Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 136.


__ADS_3

Intan masih saja mengingat pelan dada suaminya. Yoga yang merasa geli, ia langsung tertawa. Di kamar itu di penuhi canda tawa mereka berdua hingga jam menunjukkan pukul 05.32 WIB, Intan dan Yoga mulai lelah ia memberhentikan permainannya. Intan menatap bibir suaminya, membuat otak mesumnya kambuh. Yoga yang melihat istrinya menatap bibirnya, ia langsung tersenyum, karena sekarang sudah mulai paham dengan pikiran istrinya, lalu ia langsung bertanya pada istrinya


" Sayang, apa kau menginginkan bibirku?"


Intan yang mendengar pertanyaan dari suaminya, seketika wajahnya sangat merah lagi, ia tidak menyangka kalau suaminya itu sekarang paham, apa yang ada di dalam pikirannya, tapi ia tetap diam, ia juga tidak menjawab pertanyaan dari suaminya. Yoga yang melihat reaksi istrinya, ia langsung mendekati wajah istrinya, hingga wajah ia saling menempel, lalu langsung berbicara lagi


" Sayang, jika mau tidak perlu malu, bukan'kah aku ini suamimu?"


Intan yang mendengar ucapan suaminya, detak jantungnya semakin kencang. Yoga yang tidak mendengar jawaban dari istrinya, ia langsung mencium bibir istrinya, lalu langsung menggigat pelan bibir bawah istrinya. Intan juga mulai membalas ciuman suaminya, hingga ciuman itu berubah menjadi lumut*n, keduanya saling menikmati permainan pagi hari. Setelah sekitar 10 menit, Yoga langsung menghentikan ciumannya, lalu ia langsung menurunkan tali baju tidur istrinya satu persatu, hingga istrinya hanya memakai Bra kemben, di tengah Bra kemben terlihat jelas dada mulus istrinya itu, membuat ia lebih terangsang saat melihatnya, ia langsung memainkan gundukan kenyal itu. Intan yang sudah terangsang ia mulai mendesah pelan. Yoga yang mendengar suara desahan pelan istrinya, ia langsung memainkannya dengan lembut, sesekali ia memberi tanda kepemilikannya, setelah sekitar 10 menit ia langsung menghentikan permainannya, lalu langsung membuka seluruh bajunya hingga ia telanjang bulat. Setelah itu, Yoga langsung melepaskan seluruh pakaian yang di gunakan istrinya. Intan yang malu ia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Yoga tersenyum saat melihat tingkah malu istrinya, lalu ia langsung membisikkan sesuatu pada istrinya


" Sayang, aku sudah tidak tahan."


Intan yang mendengar ucapan suaminya, ia hanya menjawab dengan anggukan kepala. Yoga langsung mengarahkan keperkasaannya pada mahkota istrinya, ia mulai memasukannya dengan perlahan. Intan yang merasa sangat sakit ia langsung berbicara pada suaminya


" Sakit suamiku."


" Tahan sayang."


Intan hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia langsung memejamkan mata sambil mencengkram leher suaminya dengan kuat. Bukan hanya Intan yang merasakan sakit, tapi Yoga juga merasakan sakit, karena istrinya mencengkeram kuat lehernya, membuat kuku istrinya itu meluki lehernya. Yoga yang sudah benar-benar lelah dengan permainannya, ia langsung memaksa masuk keperkasaannya. Intan yang merasa sakit ia langsung teriak


"Ah...!"


Setelah teriak ia langsung menutup mulutnya dengan menggigit tangan kirinya sendiri, ia sekarang ingat ucapan Lisa, yang mengatakan malam pertama itu tidak seindah yang kau bayangkan, ternyata benar, ia sekarang merasakan itu, dan bahkan sangat menyakitkan menurutnya. Setelah keperkasaannya masuk, Yoga diam sebentar, ia menatap wajah istrinya yang meringis kesakitan, lalu ia langsung mengecup kening istrinya, setelah itu ia langsung melepaskan tangan istrinya yang ada di mulut istrinya sambil berbicara

__ADS_1


" Jangan di gigit sayang, sakit nanti tangannya."


Intan hanya menjawab dengan anggukan kepala. Yoga langsung m*lum*t bibir istrinya lagi, lalu langsung memainkannya dengan perlahan-lahan. Intan yang merasakan sakit, ia sesekali menggigit bibir suaminya. Yoga yang di gigit ia tetap melanjutkan permainannya, walaupun ia sudah benar-benar merasakan perih di lehernya dan di bibirnya, tapi ia tetap diam. Setelah Sekitar 2 jam mereka menyudahi permainannya. Yoga langsung merebahkan tubuhnya di samping istrinya, ia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya, lalu ia langsung mengecup kening istrinya. Intan hanya diam, ia hanya menatap suaminya. Yoga langsung bertanya pada istrinya yang hanya diam


" Apa kau tidak apa-apa sayang?"


Intan yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia langsung menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik suaminya sambil memeluk suaminya dengan erat, lalu ia langsung menjawab ucapan suaminya


" Sakit tau Yoga."


Yoga yang mendengar ucapan istrinya, ia langsung tersenyum, karena istrinya mungkin lupa, biasanya istrinya akan memanggil suamiku, tapi kali ini, istrinya hanya memanggil namanya, lalu ia langsung menjawab ucapan istrinya


" Iya wajarlah, ini pertama sayang, nanti juga terbiasa."


" Kau jahat Yoga, kenapa kau menanggapinya dengan santai?, yang aku rasakan itu benar-benar sangat sakit."


Yoga yang mendengar ucapan istrinya, ia hanya menghela nafas berat, ia tidak pernah tau kalau istrinya memang tidak bisa merasakan sakit sedikit saja di tubuhnya, lalu ia langsung menjawab ucapan istrinya


" Iya aku minta maaf sayang, tapi harus bagaimana lagi?"


Intan yang mendengar ucapan suaminya, ia langsung mencoba memejamkan mata, agar tidak merasakan sakit. Yoga hanya mengelus lembut punggung istrinya, agar istrinya itu tertidur, ini memang salahnya, ia melakukannya dengan sekaligus karena lelah dengan perlahan, dan membuat istrinya merasakan sakit, tapi menurutnya itu adalah wajar karena ini pertama kalinya, tapi ia tidak pernah menyangka, Kalau istrinya akan menanggapinya seperti gadis kecil. Intan yang mencoba memejamkan mata, tapi tetap saja, ia tidak bisa tidur, lalu ia ingat kalau tadi berkali-kali mencengkeram leher suaminya, ia langsung bertanya pada suaminya


" Yoga, apa lehermu baik-baik saja?"

__ADS_1


" Leherku baik-baik saja sayang."


" Tapi tadi aku mencengkram lehermu dengan kuat."


" Tidak apa-apa sayang, hanya lecet kecil, itu sangat wajar, tidak perlu di pedulikan leherku."


" Yoga, terimakasih."


" Terimakasih untuk apa sayang?"


" Terimakasih karena kau selalu mengerti perasaanku, kau selalu berpikir dewasa, aku bersyukur bisa memilikimu, aku berjanji dari sekarang, aku akan selalu belajar menjadi istrimu yang baik, dan menjadi istrimu yang kau inginkan, aku akan melakukan apa pun yang kau suruh, Aku mencintaimu Yoga."


Yoga yang mendengar ucapan istrinya, ia langsung mengecup puncak kepala istrinya, lalu ia langsung menjawab ucapan istrinya


" Tidak perlu berterimakasih sayang, aku juga akan belajar menjadi suamimu yang baik, sekarang kita sudah menikah, aku harap kau bisa mengerti sikapku seutuhnya, dan aku juga berharap kau tidak memiliki sikap kanak-kanakan."


Intan yang mendengar ucapan suaminya yang mengatakan kanak-kanakan, ia mengingat tadi yang seperti anak kecil, tapi ia memang tidak bisa merasakan ada goresan sedikit saja di tubuhnya, lalu ia langsung menjawab ucapan suaminya


" Iya aku akan berusaha bersikap dewasa Yoga, aku minta maaf karena mungkin aku bersikap kanak-kankan."


Yoga yang mendengar permintaan maaf istrinya, ia langsung mengingat kejadian tadi, mungkin istrinya juga minta maaf karena tadi bersikap kanak-kankan, sebenarnya ia tidak bermaksud untuk membahas istrinya yang mengatakan sakit, ia sama sekali tidak berpikir seperti itu, ia hanya ingin istrinya belajar bersikap dewasa, lalu ia langsung menjawab permintaan maaf dari istrinya


" Tidak perlu minta maaf sayang, sekarang kita sudah membuka kehidupan baru."

__ADS_1


" Iya suamiku."


__ADS_2