Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Dasar Gadis Aneh!


__ADS_3

"Astaga, ada ya orang kaya gini. Lagi sembunyi malah asyik tidur. Dasar gadis aneh!" ucap batin Naku, ketika tidak habis pikir sama kelakuan wanita yang ada di sampingnya ini.


Biasanya orang yang lagi berada di dalam kepanikan di kejar-kejar seseorang, pasti akan merasa ketakutan. Apa lagi tubuhnya terasa gemeter ketika menghadapi situasi yang begitu menegangkan.


Namun berbeda sama wanita ini, dia malah terlihat santai dan sangat nyaman tertidur di samping Naku. Sampai-sampai telinga Naku pun mendengar suara dengkuran halus yang berasal dari wanita tersebut.


Wajah cantik, sejuk dan juga menggemaskan berhasil membuat Naku mulai terpanah. Matanya tidak berkedip sedikitpun saat melihatnya. Akan tetapi itu tidak berlangsung lama, ketika seseorang masuk ke dalam kamar dan terkejut atas keberadaan wanita yang tidak dia kenali.


"Ya Tuhan. Naku, siapa wanita itu?" tanyanya, berjalan mendekati bangkar Naku dengan wajah yang sangat terkejut.


Naku melihat Becca kembali sangat cepat, berhasil mengejutkannya. Mulut Naku berusaha mengeluarkan suaranya, tetapi tetap tidak bisa. Sampai akhirnya dia memberikan isyarat tangannya kalau dia sama sekali tidak mengetahui siapa wanita yang ada di sampingnya.


Becca meliht reaksi anaknya, hanya bisa menganggu kalau dia sudah mengerti. Perlahan dia mendekatkan wajahnya ke arah wajah wanita itu, lalu tangannya membenarkan rambut wanita itu yang hampir menutupinya.


"Cantik, benar-benar cantik." gumam Becca, melirik Naku yang semakin salah tingkah.


"Apa maksud dari tatapan Mommy? Memang kenapa kalau dia cantik, terus apa hubungannya denganku?" tanya Naku di dalam hatinya.

__ADS_1


"Mommy mau kok, kalau menantunya seperti dia. Mommy malah seneng bisa ketemu gadis secantik dia, Naku pasti senang juga 'kan?" tanya Becca mengelus wajah wanita itu.


Naku refleks langsung menyangkal semuanya perkataan Becca, bahkan gerakan tubuhnya membuat Becca malah terkekeh. Dia tidak menyangka kalau Naku bisa menggemaskan seperyi ini, jika dia tidak bisa berbicara.


Lagi-lagi Becca terus menggoda anaknya hingga berhasil melihat wajah salah tingkah Naku yang timbul akibat ulahnya. Tawa Becca seketika membangunkan tidur wanita itu yang bisa di bilang sangat pulas.


"Eerghh ...."


Suara rengkuhan cukup keras membuat Naku dan Becca langsung menatapnya. Gadis itu merenggangkan kedua tangannya sampai mengenai wajah Naku, lalu dia membuka matanya dan sedikit terkejut melihat keberadaan Naku serta Becca.


"Astaga, ka-kalian siapa? Ke-kenapa kalian ada di kamarku? Terus kamu siapa? Kenapa kita bisa tidur bareng? Apa jangan-jangan kita sudah menikah?"


Ini adalah kejadian yang sangat aneh untuk Naku, tetapi tidak dengan Becca. Kejadian ini adalah kejadian yang sungguh menguras perutnya, dimana tatapan gadis itu begitu polos saat mengira bila dia dan Naku telah menjadi suami-istri.


Berulah kali Naku memberikan pertanda dengan tangan maupun tatapannya yang menyeramkan, agar gadis itu mengerti kalau mereka bukanlah suami-istri.


Namun, sayangnya wanita itu hanya bisa terdiam mematung. Seakan-akan nyawanya masih belum sepenuhnya berkumpul, karena dia baru saja terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Hihi, kamu ini lucu banget sih. Kalau boleh Tante tahu, siapa namamu, Cantik?" tanya Becca, setelah tawanya mulai mereda.


"A-aku, Naila. Terus Tante ini siapa?" tanya Naila sambil menatapnya.


"Nama Tante, Becca. Ini anak kesayangan Tante, Naku. Ohya, kenapa kamu bisa tertidur di kamar rawat anakku? Sebenarnya apa yang terjadi padamu?"


Naila yang mendengar pertanyaan dari Becca, segera kembali mengingat semua kejadian sebelum dia tertidur.


Dengan hitungan detik, Becca langsung teringat semuanya. Dia terkekeh sendiri karena telah salah sangka, kalau dia dan Naku telah berstatus suami-istri.


Naila langsung meminta maaf kepada Becca dan Naku, kemudian dia mulai menceritakan semua yang terjadi padanya sampai akhirnya dia berada satu bangkar dengan Naku.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2