Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 185. Sadar


__ADS_3

Sudah 5 hari berlalu, seperti biasa Arga tetap setia menunggu Jenni sadar, walaupun Jenni belum sadar sepenuhnya, tapi Arga mulai tenang, karena setiap kali ia berbicara pada Jenni, Jenni akan menangis dan jarinya juga bergerak, baginya itu adalah kebahagian untuk ia, dan sudah 5 hari juga Arga tidak makan, tapi sudah 2 hari ia minum, ia takut tubuhnya akan sakit dan tidak bisa menunggu Jenni sadar, untuk itu ia hanya minum. Setelah mengelap tangan dan kaki Jenni, Arga mulai lelah, ia memutuskan untuk tidur sebentar, Arga tidur masih tetap di kursi, ia langsung menyadarkan kepalanya di ranjang dan tangannya sambil memegang tangan Jenni, hingga ia terlelap. Setelah Arga tertidur sekitar 30 menit, Jenni pun mulai sadar, ia langsung membuka matanya, lalu langsung melihat ke arah samping kanan, ia langsung tersenyum saat melihat tuan mudanya yang sudah menemaninya hingga 5 hari, bahkan selalu mengoceh tanpa henti-hentinya, membicarakan saat pertama bertemu. Jenni tidak menyangka, kalau tuan mudanya dulu mendengar kata-katanya, yang mengatakan tuan mudanya anak mamih. Jenni langsung mengucapkan terimakasih pada tuan mudanya, tapi ia hanya bisa mengucapkan di hatinya sambil menatap wajah tuan mudanya yang terlelap


" Terimakasih, sudah mau merawatku, dan menemaniku, maaf, aku ternyata pernah salah paham, aku pikir kau pria yang egois, tapi ternyata kau orang yang baik, rumor yang di katakan orang-orang itu benar, mungkin jika aku tidak terluka, aku tidak akan pernah tau sikapmu, tuan muda, kau mengingatkanku dengan pria cengeng, kau seperti dia, kau selalu menangis, membuat aku tambah merindukan pria cengeng itu, aku sangat merindukannya, aku ingin tau hidupnya seperti apa, aku berharap bisa bertemu dengan dia, tapi ternyata hingga sekarang aku belum juga bertemu dengannya, tapi pria cengeng itu sangat pintar, dia hanya memberiku gelang yang bersimbol LA, entah apa artinya gelang itu, aku sudah mencari perusahaan bernama LA, tapi tetap saja tidak menemukannya."


Jenni memang berharap bisa bertemu dengan pria cengeng di masa kecilnya, ia ingin tau sekarang pria itu seperti apa, apa lagi ia juga sama sekali tidak pernah tau nama pria cengeng itu. Jenni memang pernah bertanya siapa nama pria itu, tapi pria itu, hanya memberikan gelang pada Jenni, dan mengatakan, jika kita bertemu lagi, kau akan tau apa arti dari LA, dari ucapan itu, membuat Jenni tidak pernah mengetahui siapa nama pria cengeng itu. Jenni, langsung melepaskan tangan tuan mudanya yang memegang tangannya, lalu ia langsung mengusap lembut pucuk kepala tuan mudanya, dan tangan kirinya, ia langsung melepaskan oksigennya, setelah itu ia langsung berbicara pada tuan mudanya


" Dasar pria cengeng."


Setelah mengatakan itu, Jenni langsung tersenyum, ia tidak menyangka akan melihat tingkah aneh tuan mudanya, yang selalu saja berbicara dan menangis. Jenni langsung berbicara lagi pada tuan mudanya


" Kau tidak perlu minta maaf tuan muda, tuan muda sudah berubah menjadi lebih baik saja, saya sudah senang, saya harap tuan muda tidak pernah melakukkan kesalahan lagi, saya harap tuan muda bisa melupakan nona Lisa, dan bisa mencintai Gadis yang belum memiliki hubungan dengan pria lain, agar tuan muda mengejar Gadis itu tidak menggunakan kekasaran, saya tau, tuan muda melakukkan itu karena cinta, tapi yang tuan muda lakukan itu salah, tuan muda, terimakasih karena kau sudah menjagaku, dan terus mengoceh hanya untuk saya, dan terus setia menunggu saya sadar, kau selalu ada di samping saya, hingga tidak mengurus tubuhmu sendiri."

__ADS_1


Jenni mengatakan itu, ia melihat tuan mudanya yang sangat sederhana, rambutnya saja acak-acakan, tuan mudanya tidak mengurus penampilannya, yang biasanya terlihat sangat tampan dan cool, tapi sekarang sudah seperti pria kecil. Arga pun bangun, tapi ia masih memejamkan mata, ia mendengar suara Jenni samar-samar, ia seperti sedang mimpi, lalu ia langsung berbicara di dalam hatinya, tanpa membuka matanya


" Apa aku sedang mimpi, tapi suara Jenni sangat jelas di telingaku, apa jangan-jangan aku sudah gila?, karena Jenni hingga sekarang belum juga sadar, tapi tidak mungkin aku gila, iya kalau tidak gila, itu benar-benar mimpi, mungkin aku yang terlalu berharap agar Jenni cepat sadar, hingga aku mendengar suara Jenni samar-samar." batin Arga


Arga sama sekali tidak membuka mata, ia pikir semuanya hanya mimpi, atau pun ia yang terlalu berharap, hingga membuat ilusi terhadap Jenni, tapi tiba-tiba ia merasa ada yang mengelus rambutnya, lalu ia menyadari kalau tangan Jenni sudah tidak ada di pegangnya, ia langsung meraba-raba samping ranjang, tapi tidak menemukan tangan Jenni, lalu ia langsung mengangkat kepalanya, ia langsung melihat wajah Jenni, ternyata benar Jenni sudah sadar. Jenni yang melihat tuan mudanya bangun, ia sangat terkejut, lalu langsung memanggil tuan mudanya


" Tuan muda."


Arga yang di panggil oleh Jenni, ia tampa sadar langsung memeluk Jenni yang masih terbaring, lalu ia langsung berbicara pada Jenni


Arga langsung menetaskan air mata, tapi kali ini, ia meteskan air mata bahagia. Jenni hanya mengelus-elus punggung tuan mudanya, dan langsung minta maaf pada tuan mudanya

__ADS_1


" Tuan muda, aku minta maaf, aku telah membuatmu sangat kuatir, maafkan aku tuan muda, dan terimakasih, sudah menjagaku selama aku tidak sadar, aku tidak tau, harus membalas kebaikan tuan muda dengan cara apa."


Arga langsung melepaskan pelukannya, ia langsung meletakkan telujuknya pada bibir Jenni, lalu ia langsung berbicara pada Jenni


" Kau adalah Gadis bodoh, bagaimana mungkin kau mengatakan ingin membalas kebaikanku, luka yang kau dapatkan tidak setimpal dengan kebaikanku padamu Jen, dan terimakasih, kau sudah bisa bertahan untuk tetap hidup, karena aku tau, mungkin kalau orang lain yang mendapatkan luka itu, mungkin dia tidak akan bertahan, Jen, aku berjanji, aku akan menjadi pria yang lebih baik lagi, dan ajari aku menjadi pria yang baik sepertimu, kau adalah Gadis yang bisa menyimpan seribu luka di balik senyuman manismu, ajari aku bagaimana caranya,agar aku tidak memiliki amarah terlalu tinggi, dan ajari aku, bagaimana caranya untuk mengiklaskan sesuatu yang tidak seharusnya aku miliki."


" Tuan muda, saya adalah seorang bawahan, dan tugas saya hanya menyelesaikan kasus korupsi di kantor tuan muda, bukan mengajari tuan muda untuk menjadi lebih baik, karena segala sesuatunya, itu tergantung pada diri kita, kalau kita yakin tidak akan melakukkan kesalahan untuk orang lain, kita pasti bisa melakukannya, bukan menurut orang lain "


Arga yang mendengar jawaban dari Jenni mengatakan panggilannya saya, ia tidak ingin lagi mendengar panggilan saya, ia ingin Jenni memanggil diri sendiri dengan panggilan aku, entah kenapa ia ingin lebih dekat lagi dengan Jenni


" Jen, berhentilah memanggil saya, dan panggil diri sendiri dengan panggilan aku, aku tidak ingin lagi mendengar panggilan saya."

__ADS_1


" Tapi tuan muda, itu sangat tidak sopan, saya adalah bawahan."


" Tidak ada kata tapi Jen."


__ADS_2