
Ria yang sangat emosi, tapi ia tidak ingin membuat suasana semakin panas, ia hanya ingin masalah sahabatnya selsai, walaupun sangat emosi, ia mencoba menahan emosi itu, hanya untuk sahabatnya, lalu ia langsung bertanya pada sahabatnya
" Lalu apa yang kau inginkan dari kejadian ini?"
Lisa yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya, ia langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung menatap mata sahabatnya, setelah itu ia langsung menjawab pertanyaan sabatnya
" Aku, tidak tau Ria, aku masih mencintainya, tapi aku juga sangat sakit hati atas ucapannya."
" Lisa, pertengkaran dalam rumah tangga, itu sangat wajar, jadi kau harus bisa mengambil sikap yang bijak, kau harus mengambil pelajaran dari kejadian ini, kau tidak boleh egois."
" Tapi aku tidak bisa di katakan seperti itu, apa mereka menganggap aku wanita rendahan, hingga mereka mengatakan itu?"
" Lisa, ini mungkin hanya sebuah salah paham."
" Ria, aku tidak ingin hidup dengan pria yang tidak pernah memberikan kepercayaan, aku benci dengan keadaan ini!"
__ADS_1
Ria yang mendengar jawaban sahabatnya, ia hanya menghela nafas berat, ia juga sangat kecewa dengan Ardi, yang sudah di berikan kesempatan kedua, tapi Ardi sama sekali tidak memberikan Lisa kepercayaan, kalau ia tidak kasihan pada sahabatnya, ia ingin menyuruh sahabatnya untuk berpisah, karena bagi Ria juga sama, kepercayaan adalah segalanya, tapi ia mengingat kejadian 5 tahun yang lalu, ia ingit sahabatnya menangis setiap hari karena pria yang sekarang menjadi suaminya, untuk itu, ia membuang sikap benci itu jauh-jauh, selama sahabatnya bahagia, ia akan bahagia, lalu ia langsung menasehati sahabatnya
" Lisa, dalam sebuah pernikahan, memang sudah biasa. Jika ada masalah, tidak ada yang terus saja tentram, kalau pun ada seperti ini, mereka juga akan tetap dapat ujian, seperti anaknya sakit, atau orang tuanya sakit, itu sama saja ujian, jadi kau tidak boleh menyerah begitu saja, apa lagi kalian sudah lumayan lama menikah, kau harus buang sikap egoismu, ingat, kau sedang hamil, anak yang ada dalam kandunganmu itu, butuh kasih sayang dari seorang Ayah, jangan terus menuruti sikap egoismu. Lisa, coba kau pikir dengan pikiran jernih, Ardi itu bukan tidak memberikan kau kepercayaan, tapi Ardi sangat cemburu."
" Aku tau, tapi tetap saja aku benci dengan ucapannya, terutama ucapan mamah mertuaku."
" Lisa, jangan turuti sikap egoismu, aku yakin ibu mertuamu juga, tidak sengaja mengatakan itu, apa lagi aku juga tau, ibu mertuamu sangat menyayangimu dari dulu, jadi tidak mungkin, ucapan ibu mertuamu itu di sengaja, ingat, jangan sampai kau menyesalinya. Ardi adalah pria yang sangat baik, saat kau dulu belum percaya padanya, dia tidak memaksa kau untuk melayaninya, dia juga tidak marah dengan sikap bencimu padanya, bahkan Ardi masih tetap berusaha untuk mendapatkan cintamu kembali, itu artinya, Ardi sepenuhnya memberikan kepercayaan padamu, karena dia memperjuangkanmu, kau tidak boleh sedikit-sedikit salah paham dengan ucapannya, tidak mungkin harus selalu benar dalam ucapan, pasti semua orang juga memiliki kesalahan dalam ucapan, jadi aku minta, masalah ini tolong selesaikan baik-baik Lisa. Aku tau, aku belum menikah, tapi dari semua perhatian yang Ardi berikan padamu, kau tidak boleh membencinya hanya dengan satu kesalahan, itu sangat tidak adil untuknya. Lisa, kau sekarang sudah akan menjadi seorang ibu, kelak kau harus mendidik anak-anakmu dengan kelembutan, belajarlah bersabar dari sekarang, agar nanti kau sudah terbiasa menghadapi sikap rewel anak-anakmu."
Lisa yang di nasehati sahabatnya, ia semakin marah pada sahabatnya
" Jadi kau menyalakan aku?, dan mengatakan sikapku kanak-kanakan, jadi kau membela kak Ardi, setelah apa yang terjadi denganku, kau memang egois Ria! Hiks...hiks.."
" Apa yang harus aku lakukan, agar meredakan emosi Lisa, aku tau Lisa hanya emosi sesaat, kalau sampai masalah ini terdengar oleh Tante Lidia, masalah akan semakin besar." batin Ria
Setelah berpikir Ria langsung membuka pembicaraan lagi
__ADS_1
" Lisa, coba kau ingat ucapanku tadi, aku tidak bermaksud mengatakan kau bersikap kanak-kankan, tapi kau harus bisa meredakan emosimu, bagaimana pun juga, kau akan menjadi seorang ibu, ingat, seorang ibu itu harus memiliki kesabaran penuh, kau harus belajar dari sekarang."
Lisa yang mendengar ucapan sahabatnya, ia langsung menghapus air mata yang ada di pipinya, lalu ia langsung menjawab ucapan sabatnya
" Aku akan mencoba untuk sabar untuk anakku, tapi aku tidak akan pernah memafkan orang seperti mamah mertuaku dan kak Ardi! Aku benci mereka!"
Ria yang mendengar jawaban dari sahabatnya, ia langsung memutar otak lagi, agar masalah ini tidak melebar kemana-mana, apa lagi kalu sampai ibunya Lisa tau, masalahnya akan semakin rumit, tapi kalau ayahnya Lisa, ia yakin bisa mengerti tentang masalah ini, tapi yang ia takutkan hanya ibunya Lisa. Setelah memutar otaknya, ia memutuskan untuk menggunakan nama Livino, karena ia sudah sangat kehilangan akal untuk menasehati sahabatnya, lalu ia langsung berbicara lagi pada Lisa
" Lisa, ingat, kau memiliki janji pada Livino, kau berjanji akan menjadi istri yang baik untuk Ardi, walaupun kau tidak bisa memaafkan Ardi dengan secepat mungkin, setidaknya kau tempati janjimu pada orang yang telah kau anggap Kaka."
Lisa yang mendengar ucapan Ria, ia mendadak emosi lagi, ia langsung menjawab ucapan Ria
" Jadi kau menggunakan kata kak Livino untuk membujukku?, apa ini cara untuk membujukku?, ingat, jangan pernah kau membawa-bawa kak Livino dalam masalah rumah tanggaku, aku tau, aku memiliki janji pada kak Livino, tapi bukan berarti kau harus memenuhinya janji itu, setelah semuanya terjadi, aku tidak akan memaafkannya semudah itu, walaupun atas bujukan kak Livino."
Ria yang mendengar jawaban dari sahabatnya, lagi-lagi hanya bisa menghela nafas berat, ia sangat bingung dengan sikap keras kepala sahabatnya, yang dari dulu tidak pernah di rubah, ia pikir Lisa bisa merubah sikap keras kepalanya, setelah ia mengubur dalam-dalam impiannya hanya untuk suaminya, tapi ternyata dugaannya salah, sahabatnya masih saja keras kepala, bahkan sekarang sikap keras kepalanya lebih kanak-kanakan, dan di nasehati saja sangat sulit, ia akui, ia juga benci dengan ucapan Ardi, tapi ia tidak ingin sahabatnya mengambil langkah yang salah, dan akan berujung penyesalan, lalu ia langsung menjawab ucapan Lisa
__ADS_1
" Baiklah Lisa, itu semua hakmu, tapi aku berharap kau tidak mengambil langkah yang salah, aku tidak ingin kau menyesal, sekarang kau sangat emosi, tentu semua orang yang emosi tidak bisa di nasehati, apa lagi yang memiliki sikap sepertimu, tapi aku sebagai sahabatmu, aku tidak ingin kau jatuh dalam jurang yang sama, seperti 5 tahun yang lalu, jadi pikirkanlah baik-baik ucapanku, lebih baik kau istirahat sekarang, tidak baik untuk kesehatan. Jika kau terus saja menangis."
" Iya."