
Dua hari kemudian. Ardi sudah mendapatkan rumah untuk mereka tempati, dan sekarang juga mereka sudah ada di rumah tersebut. BI Ira juga sudah ada bersama keponakannya yang bernama Dandi. Sekarang mereka sedang duduk di sofa, karena BI Ira akan mengenalkan keponakannya, yang akan bekerja menjadi supir pribadi nona mudanya. BI Ira langsung membuka pembicaraan
" Tuan muda, nona muda, dia keponakan yang saya bilang, dia bernama Dandi."
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil melihat ke arah Dandi. Ardi langsung menjawab ucapan dari BI Ira
" Iya bi. Dandi usiamu berapa tahunan?, kau terlihat masih muda."
" Usia saya, baru 20 tahun tuan muda."
" Tidak heran, kau masih terlihat muda, mommy, apa kau cocok dengan Dandi?"
Lisa yang di tanya oleh suaminya, ia langsung menatap Dandi dengan tatapan tajam. Dandi yang di tatap oleh wanita yang akan menjadi bosnya, membuat bergidik ngeri. Walaupun ia baru pertama kalinya memiliki bos yang sangat cantik, tapi ia juga pernah kalinya memiliki bos yang menatapnya dengan tatapan tajam yang tidak bisa di artikan, aura dingin dari wanita yang akan menjadi bosnya, terpancar sangat jelas di wajahnya, lalu ia langsung berpikir tentang wanita yang akan menjadi bosnya
" Kenapa tatapannya sangat galak, bahkan dari tadi wanita itu belum mengeluarkan pembicaraan, dari tadi aku belum mendengar suara wanita itu, apa aku yakin bisa bekerja di sini, dengan tatapan yang sangat menakutkan, ya ampun Dandi, kau seorang pria, masa kau takut dengan tatapan wanita, ingat, kau sangat membutuhkan pekerjaan, agar adik-adikmu terus melanjutkan sekolah, apa lagi gajih di sini dua kali lipat dari yang biasanya kau dapatkan, jadi apapun yang terjadi kau tahan saja Dandi." batin Dandi
Dandi memang sangat takut dengan wanita yang akan menjadi bosnya, tapi ia juga harus menyekolahkan adik-adiknya untuk itu, ia terpaksa akan bertambah, apa lagi gajih yang di berikan dua kali lipat dari biasanya. Lisa masih menatap Dandi dengan tatapan tajam, ia bingung, harus menerimanya atau tidak, kalau tidak menerimanya, ia juga tidak enak hati dengan suaminya yang sudah berusaha menjadi suami yang baik untuknya, tapi kalau ia menerimanya, ia tidak biasa kalau harus satu mobil dengan pria lain selain suaminya, sedangkan ia juga tidak menyukai supir wanita juga, membuat ia menjadi serba salah. BI Ira yang melihat nona mudanya hanya menatapnya dengan tatapan tajam yang tidak bisa di artikan, ia langsung melirik ke arah keponakannya, ia melihat keponakannya yang sedikit takut membuat ia langsung berpikir tentang keponakannya
" Dandi, semoga saja nona muda mau menerimamu, walaupun aku tau, kau pasti takut pada nona muda, tapi hanya di keluarga ini yang menggajihmu dua kali lipat dari biasanya." batin BI Ira
Ardi yang melihat istrinya menatapnya dengan tatapan tajam, ia langsung bertanya lagi pada istrinya
" Mommy, apa kau cocok dengan Dandi?"
Lisa langsung melihat ke arah suaminya, lalu ia langsung menjawab ucapan dari suaminya
__ADS_1
" Pih, apa papih mau mommy pergi bersama supir?"
" Tentu saja, kenpa?, apa mommy keberatan?"
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala. Ardi hanya menghela nafas berat, setelah melihat jawaban dari istrinya. BI Ira sangat kecewa atas jawaban dari nona mudanya. Dandi yang awalnya takut, setelah mendengar suara manja dari wanita tersebut, rasanya sangat nyaman, ia tidak memiliki rasa takut lagi, tapi saat melihat jawaban terakhir dari wanita tersebut, membuatnya sangat kecewa, ia sudah jauh-jauh dari kampung datang ke kota, tapi ternyata pekerjanya tidak dapat. Ardi langsung membelai rambut istrinya memakai kedua tangannya, lalu ia langsung berbicara lagi
" Mommy, tolong jangan menolak, papih sangat kuatir kalau mommy harus pergi untuk olahraga semester sendiri, kalau sampai kejadian 3 hari yang lalu terulang lagi bagaimana?, papih bukan mendo'akan mommy sakit, tapi papih kuatir dengan mommy."
Setelah mendengar ucapan suaminya, Lisa masih tetap tidak ingin di antar oleh supir, lalu ia pun memutuskan untuk berbohong pada suaminya
" Pih, apa papih yakin menyuruh mommy untuk memiliki supir seperti pria itu, dia hanya pria kecil pih."
Dandi yang mendengar ucapan dari wanita yang akan menjadi bosnya, ia sedikit kesal, bagaimana mungkin, ia di bilang pria kecil, jelas-jelas badan ia sangat berisi dan berotot
" Andaikan saja wanita ini bukan menjadi bosku, aku akan tunjukkan keperkasaanku, agar tidak di remehkan, tapi sekarang wanita ini adalah bosku, dan sudah memiliki suami, aku tidak bisa apa-apa, selain menerima cibiran dari wanita ini." batin Dandi
" Dandi, apa kau benar-benar bisa menjaga nona muda, sepenuhnya saat di luar?"
" Saya akan usahakan sebisa saya untuk menjaga nona muda dengan baik tuan muda."
" Baiklah, sekarang kau di terima kerja di sini, dan tugasmu hanya mengantar kemanapun nona muda pergi, dan saya juga minta. Jika nona muda ada olahraga semester, kau ikut masuk juga, apapun kegiatan nona muda di luar rumah, kau harus mengikutinya, tidak terkecuali, jangan masuk ke dalam kamar mandi wanita. Jika nona muda masuk ke dalam kamar mandi. Saya becanda, saya tau kau tidak akan melakukan itu."
" Baik tuan muda."
Lisa yang mendengar ucapan suaminya, ia sangat kesal, lalu ia langsung berbicara pada suaminya
__ADS_1
" Pih, kau tadi meminta persetujuan mommy, tapi pada akhirnya, tetap papih yang nentuin, sangat menyebalkan."
" Mommy, tidak boleh membantah, ini perintah papih, tidak boleh di ganggu gugat."
Lisa langsung menghela nafas dengan kasar, tapi ia tidak bisa apa-apa, selain menuruti keinginan dari suaminya itu. BI Ira yang mendengar ucapan dari nona mudanya, membuat ia sangat takut pada nona mudanya. Ardi langsung menyuruh BI Ira menunjukkan kamar untuk Dandi
" BI, kau tunjukkan kamar untuk Dandi."
" Baik tuan muda, Dandi ayo, bibi akan menunjukkan kamar untukmu."
" Baik BI."
BI Ira dan Dandi langsung berjalan menuju kamar, hingga ia sampai di kamar. Setelah itu BI Ira dan Dandi langsung duduk di kursi. Dandi langsung membuka pembicaraan pada bibinya
" BI, kenpa nona muda tidak menyukai pria sepertiku, memangnya dulu supirnya seperti apa?"
Dandi bertanya seperti itu, agar ia mudah memahami sifat bosnya. BI Ira hanya menghela nafas berat, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari keponakannya
" Sebelumnya nona muda tidak memiliki supir, nona muda memang tidak suka dengan supir, dan kemanapun dia pergi, dia selalu membawa mobil sendiri, tapi sekarang nona muda sedang hamil, untuk itu, tuan muda menyuruhnya memakai supir, tuan muda takut kalau kejadian tiga hari yang lalu terulang lagi."
" Kejadian apa bi?"
" Kepala nona muda mendadak pusing, dia terpaksa berhenti di kota cempaka, kota itu sangat rawan, jadi tuan muda takut nona muda kenapa-napa."
" Bi, aku sangat heran, kenpa tuan muda bisa mendapatkan wanita seperti nona muda, lihat saja, tatapan matanya sangat menakutkan, aku sangat takut."
__ADS_1
" Bisalah, namanya juga cinta."