Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 184. Jenni menangis


__ADS_3

Sudah 2 hari berlalu, Arga masih setia menunggu Jenni sadar, bukan hanya setia menunggunya, tapi ia juga rela tidak makan, tidak minum, bahkan ia mandi saja hanya sekali, ia mandi hanya sore hari, itu pun hanya 5 menit ia mandi, sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan Jenni walaupun hanya sedetik, bukan hanya merasa bersalah, tapi pembicaraan Jenni yang sambil tersenyum, sangat ia rindukan, entah kapan Jenni itu sadar, sudah 5 dokter yang ia panggil untuk Jenni, tapi Jenni belum saja sadar, memang semua dokter bilang kondisi Jenni sudah mulai membaik, tapi Jenni belum pernah sedetikpun untuk membuka matanya, membuat Arga semakin sedih, ia hanya di kamar bersama Jenni, bahkan saat ada keluarganya masuk pun, Arga langsung melarang mereka masuk, alasannya ia takut Jenni terganggu, kalau di bilang gila, sepertinya ia sudah gila, jelas-jelas mereka hanya ingin melihat keadaan Jenni, tapi Arga melarangnya. Bukan hanya sedih, tapi Arga juga bingung pada orang tua Jenni, ia harus berbicara apa pada mereka, yang terus saja menghubungi Jenni, kalau ia berbohong lagi, ia tidak berani melakukan itu. Jika Arga mengatakan Jenni terluka parah, ia ingat kata-kata Jenni, Jenni tidak ingin membuat orang tuanya kuatir. Arga hanya menatap wajah Jenni, ia berharap Jenni segera sadar, bahkan ia sudah 2 hari tidak tidur, ia berharap saat Jenni sadar, ia orang pertama yang Jenni lihat, tapi semua itu hanya keinginannya, entah sampai kapan ia diam menunggunya sadar, bahkan ia juga sudah berkali-kali menceritakan masa lalu Jenni yang mengatakan ia adalah anak mamih. Arga langsung berbicara lagi pada Jenni


" Jen, sampai kapan kau tidak dasar-dasar, kau tau, kalau air mataku, aku letakkan di ember, mungkin sudah 10 ember yang penuh oleh air mataku, tapi kau masih saja tidak bangun. Jen, aku mohon kau cepat sadar, agar aku bisa menebus semua kesalahanku padamu."


Lagi-lagi Arga langsung menangis, kadang air matanya sudah benar-benar kering, hingga tidak bisa keluar lagi, tapi lama kelamaan, air matanya mengalir lagi. Jenni juga mendengar ucapan dari tuan mudanya, ia memang masih tidak bisa untuk membuka mata, tapi ia sekarang sudah bisa merasakan sakit, saat mendengar pembicaraan dari tuan mudanya, hingga ia meneteskan air mata. Arga yang melihat Jenni meneteskan air mata, ia sangat senang hingga ia langsung bertanya pada Jenni


" Jen, kau bisa mendengar suaraku?"

__ADS_1


Setelah itu Arga langsung berdiri, wajahnya langsung mendekati pucuk kepala Jenni, lalu ia langsung mencium pucuk kepala Jenni sekilas, ia sangat senang saat melihat Jenni menangis, tapi seketika ia sadar, kalau yang ia lakukan itu salah, ia tidak seharusnya mencium orang yang tidak memiliki hubungan dengan ia, ia langsung minta maaf pada Jenni


" Jen, aku minta maaf, aku tidak seharusnya menciummu, aku sangat bahagia, tapi jujur saja, ini adalah pertama kalinya aku mencium wanita lain, selain mamah dan adikku."


Jenni mendengar pembicaraan dari tuan mudanya, dan seandainya ia bisa berbicara, ia ingin sekali mengatakan, jadi aku wanita yang beruntung, begitu, tapi sayang sekali, ia tidak bisa apa-apa, selain mendengar ocehan dari tuan mudanya. Arga langsung duduk lagi, ia langsung memegang tangan Jenni, dan ia langsung berbicara lagi pada Jenni


Arga mengatakan itu, karena ia belum pernah melihat Jenni menangis, bahkan 2 hari yang lalu, tubuhnya terluka parah, tapi Jenni masih bisa berbicara dan tersenyum pada ia, sedangkan sekarang, ia melihat Jenni menangis, membuat kebahagiaanya bertambah, bukan karena Jenni bisa mendengar suaranya saja, tapi karena ia adalah orang pertama yang membuat Jenni menangis. Walaupun Arga dan Jenni tidak terlalu akrab, tapi bagaimana pun juga, Jenni adalah bawahannya, tentu saja akan sering bertemu, tapi ia tidak pernah melihat Jenni menangis. Jenni adalah wanita yang bisa menutupi lukanya, kemarahannya, sakit hatinya, semua Jenni tutup dengan senyuman manis di bibirnya, bahkan kalau orang melihat, Jenni seperti sangat bahagia, tapi ternyata di balik itu semua, Jenni menyimpan penderita yang sangat menyedihkan, adiknya sakit-sakitan, ia harus menjadi tulang punggung keluarga, tapi ia tetap bisa tersenyum. Jenni yang mendengar ucapan dari tuan mudanya, lagi-lagi ia ingin sekali berbicara, tapi lagi-lagi ia tidak bisa apa-apa, ia ingin sekali mengatakan, dasar pria cengeng. Arga langsung menghapus air mata Jenni. Sekarang Arga bisa menangis sambil tersenyum, menangis karena Jenni tidak membuka mata-mata, dan tersenyum, karena Jenni menangis untuk ia, entah kenapa ia merasa sangat bahagia, mungkin cintanya telah tumbuh untuk Jenni, hanya saja ia belum menyadari kalau ia mulai mencintai Jenni. Setelah menghapus air mata Jenni, ia pun langsung menghapus air matanya sendiri, sambil berbicara lagi

__ADS_1


" Cepat sadar Jen, dan kau boleh mengatakan aku pria cengeng sepuasnya, asalkan aku bisa mendengar pembicaraanmu sambil tersenyum, aku sangat bahagia."


Tiba-tiba saja, Arga tanpa sadar mengatakan itu, lalu ia pun sadar dengan ucapannya, ia langsung bertanya-tanya di dalam hatinya


" Apa jangan-jangan aku mencintai Jenni?, ah tidak mungkin, mana mungkin aku mencintai Gadis yang belum pernah mengenalnya lebih dekat, dan tidak mungkin hatiku semudah itu untuk berpaling dengan Gadis lain, bahkan saat itu aku melanjutkan kuliah hanya untuk melupakan Lisa, tapi tetap saja, aku tidak bisa melupakan Lisa, tapi kenapa saat Lisa menolakku dan minta maaf padaku kemarin, aku sama sekali tidak sedih seperti dulu, ada apa sebenarnya ini." batin Arga


Arga terus saja berpikir. Jenni yang mendengar pembicaraan dari tuan mudanya. Seolah-olah tuan mudanya mengerti apa yang ada di dalam pikiran ia, bahkan ia ingin sekali mengatakan itu, tapi tuan mudanya sudah tau apa yang ada di dalam pikirannya. Setelah lama berpikir, Arga menepuk jidatnya sendiri memakai tangan kirinya, saat pikirannya terlintas nama Lisa, ia tidak ingin lagi mendengar nama itu, bukan ia membenci Lisa sekarang, hanya saja cintanya terhadap Lisa menjadi buta, hingga ia tidak berpikir secara jernih, ia hampir saja membunuh seseorang, dan membuat Jenni juga terluka, itu semua gara-gara cintanya yang buta pada Lisa, hingga membuat semua orang terluka, untuk itu, ia tidak ingin lagi mengingat namanya. Setelah menepuk jidatnya sendiri, Arga langsung minta maaf pada Jenni

__ADS_1


" Jen, aku minta maaf, kau terluka gara-gara aku, jujur saja, aku sebenarnya hanya mengancammu saat itu, tapi ternyata kau memilih pergi ke Tajima YX Grup, hatimu yang sangat baik, kau rela terluka dari pada membuat rumah tangga orang lain hancur, kau tau, aku mengancammu, karena kau telah mengancamku, seumur hidupku, aku belum pernah di ancam oleh siapapun, kau adalah orang pertama yang mengancamku, apa lagi kau juga bawahanku, membuat aku sangat kesal."


__ADS_2