Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Keadan Gala Setelah 1 tahun


__ADS_3

"Daddy Gala sakit, Mom, Dad?" tanya seseorang yang tidak lain adalah Yola. Dia datang karena merasa haus untuk mengambil minum, cuma setelah mengambil minum gadis itu malah mendengar perkacapan orang tua yang tidak asing di telinganya.


Mata Yola melirik ke arah mereka semua satu persatu secara gantian, "Kok, diam? Yola nanya loh, emang bener Daddy Gala sakit? Terus kenapa kalian kompak cuekin Yola, ishh ... Menyebalkan!"


Gadis kecil itu langsung cemberut sambil berdiri tepat di tengah-tengah Becca dan Rio sambil menikmati minuman sirop berwarna merah dengan rasa yang cukup manis.


Perlahan Rio menarik Yola dan membawanya untuk mendekat, selepas itu sang daddy memeluk anaknya sambil memberikan pengertian supaya gadis kecil itu tidak sampai membuat kegaduhan atas berita ini kepada kakaknya.


"Ya, Sayang, Daddy Gala lagi sakit. Tapi, Yola jangan kasih tahu Kakak dulu ya, kasih tahunya pas udah di rumah aja. Kasihan Kakak, nanti moodnya yang bagus jadi rusak gara-gara dengar Daddynya sakit. Yola jaga rahasia ini dari Kak Naku sampai Mommy yang berbicara sendiri supaya Kak Naku tidak terlalu sedih. Yola paham 'kan, apa yang Daddy sampaikan tadi?"


Yola menganggukan kepala pertanda bahwa, gadis tersebut sudah mengerti apa yang disampaikan padanya, "Oke, Yola akan jaga rahasia ini baik-baik biar nanti Mommy yang bicara sama Kakak. Ya, udah Yola balik lagi mau main sama jagain Ade Juan. Dahh ...."


Yola kembali berlari untuk ikut gabung dengan yang lainnya. Tidak lupa Yola tetap menjaga rahasia itu sesuai dengan janjinya pada Becca dan Rio. Sementara para orang tua kembali berbincang-bincang.


Setelah jam menunjukkan pukul 9 malam, akhirnya Becca dan Rio mengajak anak-anak untuk pulang ke rumah karena haru sudah semakin larut. Baby Juan pun sudah tertidur pulas di dalam pelukan sang mommy. Maklum saja, anak yang belum ada usia 1 tahun pasti mudah kelelahan dan akan tertidur bila sudah terkena susu.


Mereka semua pamit, di mana mobil Rio dan Leon saling beriringan. Kurang lebih dengan jarak 500 meter mereka saling berpencar. Mobil Leon belok kiri ke arah rumahnya dan mobil Rio tetap berjalan lurus menuju rumahnya.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Sesampainya di rumah, Becca langsung membawa Baby Juan ke kamar untuk digantikan pakaian serta menidurkannya kembali. Sedangkan Naku, menggendong Yola yang sudah tertidur pulas di mobil akibat kelelahan dan membawa ke kamar sang adik ditemani oleh Rio.


"Udah gitu aja, Kak. Dilepas sepatunya aja sama kaos kaki, lalu selimutin. Habis itu kamu bersih-bersih ganti pakaian, terus nanti ke kamar Daddy ya, ada yang mau Daddy sama Mommy bicarakan. Bisa?"


"Ya, Dad. Nanti Naku ke kamar, sekarang mau bersih-bersih dulu gerah banget," jawab Naku, tanpa banyak bertanya.


"Ya, sudah. Kalau mau mandi paki air hangat, jangan air biasa nanti masuk angin, terus juga AC kamar sesuaikan jangan sampai kedinginan kasihan badanmu nanti menggigil," ucap Rio diangguki oleh Naku.

__ADS_1


Selesai menidurkan Yola di kamar, Naku sama Rio pun keluar dari kamar Princes dan pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan badan yang terasa lengket.


20 menit berlalu, Naku mengetuk pintu kamar Rio dan Becca. Setelah ada sahutan dari mereka yang ada di dalam, barulah Naku membuka kamar. Kemudian, dia masuk ke dalam dengan wajah datarnya.


"Ada apa, Mom? Tadi katanya ada yang ingin dibicarakan sama Naku, tentang apa?" tanya Naku, berdiri di dekat mereka.


"Sini duduk, Mommy mau ngomong sesuatu sama kamu." Becca menepuk sebelah ranjangnya, lalu Naku duduk sesuai arahan.


"Daddy ke mana, Mom?" tanya Naku tidak menemukan keberadaan Rio.


"Lagi mandi, udah gapapa di sini Mommy yang mau ngomong sama kamu, ini masalah Daddymu."


Baru juga mendengar tentang Gala, reaksi Naku langsung berubah. Tatapan matanya sedikit terkejut, dipenuhi keseriusan melihat wajah Becca.


"Daddy? Ada apa dengan Daddy, Mom? Daddy kenapa? Apa Daddy cari gara-gara kaya dulu atau----"


"Tenanglah, bicarakan pelan-pelan. Dengarkan Mommymu dulu, biar dia menjelaskan semuanya supaya kamu tidak menerka-nerka. Kamu sudah dewasa, Boy. Kamu harus bisa mengendalikan dirimu sendiri sesuai dengan apa yang Daddy katakan setiap hari."


Becca dan Naku menoleh menatap Rio yang baru saja keluar dari kamar mandi. Senyuman Rio membuat suasana yang tadinya sedikit tegang, menjadi lebih baik.


"Keadaan Daddymu sebanarnya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Udah, gak perlu dikhawatirkan. Biarkan Mommymu menjelaskan terlebih dahulu apa yang terjadi sama Daddymu itu supaya kamu tidak salah paham. Ingat! Kenadalikan diri dan emosi, jangan sampai semua itu menguasai dirimu sendiri.


Perkataan Rio diangguki oleh Naku dan disenyumi sang istri. Selepas itu, Rio pergi ke ruang ganti pakaian meninggalkan Becca sama Naku yang langsjnb menatap satu sama lain dan kembali meneruskan obrolan mereka.


"Jadi, gimana, Mom? Apa yang terjadi sama Daddy?" tanya Naku dengan nada yang lebih santai dari apa yang tadi Naku ucapkan.


"Begini, Sayang. Tadi, pas kalian asyik main Daddy mendapatkan telpon dari salah satu pihak lapas untuk mengabari kalau serangan jantung Daddymu kambuh akibat kelelahan. Daddymu terlalu bersemangat untuk mengikuti kegiatan di sana dengan baik tanpa ingin ketinggalan satu kegiatan pun. Semua itu dia lakukan supaya bisa mendapatkan keringanan hukuman, setelah itu segera lepas dari sana agar bisa menemuimu setiap hari. Namun, apa daya. Dia tidak memikirkan tentang kesehatan diri sendiri juga umur yang semakin menua. Bagi dia cuma satu, bisa pulang secepat agar melihat perkembangan anaknya."

__ADS_1


Betapa terharunya Naku ketika mendengar penjelasan dari Becca mengenai kondisi sang daddy yang berada di lapas. Gala menjalani hukuman kurang lebih sudah 1 tahun. Kegigihan dalam merubah diri untuk jauh lebih baik memang patut diacungi jempol.


Niat dan usahanya agar bisa kembali memang tidak diragukan. Apapun yang dapat meringankan hukuman akan Gala lakukan demi sang anak. Dia ingin segera kembali menyaksikan Naku yang tumbuh besar dan kelak akan menikah bersama pujaan hatinya.


Ya, memang sih, hukuman 6 sampai 7 tahun bukanlah waktu sebentar, sementara usia Naku semakin bertambah. Jika Gala tidak seger bebas dari lapas maka dia tidak bisa menyaksikan hari bahagia itu akan datang.


"Te-terus gimana keadaan keadaan Daddy sekarang? Kapan kota akan jenguk Daddy?" tanya Naku, wajahnya telah dipenuhi oleh kekhawatiran terhadap sang daddy.


"Besok kita akan jenguk daddymu, maka dari itu kamu harus tenang dulu. Pagi-pagi kita akan kes sekolahmu dan Yola, Mommy sama Daddy akan meminta izin untuk bisa melihat keadaan daddymu di rumah sakit," jawab Becca sambil mengelus tangan sang anak demi menyalurkan ketenangan hati supaya Naku tidak sampai kepikiran.


"Baiklah, kalau memang itunyang terbaik. Naku ikut kalian aja, terpenting Naku bisa melihat Daddy untuk mengecek kondisinya sudah jauh lebih baik atau gimana."


Becca menganggukan kepalanya tersenyum melihat sang anak sudah mulai tumbuh dewasa dan dididik dengan baik oleh Rio sebagai pengganti Gala untuk mengarahkan serta membuat karakter Naku jauh lebih baik dari sebelumnya


"Ya, sudah. Kamu istirahat, besok pagi kita siap-siap. Ingat, tidak perlu dipikirkan yang ada kamu sakit kurang tidur. Apalagi hari ini kamu terliht lelah sekali menjaga adik-adikmu bermain. Jadi, Daddy minta tidur yang nyenyak biar besok kamu bisa segar lagi untuk melihat kondisi daddymu."


"Ya, Dad. Naku kembali ke kamar dulu, good night."


Naku pergi keluar kamar orang tuanya dengan langkah yang samgat lesu. Meskipun, pria itu berusaha untuk menghilangkan pikiran mengenai sang daddy tetap saja tidak segampang itu. Akan tetapi, Naku tetap tertidur dengan keadaan pulas akibat efek kelelahan setelah bermain bersama adik-adiknya.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2