Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 31 Gelisah


__ADS_3

" Baiklah sayang, tidak apa-apa yang penting kau sudah mau sedikit demi sedikit terbuka padaku."


" Iya kak."


Ardi membelai rambut istrinya, dirinya tau, istrinya belum sepenuhnya menerima dirinya, tapi bagi ardi, ini adalah sebuah ke ajaiban, walaupun istrinya belum sepenuhnya terbuka pada dirinya, tapi hari ini sudah mulai ada ke jujuraan pada dirinya itu sudah lebih dari cukup bagi dirinya


" Sayang, ayo makan."


" Iya kak."


Ardi dan Lisa keluar dari kamarnya. Ardi merangkul pinggang istrinya keluar kamar. Bi Ira yang melihat tuan muda dan nona mudanya, dirinya terus tersenyum bahagia, karena nona muda yang hampir 1 bulan ini seperti Mayat hidup, ternyata bisa mesra yang Bi Ira tau, beberapa hari yang lalu, nona mudanya terus saja menjaili suaminya


" Malam mah, malam ayah." Sapa Ardi dan Lisa berbarengan


" Malam juga sayang." Jawab Ardian dan Mirna berbarengan


Ardi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena mamah dan Ayah menjawab berbarengan, seperti dirinya yang menyapa kedua orang tuanya berbarengan


" Apa yang kau pikirkan?"


" Tidak ada mah."


Ardi menarik kursi untuk istrinya. Lisa langsung duduk masih terus tersenyum. Mirna dan Ardian yang melihat ke mesraan anak dan menantunya keduanya hanya tersenyum, senyuman ke bahagia karena Lisa yang tidak suka bicara dan tidak peduli, sekarang sudah seperti dulu. Seperti biasa mereka makan tanpa pembicaraan. Lisa terus menunduk wajahnya mulai sedikit merah, dirinya sangat malu, pada ibu mertuanya karena ke pergok sedang berciuman di ruang TV. Lisa dan Ardi selsai makan lebih dulu


" Kak, kita ke ruang TV ya."


" Iya sayang."


Ardi dan Lisa langsung berdiri. Mirna langsung berbicara karena mengingat kejadian tadi siang


" Ingat sayang, kalau mau sesuatu di kamar."


" Iya mah." Jawab Ardi


Wajah Lisa semakin merah seperti tomat, dari tadi dirinya sangat malu memikirkan hal tadi siang, sekarang ibu mertuanya langsung berbicara hal itu. Mirna tau Lisa sangat malu dirinya terus tersenyum, karena jarang sekali dirinya bisa menggoda menantunya yang super dingin


" Ayo kak."


" Iya sayang."

__ADS_1


Ardi dan Lisa berjalan ke ruang TV. Mirna dan Ardian terus tersenyum melihat kelakuan anak dan menantunya


" Udah seperti lem, nempel terus." Ucap Mirna masih dengan senyuman


" Iya mah, Ayah saja tidak habis pikir, akhirnya Lisa bisa luluh juga, setelah 1 bulan mereka menikah." Jawab Ardian masih dengan senyuman


...****************...


Ardi dan Lisa duduk di ruang TV. Lisa menyadarkan kepalanya di sofa


" Sayang mau nonton film apa?"


Lisa hanya tersenyum dengan pertanyaan suaminya dirinya langsung mengambil remot dari suaminya. Lisa langsung menyalakan televisi, film seperti tadi siang Angry bird


" Kapan dewasanya, kenapa suka sekali nonton film anak-anak, pantas saja jika marah seperti kulkas, itu persis seperti anak kecil yang merajuk." Batin Ardi


Ardi terus menatap wajah istrinya sambil terus tersenyum. Lisa nonton televisi juga tidak fokus dirinya terus saja teringat perkataan suaminya, kita lanjutkan nanti malam saja, itu lah yang terus terdengar di telinga Lisa


" Apa yang harus aku lakukan, apa aku benar-benar siap untuk melakukan hal itu, tapi Ardi belum mengasih penjelasan kenapa tidak kembali 1 tahun yang lalu, apa aku benar-benar sudah memaafkan ardi setelah apa yang terjadi padaku." Batin Lisa


Lisa melirik ke jam dinding, sudah menujukan 20.00wib


Ardi menatap wajah Lisa seperti menemukan kebingungan


" Apa yang Lisa pikiran, kenapa Lisa seperti memikirkan sesuatu." Batin Ardi


Ardi memutuskan untuk bertanya, dari pada dirinya bertanya-tanya sendiri yang tidak jelas


" Sayang apa ada sesuatu yang kau pikirkan?"


Lisa melirik suaminya


" Tidak ada kak."


Lalu Lisa melihat pada film yang dirinya tonton lagi, walaupun dirinya sangat gelisah. Ardi tau, istrinya berbohong, tapi dirinya tidak ingin menanyakan lagi, bagi Ardi selama hubungan dirinya dengan istrinya baik-baik saja, itu sudah lebih dari cukup. Ardi melirik jam, dirinya hanya tersenyum, dirinya sangat berharap cepat selsai film yang istrinya tonton agar bisa cepat malam pertama. Lisa tambah gelisah setelah melirik jam lagi sudah menunjukkan pukul 20.30 Wib


" Cepat sekalih." Batin Lisa


Ardi melihat istrinya sedikit gelisah, dirinya membuka pembicaraan agar tidak memikirkan sesuatu, yang Ardi tidak tau istrinya memikirkan apa

__ADS_1


" Sayang, apa kau sangat menyukai film ini?"


" Iya kak." Jawab Lisa tanpa melirik suaminya, dirinya masih melihat film yang dirinya tonton


" Apa ada alasannya sayang?" Tanya Ardi lagi


" Ada kak, karena kak Livino menyukai film ini." Jawab Lisa masih tanpa melirik suaminya


Lisa mengatakan sejujurnya karena dirinya dari dulu tidak pernah suka menonton film, tapi semenjak ada Livino dirinya suka menonton karena Livino menemani dirinya selama 1 tahun dan selalu menonton film angry bird itu kenapa dirinya mulai suka nonton. Wajah Ardi sedikit kecewa semua yang istrinya suka, selalu bersangkutan dengan Livino, bukan kecewa karena Lisa meniru kesukaan Livino, tapi dirinya kecewa karena dirinya berpikir bisa tidak mengisi hati istrinya lagi


" Apa aku bisa mendapatkan hatimu lagi, setelah ada kekasih kecilmu, aku tau, Livino orang yang sangat baik, tapi bisakah kau membuka hatimu lagi untukku." Batin Ardi


Setelah suaminya tidak ada pertanyaan lagi Lisa melirik suaminya dirinya melihat suaminya seperti sangat kecewa


" Apa yang Ardi pikiran." Batin Lisa


Lisa memikirkan hal tadi yang di tanyakan suaminya, karena dirinya gelisah, dirinya lupa apa pertanyaan suaminya, dirinya mengingat jawaban apa yang dirinya ucapan lalu dirinya ingat


" Ya ampun, kenapa aku ceroboh sekalih menjawab pertanyaan tadi, Ardi pasti berpikir kalau aku sangat menyukai kak Livino, tapi memang iya, hingga saat ini perasaanku tidak bisa di bohongi, kalau aku masih sedikit memiliki perasaan padanya." Batin Lisa


Film angry bird itu selesai. Ardi langsung mengajak istrinya ke kamar


" Sayang, ayo ke kamar." Ajak Ardi sambil tersenyum


" Apa, ardi mengajak aku ke kamar, apa yang harus aku lakukan." Batin Lisa


Ardi menatap iwajah strinya karena istrinya tidak menjawab ajakan dirinya


" Apa yang Lisa pikiran." Batin Ardi


" Kaka nanti saja ke kamarnya, aku belum ngantuk."


" Iya tidak apa-apa sayang."


Lisa langsung rebahan, kepala dirinya di paha suaminya, sebenarnya dirinya sudah mulai sedikit ngantuk, tapi dirinya masih takut, takut suaminya melakukan sesuatu pada dirinya, yang dirinya tidak tau menolak atau menerima, dirinya juga merasakan kenikmatan yang belum pernah dirinya rasakan, walaupun usia Lisa sudah 23 tahun, tapi dirinya belum pernah melakukan dengan siapa pun, meski hanya sebatas berciuman, tapi dirinya belum pernah melakukan dengan siapa pun termasuk Ardi, saat mereka pacaran Ardi dan dirinya tidak pernah berciuman. Ardi membelai rambut istrinya, dirinya tau, kalau istrinya memiliki rasa ragu pada dirinya


" Lisa, apa kau masih takut melakukannya, atau kau masih sangat mencintai Livino." Batin Ardi yang bertanya-tanya


Ardi mengangkat kepala istrinya sedikit, dirinya mencium kening istrinya sekilas. Setelah itu Ardi membelai rambut istrinya lagi. Lisa tidak bisa di bohongi, perasaan dirinya sangat nyaman saat suaminya memperlakukan dengan lembut

__ADS_1


__ADS_2