
Pesta pernikahan itu sudah selesai, orang-orang juga sudah pulang, hanya saja Yoga dan Intan tadi tidak melihat keberadaan Lisa dan Ardi, setelah semua orang mengucapkan selamat, tapi kedua pasangan itu menghilang begitu saja entah kemana. Yoga dan Intan baru saja masuk ke dalam kamar, ia menginap di gedung Haivel. Intan memutuskan untuk mandi, ia meminta suaminya untuk membukakan resleting gaunnya
" Yoga, tolong bukakan resleting gaunku."
" Iya sayang, tapi jangan panggil Yoga terus, kita sudah menikah."
Intan yang mendengar ucapan suaminya, ia menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, ia bingung harus memanggil suaminya dengan panggilan apa, lalu ia langsung menjawab ucapan suaminya
" Lalu aku panggil kau dengan panggilan apa?, aku bingung."
" Setidaknya jangan Yoga, itu terlalu pormal sayang."
" Baiklah, aku panggil kau dengan panggilan suamiku saja."
Yoga yang mendengar jawaban istrinya langsung tersenyum, menurutnya itu adalah panggilan yang paling aneh, jelas suami, ia dan Intan sudah menikah, tapi ia berharap dapat panggilan yang romantis, alih-alih cuma dapat panggilan suamiku, ia akui istrinya itu sangat kaku untuk memanggil seseorang, tapi sekarang bukan kaku lagi, tapi benar-benar kaku. Intan yang melihat suaminya tersenyum, ia bingung, lalu ia langsung bertanya pada suaminya
" Kenapa kau tersenyum?"
" Sayang, bagaimana aku tidak tersenyum, panggilanmu itu sangat aneh."
" Yoga!, jadi kau mengatakan aku juga aneh?"
Yoga yang mendengar pertanyaan istrinya, ia langsung mengalihkan pembicaraan
" Tidak sayang, sini aku buka resleting gaunmu."
" Tidak mau, jawab dulu, apa aku juga aneh?"
Yoga yang mendapat pertanyaan dari istrinya lagi, ia hanya mengiyakan pertanyaan istrinya
" Iya sayang kau memang gadis yang paling aneh."
" Memangnya apa yang aneh dariku?"
Yoga yang mendapat pertanyaan lagi, ia mengalihkan pembicaranya, agar istrinya tidak bingung harus manggil ia dengan panggilan siapa, baginya sekarang tidak masalah, dari pada istrinya terus mencari nama panggilan, toh orang tua istrinya saja hanya memanggil nama, tapi pernikahan mereka tetap langgeng, jadi sekarang ia tidak ingin membuat istrinya bingung, lalu ia langsung menjawab ucapan istrinya
" Bagaimana mungkin seorang gadis mengajak kabur seorang pria, itu tidak masuk akal sayang."
__ADS_1
Intan yang mendengar jawaban suaminya, ia tiba-tiba saja langsung menangis
" Hiks...hiks..hiks.. aku mengajak kabur karena aku tidak rela kau menikah dengan orang lain, hiks.. hiks.."
Yoga yang awalnya mengalihkan pembicaraan agar istrinya tidak bingung, tapi sekarang ia mendapat masalah baru, karena istrinya menangis. Yoga langsung menarik istrinya dalam pelukannya
" Sudah dong sayang, kenapa menangis lagi, katanya mau mandi, sudah kau harus mandi, aku juga mau mandi."
" Iya, tapi saat mengingat itu aku sangat sedih Yoga, hiks...hiks.."
Yoga hanya menghela nafas berat, ia benar-benar bingung menghadapi sikap istrinya, dari mereka menikah, hingga sekarang selsai menikah, istrinya lagi-lagi menangis. Intan masih terus saja menangis di pelukan suaminya, ia setiap mengingat kejadian kemarin-kemarin dan kejadian tadi pagi membuat air matanya terus mengalir, kemarin-kemarin menangis karena sedih, tapi hari ini, ia menangis karena sangat bahagia. Sudah sekitar 10 menit istrinya menangis di pelukannya sambil berdiri. Yoga sudah merasakan lelah, apa lagi tadi pagi ia dan istrinya terus saja berdiri, dan sekarang, harusnya ia mandi, tapi istrinya masih saja menangis di pelukannya, lalu ia langsung berbicara lagi
" Sayang, sudah jangan menangis, aku lelah ingin mandi, kau juga mandi, biar pikiranmu tenang."
" Iya Yoga."
Intan perlahan melepaskan pelukannya, lalu ia langsung menatap mata suaminya, dengan tatapan sedih. Yoga lalu langsung mencium bibir istrinya, setelah itu ia langsung membuka resleting gaun pengantin istrinya
" Sudah selesai, lebih baik kau mandi."
" Iya Yoga."
" Apa yang ada dalam pikiran Intan, kenpa Intan terus saja menangis." batin Yoga
Tidak lama ada suara ketukan pintu
Tok-tok
Yoga berdecak kesal saat mendengar ketukan pintu kamarnya
" Siapa lagi."
Yoga langsung berdiri, lalu langsung mendekati pintu, ia langsung membuka pintu kamar itu, ia melihat Lisa dan Ardi. Setelah di buka pintunya Ardi langsung berbicara lebih dulu
" Pengantin pria?, lama sekali kau membuka pintumu, apa jangan-jangan kau langsung masuk kamar langsung melakukan itu, lihatlah wajahmu seperti sangat kelelahan, pasti langsung enak-enak setelah pesta pernikahan selesai "
" Ardi apa-apaan sih, berbicara asal saja."
__ADS_1
" Tidak asal Yoga, itu pastinya pakta, kau bilang katanya tidak ingin menyentuh istrimu, tapi kau terus saja berpelukan dengan istrimu tadi, dan aku juga ingat pasti kau akan seperti serigala kecil yang kelaparan, melahap habis sesuatu."
Yoga yang mendengar ucapan sahabatnya, ia hanya menghela nafas berat, apa lagi di samping sahabatnya, ada Lisa, ia sangat malu, kalau tidak ada Lisa, ia ingin sekali memberi pelajaran pada sahabatnya, yang memiliki mulut ember, entah kenapa Ardi juga hari ini ini begitu banyak bicara, tidak seperti biasanya, lalu ia langsung menjawab ucapan Ardi
" Berhentilah mengoceh."
" Iya, aku kesini hanya mau pamitan Yoga."
" Lagian kau setelah orang-orang memberi selamat, kau menghilang begitu saja."
" Tadi istriku mual, terus dia ingin makan rujak, jadi aku pergi mencari rujak dengan istriku."
Setelah mendengar jawaban Ardi, Yoga langsung menatap wajah Lisa sambil tersenyum, lalu ia langsung menjawab ucapan Ardi
" Wah, sepertinya adek kecil sudah mulai ngidam."
Yoga langsung berjongkok di depan Lisa, lalu ia langsung berbicara
" adek kecil, kalau ngidam itu yang aneh-aneh, kalau papihmu tidur, kau mau minta di masakin, sekali-kali biar papihmu itu, tidak hanya mengurus pekerjaan terus, tapi juga mengurusmu."
Setelah mengatakan itu, Yoga lalu berdiri lagi. Ardi langsung berdecak kesal saat mendengar ocehan sahabatnya
" Kau itu, mengajari adek kecil yang aneh-aneh, semoga saja, istrimu saat ngidam minta yang aneh-aneh, sudahlah, aku harus pulang, kasihan istriku sangat lelah, ingat pesanku, jangan lama-lama enak-enak nya kasihan Intan dia pasti sangat lelah."
" Ardi, kau masih saja berpikir mesum, aku juga mengerti keadaan, apa lagi hari ini baru saja menikah, pasti sangat lelah, termasuk aku, aku juga tidak memikirkan hal itu, karena terlalu lelah."
Setelah mendengar jawaban Yoga, hanya satu kata yang keluar dari mulut Ardi
" Munafik."
Lisa yang dari tadi hanya diam, ia pun langsung berbicara pada Yoga
" Yoga, tolong jaga lntan baik-baik, tapi kau nanti langsung pulang ke rumah kak Ardi, mungkin juga Tante Mey dan om Rangga akan kembali ke Inggris, mereka berdua tidak akan berani menghubungi kalian, karena takut mengganggu kalian, jadi kau jangan pulang ke rumahmu dulu, agar Intan bisa bertemu dengan mereka dulu."
" Iya Lisa, terimakasih sudah memberi tau."
" Sama-sama, kalau begitu aku sama kak Ardi pamit dulu, aku juga minta maaf sudah menganggu, karena tadi belum pamitan, jadi tidak enak pada kalian."
__ADS_1
" Iya Lisa, hati-hati Ardi kalau menyetir pelan saja."
" Iya."