Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB. 51. Salah paham


__ADS_3

Tidak ada jawaban lagi dari Intan, karena perasaan dirinya benar-benar kecewa, mulutnya seperti terkunci. Ardi langsung keluar dari kamar Intan lalu dirinya langsung menuruni tangga lagi untuk ke kamarnya, tapi setelah di depan pintu dirinya mendengar isak tangis istrinya lagi, membuat dada Ardi benar-benar sesak, rasa lelah dan capek itu hilang seketika terganti oleh rasa kacau saat melihat istrinya seperti ini. Ardi pun dengan perlahan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, dirinya mendekati istrinya yang menangis di atas ranjang setelah sampai dirinya langsung duduk di samping istrinya


" Sayang, sudah jangan menangis."


Ardi menghapus air mata istrinya, tapi dengan kasar tangan dirinya itu di hempasan oleh istrinya, entah apa yang ada di dalam pikiran istrinya sekarang


" Jangan pernah menyentuhku, jauhkan tangan kotormu itu!"


Ardi pun melihat tangan dirinya sendiri bahkan tidak kotor sama sekali, tangan dirinya itu benar-benar bersih, lalu dirinya memandangi wajah istrinya yang penuh dengan air mata


" Sayang tanganku sama sekali tidak kotor."


Ardi tidak tau, kalau istrinya itu melihat dirinya masuk ke dalam kamar Intan karena awalnya istrinya ingin menanyakan tentang mereka, tapi bahkan Lisa melihat dengan kepala sendiri karena kamar Intan adalah di depan kamar dirinya, walaupun dirinya di lantai 3 sangat terlihat jelas, membuat dirinya salah paham lagi pada suaminya itu


" Apa kau bilang tidak kotor, tanganmu itu sangat kotor! Walaupun kau mencuci bersih memakai air, tapi tidak akan pernah bisa membersihkan tanganmu yang sudah ternoda!"

__ADS_1


Ardi sekarang baru mengerti maksud dari perkataan istrinya, pasti istrinya tadi itu melihat dirinya masuk ke dalam kamar Intan, yang awalnya dirinya tidak ingin masalah semakin rumit, bahkan sekarang menjadi semakin rumit, dan perasaan dirinya benar-benar sesak melihat istrinya seperti ini. Ardi lebih baik di abaikan oleh istrinya tidak sesakit ini, tapi melihat istrinya yang terus menangis membuat dada dirinya benar-benar sesak melihat orang yang sangat dirinya cintai menangis karena hal yang belum jelas. Lisa memandangi suaminya dari atas sampai bawah dengan penuh rasa benci dan rasa sakit hati, dirinya tidak pernah menyangka bahwa suaminya itu bukan hanya berpikir mesum pada dirinya, tapi ternyata pada wanita lain juga sama. Ardi yang di pandangi istrinya dirinya mengerti kalau istrinya itu mencari ada bekas bercumbu atau tidak, dirinya pun memutuskan untuk menjelaskan tentang dirinya dan Intan


" Sayang, aku dan Intan sama sekali tidak ada hubungan apapun, ini hanya salah paham, dan hanya."


Ardi belum selesai bicara, tapi istrinya itu langsung menyela pembicaraan dirinya


" Tidak ada hubungan kau bilang! Kau masuk dalam kamar Intan dan sangat lama, di kamar itu kau ngapain hah? kalian berdua memang sangat cocok, kau yang selalu berpikir mesum dan Intan adalah wanita murah yang rela di tiduri oleh pria yang belum sah jadi suaminya! Kenapa kalian tidak menikah saja, kenapa harus aku yang kau nikahi kak, kenapa mamah menjodohkan kita, aku sekali lagi jatuh dalam lubang yang sama, di saat aku sudah sangat mencintaimu, tapi apa balasannya!"


" Sayang, tolong dengarkan penjelasan aku, tidak ada masalah yang selesai tanpa penjelasan, aku mohon jangan menangis dengan hal yang belum jelas."


Ardi langsung meneteskan air mata, dirinya sudah tidak bisa menahan air matanya lagi, melihat istrinya yang terus menangis dan tidak ingin mendengar penjelasan dirinya, membuat dada dirinya sudah benar-benar sesak, dirinya akui istrinya itu memang keras kepala dan selalu tidak pernah mendengar penjelasan orang lain, tapi dirinya juga bingung entah kenapa perkataan Intan dalam sekejap bisa masuk dalam otak istrinya itu, tapi dirinya akan berusaha menjelaskan pada istrinya dan apa yang istrinya lihat itu salah


" Sayang, semua yang kau lihat itu tidak benar, dan mamah menjodohkan kita karena kita masih saling mencintai, dan hanya Intan yang."


"Cukup kak!, aku tidak butuh penjelasan apapun lagi."

__ADS_1


Lagi-lagi istrinya itu memotong pembicaraan dirinya, membuat dirinya hanya bisa menarik nafas kasar, selain itu dirinya tidak bisa melakukan apa-apa, jika dirinya menjelaskan dengan nada tinggi, dirinya takut trauma istrinya akan kambuh lagi, membuat Ardi serba salah sekarang. Ardi baru saja akan menghapus air mata istrinya, tapi istrinya langsung menghempaskan tangan dirinya lagi. Lisa setelah menghempaskan tangan suaminya, dirinya dengan perlahan turun dari ranjang lalu duduk di lantai sambil kepalanya menyadar di sisi ranjang. Ardi pun ikut duduk di lantai di samping istrinya


" Tolong jangan menangis, aku mohon sayang, jangan membuang air mata yang sangat berharga untuk hal yang tidak jelas, bisakah kau mendengarkan penjelasa aku dulu?"


" Tidak kak, aku tidak ingin mendengar penjelasan Kaka, aku ingin pulang, aku tidak mau di sini, aku benci rumah ini, aku juga benci kaka, dan aku benci semua orang yang ada di sini, kenapa kalian dengan tega membodohi aku dan menjodohkan aku untuk melupakan masa lalumu itu benar-benar sadis kak!"


" Mamah, sama sekali tidak tau hal ini, dan aku mencintaimu tulus, hingga 8 tahun ini, kau selalu ada di pikiraku, aku tidak pernah sekalipun melupakanmu, dan Intan itu tidak lebih hanya adik sepupu."


" Cukup! Aku tidak ingin dengar penjelasan kau dengan wanita murahan itu, aku ingin pulang, aku tidak ingin lagi di sini."


Lisa langsung berdiri dengan kaki yang lemas. Ardi juga ikut berdiri saat Lisa akan melangkahkan kakinya Ardi langsung menarik Lisa dalam pelukan dirinya yang sangat erat. Lisa yang akan melepaskan pelukan dari suaminya, tapi tidak bisa karena tenaga dirinya sudah terkuras habis oleh air mata, apa lagi suaminya itu memeluk dirinya sangat erat


" Sayang, jangan pernah menghindar dari masalah karena kalau menghindar dari masalah tidak akan selsai-selesai, kau sudah dewasa harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik."


Lisa tidak menjawab perkataan dari suaminya, tapi dirinya yang di peluk oleh suaminya itu terus saja mengedus baju suaminya dan mencari aroma parfum dari suaminya, tapi ternyata aroma parfum suaminya itu tidak ada yang berubah, akhirnya membuat dirinya berpikir, apa suaminya itu benar-benar tidak menyentuh wanita lain, karena dirinya yang sangat teliti dalam penciuman tidak mungkin salah, lalu apa dirinya harus mendengarkan penjelasan dari suaminya itu, atau dirinya lebih baik pulang karena pernikahan ini sudah benar-benar tidak ada gunanya lagi kalau suaminya saja sudah menyukai wanita lain. Ardi tau istrinya itu sedang menghirup aroma parfum dirinya, sedang mencari tau dirinya itu menyentuh wanita lain atau tidak, membuat Ardi berharap kalau istrinya itu bisa mendengar penjelasan dirinya, agar permasalahan Intan itu selesai, memang dugaan Ardi tidak pernah salah, dirinya dulu memiliki kekuatiran pada istrinya yang takut salah paham akhirnya terjadi, tapi dirinya bersyukur karena memasang cctv tersembunyi, kalau tidak begitu dirinya juga tidak tau istrinya menangis karena apa, karena istrinya itu selalu saja sulit untuk menjelaskan pada dirinya

__ADS_1


__ADS_2