kau sedang menentangnya?, dan yakin ucapanmu pada papah, bahwa kau yakin akan melepaskan kedudukanmu sebagai seorang CEO?"


" Serius Jen, jangan panggil mamah dengan panggilan nyonya, kau panggil saja Tante, tapi aku berharap kau panggil dengan panggilan mamah juga."


" Arga, apaan sih, aku ini adalah bawahanmu."


" Kau adalah calon istriku. Jen, berapa lama untuk berpikir?, dan kapan kau akan menerimaku?"


Setelah mendengar Pertanyaan dari tuan mudanya membuat Jenni tidak bisa menjawab, bahkan ia tidak bisa memastikan, berapa lama yang ia butuhkan, entah kenapa sangat sulit untuk Jenni menebaknya, tapi saat pertanyaan pekerjaan, ia tanpa berpikir panjang, dan selalu langsung menjawab, tapi ucapanya selalu benar, tapi kali ini, ia benar-benar tidak bisa menjawab apa-apa, sulit untuk mengira-ngira, berapa lama yang ia butuhkan. Arga langsung berbicara lagi pada Jenni


" Baiklah, kalau kau sulit untuk menjawab tidak apa-apa Jen, aku tau kau perlu waktu."


Jenni hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia tidak bisa berbicara apa-apa selain mengangguk, lalu Jenni ingat kalau besok adalah ulang tahun tuan mudanya, ia langsung bertanya pada tuan mudanya

__ADS_1


" Arga, besok adalah ulang tahunmu, kenpa kau tidak pulang?, papah dan mamahmu ada di sana."


" Jen, di ulang tahunku besok, aku hanya ingin orang yang pertama aku lihat adalah kau, aku ingin menghabiskan waktuku bersama kau besok."


" Oh."


Jenni bingung mau menjawab apa lagi pada tuan mudanya, hanya kata oh lah yang keluar dari mulutnya. Tidak terasa waktu begitu cepat, sekarang jam sudah menunjukkan pukul 21.09 WIB, Jenni dan Arga juga sudah di kamar masing-masing. Tadi setelah makan siang juga Romi sudah menganatar baju-baju Arga di dalam koper, untuk itu Arga sekarang tidur di kamar tamu. Arga sangat merasa tidak nyaman, kamarnya begitu sempit, bahkan saat melihat suasana kamar itu, ia seperti tidak bisa bernafas, tapi mau tidak mau tetap ia tempati, ia tidak ingin lagi jauh dari Jenni, apa lagi kamar ia dan kamar Jenni bersebelahan, jadi itu tidak masalah. Arga rebahan di ranjang sambil terus berpikir tentang Jenni


" Jen, berapa lama aku harus menunggu, rasanya aku sangat tidak sabar, andaikan saja kau menerima pernikahan terlebih dahulu, walaupun kau belum mencintaiku, setidaknya kita tidak tidur terpisah." batin Arga


Sementara Jenni, ia terus saja mondar-mandir di dalam kamar, ia bingung, kira-kira kado apa yang akan di berikan pada tuan mudanya, lalu ia langsung menelpon Romi, Romi adalah asisten pribadi tuan mudanya, ia yakin tau tentang hati tuan mudanya. Setelah di angkat, Jenni langsung bertanya lebih dulu


" Hallo, Romi, aku ingin bertanya sesuatu padamu, besok adalah ulang tahun Arga, apa kau tau, keinginan apa yang belum pernah terwujud dalam hidup Arga?"


" Romi, sejak kapan otakmu jadi tidak waras?, aku bertanya apa, dan kau jawab apa, benar-benar menyebalkan!"


" Jen, aku serius, dan kau juga sebenarnya mencintai tuan muda, hanya saja kau kurang menyadari bahwa kau mencintai tuan muda."


" Maksudmu apa?"


" Jen, aku tau, kau adalah Sunmei, Gadis yang tuan muda cari saat kuliah dulu, dan kau juga saat pergi ke London, kau berharap bertemu dengan pria cengeng yang kau maksud, kau menolak semua pria yang menyatakan cinta padamu, tapi kau mencari pria kecil dari masa lalumu, itu artinya cinta Jen, hanya saja kau tidak peka kalau itu cinta."


" Tidak mungkin Romi, aku tidak tau, yang jelas aku hanya nyaman saat di sampingnya, dan dia juga adalah pria satu-satunya yang bisa memelukku."


Romi yang mendengar jawaban dari Jenni, ia terkekeh, karena mendengar tuan mudanya lah yang hanya bisa memeluk Jenni, lalu ia langsung menjawab ucapan dari Jenni

__ADS_1


" Jen, aku juga bisa memelukmu, kau pikir aku tidak berani?"


" Romi, pertanyaan konyol macam apa?, maksudku, aku memiliki alasan kenapa aku selalu menolak setiap pria, jujur, aku jika di peluk oleh seorang pria, tubuhku mendadak lemas, air mataku langsung mengalir deras, dan perasaanku mengingatkan masa lalu, di mana saat itu kak Brayen meninggal, dan di situlah aku tidak bisa lagi di peluk oleh seorang pria, tapi pelukan Arga bisa membuat aku tenang."


" Jadi itu alasan kau tidak pernah berpacaran?"


" Iya Rom."


" Syukurlah, aku pikir kau tidak normal, aku pikir kau suka sesama jenis."


Jenni yang mendengar ucapan dari Romi, ia langsung berteriak di telpon, karena kesal


" Romi..! Awas saja nanti, aku akan buat kau seperti daging cincang!"


Romi yang mendengar teriakkan dari Jenni, ia hanya menghela nafas panjang, lalu langsung berbicara


" Aku minta maaf Jen, aku tidak bermaksud berkata seperti itu, tapi memang otakku saat itu berpikir seperti itu, apa lagi kau tidak pernah menjelaskan, apa alasannya, membuat aku bingung."


" Baiklah, tapi masalah Arga bagaimana?"


" Jen, aku hanya memberimu dua saran, kau coba pikirkan. Pertama, kalau kau tidak menerima cintanya, bagaimana kalau tuan muda salah jalan lagi, tuan muda mencintai wanita yang sudah memiliki suami, apa kau tega, teman kecilmu terus melakukan kesalahan?, dan yang kedua. Jika kau tidak menerimanya sekarang, bagaimana kalau tuan muda jatuh cinta pada Gadis lain nanti, apa kau yakin tidak akan menyesalinya?, apa kau yakin cintamu itu tidak akan tumbuh padanya nanti?, bagaimana kalau kau mencintai tuan muda, setelah tuan muda memiliki wanita lain?"


Jenni yang mendengar ocehan Romi, ia tidak bisa menjawab apa-apa, dua pertanyaannya yang sangat sulit, dan ia yakin salah satu dari pertanyaan Romi akan terjadi, terutama pertanyaan yang kedua, mungkin saja ia nanti mencintai tuan muda, tapi tuan mudanya bersama wanita lain, pasti sakit rasanya, dan itu tidak ingin terjadi dalam hidupnya, bahkan untuk membayangkan saja ia tidak ingin, apa lagi kenyataan, lalu Jenni langsung berpikir di dalam hatinya


" Apa benar ucapan Romi, kalau aku mencintai Arga, hanya saja aku yang kurang peka terhadap perasanku, saat itu juga aku sangat merindukan pria cengeng, dan berharap bisa bertemu dengan pria cengeng ." batin Jenni

__ADS_1


__ADS_2