Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Meminta Maaf


__ADS_3

Di dalam kamar Gala sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Perasaannya benar-benar tidak karuan saat anaknya telah mengetahui sesuatu tentang dirinya.


"Dari mana Naku bisa tahu kalau aku dan Lola ada di sana?"


"Kalau saja bukan karena anak itu, aku tidak akan sudi melakukannya hanya demi menuruti rasa ngidamnya. Hanya saja aku sedang menunggu waktu itu tiba, bagaimana caranya aku harus mencari bukti. Benarkah anak itu anakku atau bukan!"


Gala yang masih terlihat sangat bingung, membuat hatinya menjadi tidak tenang. Kegelisahan di wajahnya memang tidak bisa di tutupi, apa lagi ketika anaknya sendiri telah memergokinya bersama wanita lain, selain Becca.


"Untung aja dia tidak ada bukti, jadi aku masih bisa beralasan untuk menyangkal semua itu. Meski pun aku sendiri juga takut, kalau sampai Naku mengetahui semuanya, pasti hatinya akan lebih hancur dari Becca."


"Aku tidak ingin menghancurkan hati anak dan juga istriku, akan tetapi aku belum bisa jujur untuk saat ini. Aku sendiri masih menunggu sampai anak itu lahir, sebab melakukan tes DNA tidak bisa di lakukan saat bayi masih berada di dalam kandungan."


Gala berbicara sendiri di dalam hatinya sambil terus memikirkan tentang perasaan anak dan juga istrinya. Sebenarnya dia juga sudah sangat lelah, ketika harus melakukan sandiwara ini hanya demi anak.


Satu sisi Gala yakin kalau dia sudah menyentuh Lola, akan tetapi masalah anak. Gala pun tidak tahu, apakah dia harus percaya atau tidak.


Mata Gala pun beralih ke arah pintu yang terbuka bersamaan dengan masuknya Becca sambil menutup kembali pintunya. Kemudian dia menguncinya sambil menyalakan kedap suara di kamarnya, karena Becca tahu ini akan kembali menjadi pertempuran mereka.


Becca duduk di sofa panjang sambil menatap suaminya. Terlihat jelas dari sorotan yang Becca berikan pada Gala benar-benar di penuhi oleh rasa marah dan juga sakit hati.


Satu sisi Becca memang sudah mengetahui tentang perselingkuhan suaminya dengan sekretarisnya, maka dari itu hatinya terasa sangat hancur dan juga kecewa.


Akan tetapi, di sisi lainnya. Becca tidak terima jika anak seusia Naku harus mengetahui semua itu, dengan cara sedikit ekstrem. Yaitu, tidak sengaja memergoki Daddynya sendiri bersama wanita lain.


"Apa maksudmu berbicara seperti itu pada anakku? Apa kamu lupa, jika aku ini tahu semua tentang busuknya dirimu tepat di belakangku!"

__ADS_1


"Jadi, apa yang Naku katakan, memang itulah kenyataannya. Lantas kenapa kamu mengelak dan menyalahkannya? Jelas-jelas, aku sangat yakin kalau Naku tidak mungkin salah lihat!"


Tatapan tajam itu seakan mengindimidasi Gala, membuat dia kembali cemas. Apa yang harus dia katakan kepada istrinya, karena Becca telah mengetahui semuanya. Meskipun Gala sendiri belum membenarkannya, tetapi dari semua tujuhan yang Becca katakan adalah fakta.


Namun, Gala harus tetap terlihat tenang supaya Becca tidak mencurigainya. Sampai akhirnya mereka kembali berdebat, tetapi kali ini yang menang adalah Gala.


Becca tidak bisa mengelak lagi, soalnya tidak ada bukti yang dia berikan pada suaminya. Berbeda dengan bukti yang dia pegang, saat mengetahui perselingkuhan suaminya secara langsung.


Berbeda di kamar Naku. Dia sedang meratapi kesalahan pada Gala, entah mengapa kepercayaan yang tadinya melekat di hati. Kini, tinggal tersisa rasa yang tidak enak terhadap Daddynya.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Keesokan harinya, semuanya sedang berkumpul di ruang makan. Mereka menikmati makan paginya dengan perasaan tenang, sesekali Naku melirik ke arah Gala yang lagi fokus makan tanpa berbicara.


"Ayo, Naku. Ayo! Lu pasti bisa, lu cuman perlu minta maaf doang kok. Selebihnya biar urusan Daddy mau maafin atau tidak, seenggaknya lu udah menyadari kesalahan lu. Bukan malah diam aja ke orang boddoh begini*!"


Naku berbicara di dalam hatinya sambil menikmati sarapannya, dimana matanya terus melirik ke arah Gala. Sementara Gala pun yang menyadari semua itu langsung melirik anaknya sambil melepas alat makan di tangannya.


Setelah itu menggenggam tangan di atas meja, lalu menatap Naku yang juga menatap ke arahnya. Tatapan mereka bertemu satu sama lain tanpa ada yang mengalihkan.


"Naku!"


"Daddy!"


Mereka berdua membuka suara secara bersamaan. Becca yang melihat reaksi itu semua menjadi terkejut, dia tidak tahu apa yang akan terjadi kalau mereka berdua harus kembali bertengkar di pagi hari.

__ADS_1


"Daddy mau ngomong sama Naku."


"Naku juga mau ngomong sama Daddy."


"Ngomong apa?"


"Naku minta maaf kalau semalam udah nyakiti hati Daddy. Naku tahu Naku salah, awalnya hanya ingin bertanya cuman enggak tahu kenapa saat mengingat semua itu Naku jadi emosi. Naku ke ingat dengan Mommy, jadi akhirnya seperti itu."


"Ya, Daddy juga minta maaf kalau semalam Daddy terlalu kasar bicaranya sama Naku. Posisi Daddy lagi banyak kerjaan, pusing. Jadi, Daddy langsung terbawa emosi mengatakan semua itu."


"Naku, paham. Seharusnya Naku bisa menanyakan sama Daddy secara baik-baik, cuman karena Naku tidak ingin Daddy sampai menyakiti Mommy."


Degh!


Mendengar perkataan Naku itu membuat Gala terdiam, mulutnya berasa sangat kaku. Becca yang mulai melihat reaksi Gala tidak enak, langsung memecahkan suasana yang sedikit menegangkan.


Sampai akhirnya, Naku selesai makan langsung berpamitan untuk pergi ke sekolah. Begitu juga Gala, dia pun segera berangkat ke kantor meninggalkan Becca di rumah seorang diri.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2