
Jam sudah menunjukan pukul 22.00 WIB, tapi Lisa dan Intan masih saja belum pulang membuat Ardi kuatir. Ardi sudah berkali-kali menghubungi ponsel istrinya tapi tidak ada jawaban sama sekali dan dirinya juga sudah menghubungi Intan, tapi ponsel Intan tidak aktif, dirinya sudah bolak-balik di ruang tamu, tapi istrinya masih saja belum pulang. Intan sampai di rumah lalu dirinya langsung turun dari mobil, Intan langsung membuka pintu mobil untuk Lisa, lalu dirinya memapah Lisa karena Lisa mabuk berat, memang setelah belanja Lisa tadi memesan ruangan pribadi untuk minum alkohol, sebenarnya Intan melarang Lisa untuk minum alkohol, karena Intan yakin pasti dirinya yang di salahkan oleh Kaka sepupunya bagaimana pun juga Kaka sepupunya sudah mengenal dirinya saat di Inggris, tentu dirinya tidak ingin di salahkan, tapi karena Lisa memaksa membuat dirinya menyetujui permintaan Lisa, bahkan sepanjang perjalanan tadi Lisa terus saja membicarakan suaminya. Intan langsung membawa Lisa masuk ke dalam rumah. BI Minah yang melihat nona muda mabuk dirinya langsung mendekatinya hingga sampai di depan mereka
" Malam nona, biar bibi bantu."
" Tidak perlu Bi."
Intan terus saja berjalan ke dalam hingga sampai di ruang tamu. Ardi yang melihat Intan dan istrinya langsung mendekatinya hingga sampai di depan Intan, lalu dirinya langsung mengambil alih istrinya dari Intan. Setelah mengetahui istrinya mabuk Ardi menatap Intan dengan tatapan sinis
" Apa kau mengajari istriku untuk mabuk?"
Intan belum juga menjawab pertanyaan dari Kaka sepupunya, tapi Lisa sudah berbicara dengan keadaan mabuk
" Ardi, kau memang sangat bajingan, kau marah dan seolah-olah aku yang salah, tapi ternyata kau yang tidak setia, hahaha, aku memang wanita bodoh bukan?"
" Berhenti berbicara, Intan kau tunggu di sini."
" Baik kak."
Dugaan Intan benar pasti dirinya yang di salahkan oleh Kaka sepupunya. Ardi langsung mengangkat tubuh istrinya menaiki tangga. Lisa terus mencoba untuk turun
" Lepaskan bajingan, aku tidak ingin di sentuh, kau memang sangat tampan, tapi aku tidak sudi di sentuh olehmu."
__ADS_1
" Berapa banyak yang kau minum, hingga kata-kata sangat ngelantur?"
" Bukan'kah kau hanya mempedulikan wanita itu dari pada istrimu sendiri, hahaha iya bukan'kah?"
Ardi tidak menjawab pertanyaan dari istrinya, dirinya terus saja berjalan hingga sampai di ranjang lalu dirinya langsung meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang, setelah itu dirinya melepaskan baju mantel yang di pakai istrinya, setelah selesai Ardi langsung membaringkan tubuh istrinya lalu menyelimutinya
" Kau sekarang istirahat."
Ardi yang akan melangkah lalu istrinya langsung menarik tangan dirinya hingga dirinya terjatuh menindih tubuh istrinya. Wajah Ardi dan wajah Lisa saling beradu keduanya saling bertatap mata
" Apa tubuhku tidak menarik? hingga kau tergoda dengan wanita lain, apa aku harus seperti wanita yang kau temui tadi siang? yang hanya menggunakan kemeja crop lalu memakai rok seatas lutut, apa kau menyukai wanita yang bergaya layaknya wanita murahan? yang memperlihatkan lekuk tubuhnya pada semua orang."
" Berhenti berbicara, mulutmu sangat bau alkohol Lisa."
Lisa pun langsung mengedipkan sebelah matanya pada suaminya. Ardi yang akan bangun dari tubuh istrinya, tapi istrinya langsung melingkarkan tangannya di pinggang suaminya dengan erat
" Mari kita lakukan malam pertama yang tertuda sayang."
" Aku tidak akan melakukan itu Lisa."
Lisa tidak peduli dengan jawaban suaminya dirinya langsung mencium bibir suaminya dengan lembut lalu langsung mendorong suaminya hingga suaminya terjatuh di samping dirinya. Lisa langsung menindih suaminya lalu dirinya mencium bibir suaminya sambil sesekali dirinya gigit bibir bawah suaminya, membuat bibir Ardi sedikit sakit. Ardi mencoba mendorong tubuh istrinya, tapi istrinya itu seperti banyak tenaga setelah hilang kesadaran. Lisa terus saja mencium bibir suaminya hingga dirinya tertidur di atas tubuh suaminya. Ardi menghela nafas lega setelah istrinya tertidur, lalu dirinya dengan pelan-pelan mengangkat tubuh istrinya dan langsung membaringkan tubuh istrinya, setelah itu dirinya duduk lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya. Ardi memegang bibir bawah yang sedikit bengkak
__ADS_1
" Lisa, kau jangan pernah minum alkohol lagi, bagaimana kalau yang kau cium itu pria lain?" Batin Ardi
Ardi langsung turun dari ranjang lalu langsung keluar dari kamar hingga dirinya sampai di ruang tamu yang masih di tunggu Intan. Ardi langsung duduk berhadapan dengan Intan sambil menatap Intan dengan tatapan sinis
" Intan, jangan pernah mengajari Lisa untuk minum alkohol! Kau tau Lisa itu sangat aneh saat keadaan mabuk, dan aku takut dia melakukan dengan pria yang tidak di kenal, kau boleh berteman dengan Lisa, tapi jangan pernah mengajarinya untuk melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan."
Setelah mendengar ucapan Ardi lalu Intan menatap mata Kaka sepupunya, tapi dirinya melihat bibir kak sepupunya itu bengkak membuat dirinya hanya bergeleng-geleng kepala, karena menurut dirinya Lisa sangat buas saat mabuk, tapi dirinya bersyukur karena Lisa tadi mengajak dirinya memesan ruangan pribadi, kalau tidak apa jadinya nanti
" Kak, aku memang Gadis nakal, tapi aku tidak akan pernah mengajari istri polosmu itu untuk minum alkohol, seharusnya kau salah'kan dirimu sendiri yang sudah 2 hari menghindarinya dan 2 hari pula kau pulang dengan keadaan mabuk, bukan'kah itu ajaranmu? kenapa kau menyalahkan aku, dan kau tau, sepanjang jalan Lisa itu berbicara tidak jelas karena melihat kau dengan wanita lain, kak Lisa itu wanita baik-baik, tolong jangan pernah sia-sia'kan Lisa, aku memang dulu sangat membencinya, tapi setelah mengenalnya lebih dekat, aku menemukan ketenangan saat bersamanya, dan akhirnya aku menemukan jawaban kenapa Tante menjodohkanmu dengan Lisa, karena Lisa adalah wanita yang sangat baik dan penyayang. Jika ada masalah maka bicaralah baik-baik dengan Lisa, aku tidak ingin kau menyesal telah menyia-nyiakannya, itu hanya saranku, karena aku juga menyesal telah menyia-nyiakan Yoga."
" Posisiku dan posisimu beda Intan, kau tidak tau apa-apa, tidak perlu menasehatiku, lebih baik kejar saja cintamu itu, tidak perlu ikut campur dengan urusan rumah tanggaku."
Ardi langsung berdiri lalu dirinya akan melangkahkan kakinya, namen tangan kiri dirinya langsung di tahan oleh Intan
" Aku mohon kak, jangan pernah sia-sia'kan Lisa. aku memang tidak tau apa-apa dengan masalahmu, tapi kau tidak akan pernah mendapatkan wanita baik seperti Lisa lagi, yang rela melepas gelarnya dan menjadi ibu rumah tangga yang baik, kau tau Lisa sudah 3 hari ini susah sekali makan, karena selalu memikirkanmu, dan Lisa baru saja makan tadi di Restoran yang sama denganmu."
Setelah mengatakan itu, Intan langsung melepaskan tangan Kaka sepupunya
" Maksudmu, alasan Lisa mabuk karena melihat aku bersama Rahma?"
" Iya kak, Lisa memang tidak ingin marah padamu tadi, karena dirinya mengingat kau tidak menyukai wanita cengeng dan manja, membuat Lisa mencoba terus menahan diri untuk marah, jadi aku mohon kak, tolong selesaikan permasalahanmu dengannya, aku tidak ingin melihatnya menderita, jujur aku sekarang sangat menyanginya, saat aku tau sikap Lisa itu sangat baik."
__ADS_1
" Terimakasih atas penjelasannya."