
Ardi hari ini bangun lebih pagi karena dirinya akan berangkat pukul 05.21 WIB, dirinya sudah mandi dan sudah rapih, lalu ia duduk di sisi ranjang sambil memandangi istrinya yang masih tertidur pulas, dirinya kemarin pulang pukul 23.21 WIB, membuat istrinya tidur sangat malam karena masih menunggu dirinya pulang. Ardi memandangi wajah Lisa sambil tersenyum seandainya dirinya tidak memiliki pekerjaan dirinya juga tidak ingin jauh dari istrinya. Tidak lama Lisa pun bangun, ia membuka mata dengan perlahan sambil mengusap wajah memakai 2 tangan dirinya. Lisa sangat terkejut saat suaminya sudah duduk sambil memandangi dirinya ia segera duduk sambil merapikan rambutnya
" Kaka kenapa memandangi aku seperti itu, apa aku jelek setelah bangun tidur?"
" Tidak sayang, kau selalu cantik dan paling cantik."
" Kaka! pagi-pagi sudah membuat aku melayang."
" Bentar aku cuci muka dulu kak."
" Iya sayang."
Lisa langsung turun dari ranjang lalu ia langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi, setelah di kamar mandi Lisa langsung mencuci muka dan menggosok gigi setelah itu ia berjalan lagi mendekati suaminya yang masih setia menunggu dirinya di atas ranjang. Lisa langsung mendekati suaminya lalu ia duduk di samping suaminya
" Kaka, mau aku buatkan susu hangat?"
" Tidak perlu sayang, kau cukup mengasih bibir manismu untuk aku cium itu sudah lebih cukup bahkan sangat cukup."
" Kaka, sekarang masih pagi."
" Memang kenapa kalau masih pagi?, sini duduklah di pangkuanku"
Lisa tidak menjawab perkataan suaminya, tapi dirinya hanya menuruti perkataan suaminya, dirinya langsung duduk di pangkuan suaminya. Ardi dan Lisa saling memandang satu sama lain. Ardi langsung mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya lalu ia langsung mencium bibir istrinya. Lisa juga membalas ciuman itu, setelah 3 menit mereka menghentikan ciumannya. Ardi langsung memeluk istrinya sambil membelai rambut istrinya
" Sayang, di rumah harus jaga diri baik-baik, ingat jangan terlalu mudah untuk mendengarkan perkataan orang lain."
" Iya Kaka."
Ardi sebenarnya ingin menjelaskan kalau Intan menyukai dirinya, tapi ia urungkan karena memang penjelasan itu sepertinya tidak masuk akal karena Intan adalah adik sepupu dirinya. Lisa lagi-lagi di buat bertanya-tanya oleh suaminya itu, kenapa suaminya dari kemarin selalu saja mengatakan itu, tapi dirinya enggan untuk menanyakan pada suaminya jadi dirinya hanya menjawab dengan kata Iya. Setelah 3 menit Ardi melepaskan pelukannya lalu ia mencium kening istrinya
" Sayang, aku harus berangkat sekarang."
" Baiklah kak."
Lisa langsung berdiri lalu Ardi juga berdiri ia langsung keluar dari kamar. Lisa berjalan bersama suaminya menuruni tangga hingga tidak terasa air mata dirinya itu menetes, memang yang dirinya rasakan sangat berat harus di tinggal berbisnis hingga mereka sampai di luar yang sudah di tunggu Santi
__ADS_1
" Pagi pak CEO, pagi nona muda." Sapa Santi sambil membukukan badan
" Iya Santi." Jawab Ardi
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala. Ardi dan Lisa saling berhadapan ia saling menatap mata
" Sayang, aku berangkat dulu, nanti setelah masuk kau tidur lagi, ini masih pagi."
" Iya Kaka, hati-hati."
" Iya sayang, sudah jangan menangis, aku tidak lama hanya 7-8 hari, tapi aku usahakan agar secepatnya selsai."
Ardi menghapus air mata istrinya lalu ia memeluk istrinya lagi, dirinya juga berat walaupun hanya pergi beberapa hari, apa lagi sekarang baru saja istrinya menerima dirinya. Santi hanya menunduk malu melihat kemesraan pak CEO, dirinya tidak menyangka bahwa istri dari pak CEO itu bisa menangis karena melihat nona Lisa selalu dingin dan tidak peduli membuat dirinya terharu pada pak CEO bisa membuat Gadis dingin menangis
" Hebat sekali pak CEO bisa membuat nona Lisa menangis." Batin Santi
Setelah 2 menit Ardi dan Lisa melepaskan pelukannya. Lisa mencium bibir suaminya sekilas, lalu dirinya langsung membuka pintu mobil untuk suaminya
" Masuklah Kaka, cepat kembali."
" Sama-sama kak."
Ardi langsung masuk ke dalam mobil itu, setelah itu Lisa langsung menutup pintu mobil. Setelah pak CEO masuk Santi pun berpamitan dengan nona Lisa
" Saya, pamit dulu nona muda."
" Iya Santi, hati-hati."
" Baik nona muda."
Santi langsung masuk ke dalam mobil itu lalu ia langsung melanjutkan mobil itu. Setelah mobil suaminya pergi Lisa masuk lagi ke dalam rumah lalu ia langsung menaiki tangga hingga dirinya sampai di kamar. Lisa langsung merebahkan tubuhnya lagi lalu menarik selimut ia memutuskan untuk tidur lagi, hingga dirinya pun tertidur. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB, Mirna dan Intan sudah duduk di meja makan ia akan memulai sarapan karena Mirna akan pergi menemui sahabat lamanya. Mata Intan melihat di seluruh ruangan itu ia memutar bola matanya melihat keberadaan Lisa, tapi dirinya belum melihat Lisa membuat Intan berdecik kesal
" Dasar wanita bermuka dua, giliran suaminya pergi saja kau bahkan belum muncul juga sudah jam segini, nikmati saja dulu, setelah aku berbicara padamu, kau pasti akan menangis." Batin Intan
Tidak lama Lisa turun masih menggunakan baju tidur dan bando kelinci karena sudah sangat lapar. Kemarin malam dirinya tidak makan menunggu suaminya pulang, tapi ternyata suaminya pulang malam jadi dirinya tidak makan karena langsung tidur. Lisa pun sampai di meja makan
__ADS_1
" Pagi mah, pagi Intan."
" Pagi juga menantu mamah yang cantik."
" Pagi juga Lisa."
Lisa langsung menggeser kursi untuk duduk. Mirna langsung mengambilkan makanan untuk menatunya lalu ia langsung meletakkan di meja depan menatunya karena dirinya tau, semalam menantunya tidak makan, apa lagi sekarang Ardi pergi keluar kota untuk pertama kalinya jadi dirinya takut kalau menantunya merasa canggung, dirinya juga dulu pernah muda tentu pernah merasakan seperti menantunya
" Mamah, Lisa bisa ambil sendiri."
" Tidak apa-apa sayang, sekarang kau sarapan."
" Iya mah."
Mereka langsung sarapan tanpa ada pembicaraan. Intan melihat perlakuan Tantenya yang menurut dirinya berlebihan sangat marah, dirinya baru saja dua hari di sini terus saja di buat emosi oleh keluarga ini
" Dasar wanita sialan, kau benar-benar sudah merebut segalanya." Batin Intan
Intan selsai makan lebih dulu karena dirinya akan merencanakan sesuatu untuk Lisa ini adalah kesempatan dirinya untuk bersandiwara di depan Lisa yang menurut Intan wanita polos, apa lagi sekarang Ardi tidak ada di rumah dan Tantenya akan pergi juga, lalu Intan pun berdiri
" Tente, Lisa, aku masuk kamar dulu."
" Iya Intan."
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala karena mulutnya masih mengunyah makanan. Intan pun langsung berjalan ke kamar sambil tersenyum sinis melihat Lisa. Marina pun sudah selsai sarapan, tapi dirinya masih menunggu menantunya. Lisa setelah selesai sarapan langsung melihat ke ibu mertuanya yang sudah rapih lalu ia memutuskan untuk bertanya
" Mamah, pagi-pagi mau kemana?"
" Mamah mau bertemu teman lama sayang, apa mau ikut?"
" Tidak mah, Lisa di rumah saja lagian itu obrolan ibu-ibu."
" Baiklah, kalau begitu mamah berangkat dulu."
" Iya mah."
__ADS_1
Mirna langsung pergi ke kamarnya untuk mengambil tas, sedangkan Lisa berjalan ke ruang tv, dirinya langsung menyadarkan kepalanya di sofa