Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 86. Apa mau aku paksa?


__ADS_3

Intan setelah masak dirinya langsung pergi ke kantor Setiawan Grup, dan sekarang dirinya sudah ada di ruangan Yoga. Intan duduk berhadapan bersama Yoga, keduanya sambil tersenyum. Intan tertuju pada bibir Yoga yang menurut dirinya sangat manis sambil mengingat Kaka sepupunya yang baru saja melakukan malam pertama, bagaimana mungkin mereka sangat bisa menahan nafsu hingga 2 bulan, sedangkan dirinya setiap melihat bibir Yoga, rasanya ingin langsung menerkam. Setelah lama memikirkan hal mesum, lalu Intan memutuskan membuka pembicaraan


" Yoga, apa tidak apa-apa, aku kesini tidak menelponmu dulu?, atau kehadiranku sangat menganggu?"


" Tidak, bagaimana keadaan rumah tangga Kaka sepupumu?"


" Mereka sudah baikan."


" Syukurlah, aku hanya kasihan dengan Lisa."


" Kenpa kau hanya kasihan dengan Lisa? bukan sama kak Ardi?"


" Di sini yang salah Ardi."


" Kenpa bisa begitu?"


" Ardi sulit sekali untuk bertanya, sedangkan Lisa juga tidak tau kesalahan dirinya, membuat pernikahan itu di penuhi dengan masalah."


" Oh gitu."


Yoga hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum, dirinya memandangi wajah Intan dengan pandangan sedikit bingung, kenpa Intan selalu saja ingin bertemu dirinya, membuat dirinya memiliki pikiran dua kemungkinan yaitu menyukai dirinya, atau memiliki tujuan lain, setelah lama berpikir, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya kenapa tidak ke rumah sakit


" Intan, kau tidak ke rumah sakit?, atau kau belum masuk kerja?"


" Sebenarnya sudah, hanya saja aku."


Intan memberhentikan pembicaraannya. Tidak mungkin dirinya mengakui kalau dirinya tidak pergi bekerja karena Yoga, bagaimana kalau Yoga bilang tidak menyukai dirinya lagi, rasanya dirinya belum siap untuk mendengar kenyataan, dan andai waktu bisa di putar lagi, dirinya ingin sekali memutar waktu saat dirinya dan Yoga ada di Inggris, di mana saat itu Yoga memperjuangkan cinta untuk dirinya. Yoga yang melihat Intan diam, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya


" Kau kenapa?, apa pertanyaan aku salah?"


Intan pun sadar dari lamunannya


" Tidak Yoga, Oh iya, aku bawa bekal makan siang, lebih baik makan dulu."

__ADS_1


" Iya terimakasih Intan."


" Sama-sama, tapi maaf iya Yoga, aku masak seperti 2 hari yang lalu, soalnya Lisa sedang bersama kak Ardi, jadi aku belum bisa masak yang lain."


" Tidak apa-apa Intan."


Intan langsung membuka bekel yang dirinya bawa tadi. Yoga hanya memandangi Intan yang sedang membuka bekel sambil tersenyum, senyuman bahagia. Walaupun dirinya mencoba menampik perasaan cinta terhadap Intan, tapi tetap saja saat berhadapan dengan Intan, rasa cinta itu sangat besar, dan ingin sekali mengungkapkan perasaan dirinya sekarang, melihat Intan yang sangat perhatian pada dirinya, tapi dirinya tidak bisa mengungkapkan perasaan itu, karena dirinya takut Intan sedang merencanakan sesuatu terhadap dirinya, membuat dirinya hanya bisa memandangi Gadis yang di cintai secara diam-diam. Intan pun selsai membuka bekal itu


" Makan dulu."


" Iya, apa kau sudah makan siang?"


" Sudah."


" Kenpa kau sudah dua kali ke sini selalu makan siang duluan? kenpa tidak makan bersamaku?"


" Kalau aku makan bersamamu, jantungku bisa loncat dari tempatnya, dekat denganmu saja, aku tidak bisa mengontrol detak jantungku." batin Intan


Yoga yang belum mendapatkan jawaban dari Intan, lalu dirinya langsung bertanya lagi


Intan pun sadar dari lamunannya, setelah di tanya lagi


" Tadi pagi aku tidak sarapan, jadi aku tadi langsung makan karena sangat lapar."


" Oh, seperti itu."


" Iya, sudah makan dulu."


" Baiklah."


Yoga pun langsung makan. Intan seperti biasa dirinya memandangi wajah Yoga sambil tersenyum, dirinya sangat gemes melihat Yoga. Yoga yang sedang makan, tapi dirinya sadar kalau sedang di pandang oleh Intan, membuat dirinya sedikit bingung karena sudah dua kali Intan ke kantor, dan membawa bekal makan, tapi selalu saja di pandang oleh intan, dirinya langsung mengangkat kepala lalu langsung menatap Intan


" Kau kenapa menatapku seperti itu?"

__ADS_1


" Tidak, siapa juga yang menatapmu."


Intan langsung mengalihkan pandangan matanya, dirinya langsung melihat ke luar jendela, dengan wajah yang sangat merah, dirinya benar-benar sangat malu. Intan pikir Yoga tidak akan tau, kalau dirinya sedang memandanginya, tapi ternyata Yoga tau. Yoga hanya tersenyum saat melihat wajah Intan merah, entah kenapa dirinya juga tidak tau, kenpa Intan memiliki rasa malu terhadap dirinya, pedahal dulu Intan adalah Gadis yang suka berbicara apa adanya, tapi sekarang Intan menjadi Gadis pemalu. Tiba-tiba perut Intan berbunyi


Keruyuk...


Intan tambah malu saat perutnya berbunyi, dirinya langsung menundukkan kepala. Yoga yang mendengar bunyi perut Intan, dirinya ingin sekali tertawa, tapi dirinya tahan karena melihat Intan semakin malu, lalu dirinya berjalan mendekati Intan sambil membawa bekal makan itu. Yoga langsung duduk di samping Intan


" Makanlah."


" Tidak perlu."


" Intan, makan bersama saja, ini itu banyak."


" Tidak usah."


Yoga yang mendengar jawaban Intan hanya menghela nafas berat. Yoga langsung mengambil sendok baru, lalu dirinya langsung mengisi sendok itu dengan makanan. Yoga langsung menyodorkan sendok itu pada Intan


" Makanlah."


" Tidak perlu Yoga."


" Apa mau aku paksa?"


Saat mendengar pertanyaan Yoga Intan langsung membuka mulutnya, lalu Yoga langsung menyupi Intan. Intan yang di suapi Yoga, dirinya menatap wajah Yoga lebih dekat, dan dengan detak jantung yang sudah mau loncat dari tempatnya, lalu dirinya mengingat kata-kata Yoga yang mengatakan akan memaksa dirinya membuat dirinya berpikir mesum


" Tidak apa-apa kalau di paksa pake bibir aku tidak akan menolak. Intan kenpa kau jadi mesum seperti ini, lagian juga kenpa harus pake sendok baru, kenpa tidak memekai sendok bekasmu, toh kita juga akan menikah. Ah Intan semakin stress lama-lama kalau dekat dengan Yoga." batin Intan


Yoga hanya tersenyum saat Intan mau di suapi oleh dirinya, dirinya pikir Intan akan marah, tapi ternyata tidak. Yoga tidak menemukan sosok Intan yang dulu, dan perubahan sikap Intan benar-benar berubah sangat cepat, entah apa yang di pikiran Intan, Yoga juga tidak tau, yang dirinya tau sekarang dirinya sedang bahagia bisa menyupi Gadis yang dirinya cintai. Walaupun Yoga tau, dan sadar, dirinya mungkin tidak akan pernah bisa mendapatkan Gadis yang di hadapannya, tapi yang terpenting dirinya sekarang sedang bahagia.Yoga mulai penasaran dengan isi hati Intan, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya


" Intan, apa kau memiliki pria yang kau sukai?"


Intan yang mendengar pertanyaan Yoga membuat nasi yang dirinya kunyah menjadi keras dan hampir saja dirinya tersedak oleh pertanyaan Yoga, lalu dirinya langsung minum. Yoga hanya mengerutkan keningnya, dirinya tidak mengerti kenapa Intan menjadi terkejut dengan pertanyaan dirinya, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya lagi

__ADS_1


" Apa kau memiliki pria yang kau sukai?"


Intan juga bingung, dirinya harus jawab apa, saat mendengar pertanyaan dari Yoga, kalau dirinya jawab iya, dirinya takut Yoga bertanya siapa pria itu, lalu dirinya menjawab kau, tapi dirinya takut kalau Yoga tidak mencintai dirinya, kalau dirinya bilang tidak, tapi dirinya memang sangat mencintai Yoga, dan dirinya takut kalau Yoga juga memiliki perasaan yang sama, lalu Yoga mulai menjauhi dirinya karena dirinya bilang tidak, membuat dirinya bingung


__ADS_2