Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Penyesalan Paman Naila


__ADS_3

Untungnya yang meninggal dunia bukanlah bunda dari Naila, tetapi korban lainnya yang berasal dari bus. Tidak lagi adalah ibu dan anak yang memiliki luka sangat parah, hingga tidak kuat lagi untuk menahan rasa sakit yang mereka rasakan.


Setelah itu, adik dari ayah Naila datang dalam keadaan wajah yang sangat pucat. Hatinya benar-benar terluka setelah mendapatkan berita dari televisi mengenai kecelakaan beruntun.


Awalnya, dia melihat kecelakaan itu hanya sekedar kasian melihat para korban banyak kehilangan nyawa hanya karena ulah supir bus yang mengantuk. Akan tetapi, ketika melihat plat nomor mobil sedan yang ada di sana membuat adik dari ayah Naila langsung terkejut bukan main.


Ternyata, keluarga sang kakak satu-satunya telah menjadi korban dari kecelakaan tersebut. Tanpa berlama-lama lagi, dia segera pergi ke rumah sakit bersama sang istri yang sudah menangis mengkhawatirkan keadaan mereka semua.


Saat ini mereka masih belum tahu jika ayah dari Naila sudah meninggal dunia di tempat kejadian. Mereka berpikir masih ada harapan besar kalau keluarga kakaknya bisa selamat ketika melihat ada beberapa korban yang masih bertahan hidup.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Setibanya di rumah sakit kedua pasangan suami-istri langsung menanyakan ke resepsionis rumah sakit, di mana ruangan yang merawat para korban kecelakaan. Setelah itu, mereka kembali berlari dalam keadaan khawatir oenuh kecemasan akan kondisi keluarganya.


Sesampainya di depan ruangan UGD adik dari aya Naila segera menanyakan bagaimana keadaan Naila dan kedua orang tuanya, serta kronologi kejadian sebenarnya.


"Pak, bagaimana keadaan keluarga saya yang menaiki mobil sedan plat nomor blabla?" tanyanya dalam keadaan panik dengan mata sudah memerah.


"Untuk saat ini keadaan ibu dari anak kecil yang bernama Naila itu sedang kritis karena tubuhnya terhimpit bagian mobil. Sementara Naila hanya mengalami syok berat, serta pelipis matanya memar hingga mengakibatkan mata sebelah kiri membengkak. Cuman, untung saja tidak mengakibatkan kebutaan pada kornea mata Naila karena ibunya memeluk Naila untuk melindunginya."

__ADS_1


Penjelasan dari polisi membuat paman serta bibi Naila menangis karena mendengar keadaan mereka yang sangat menyakitkan hatinya.


"Ya, Tuhan ... Ujian macam apa ini, kenapa di saat mereka ingin bersenang-senang Engkau malah memberikan cobaan ini. Kasihan Naila, dia masih sangay kecil hiks ...." Sang Bibi menangis sesegukkan sambil menatap ke arah pintu UGD.


"La-lalu, bagaimana kondisi ayah Naila, Pak? Dari cerita yang kalian berikan, tidak sedikit pun kalian membahas tentang ayah dari Naila. Itu artinya apakah keadaan dia jauh lebih baik dari anak dan istrinya?"


Pertanyaan itu keluar dari mulut paman Naila langsung membuat sang istri ikut menatap kedua polisi yang terlihat sedikit gugup.


Wajah para polisi tidak bisa dibohongi pasti ada sesuatu yang terjadi, hingga membuat paman serta bibi Naila bisa membaca semua itu dan membuat detak jantungnya bekerja semakin cepat.


"Jawab, Pak! Jawab!" Paman Naila langsung menarik-narik baju dekat kerah pak polisi akibat emosi yang bercampur rasa takut mulai mengusai hatinya.


"Tenang, Tuan, tenang! Kita bicarakan semuanya baik-baik, oke? Lepaskan dulu kerak komandan saya, biarkan kami menjelaskannya."


Setelah keadaan mulai membaik, komandan polisi segera memberikan pengertian kepada paman dan bibi Naila tentang kronologi yang sebenarnya terjadi setelah melihat CCTV yang ada di tol tempat kejadian.


Mendengar cerita itu membuat tubuh paman Naila langsung melemas dan terjatuh dalam keadaan duduk diselimuti rasa syok berat. Apalagi kakak satu-satunya sekaligus keluarga yang dia miliki telah tiada akibat kecelakaan beruntun.


Sang istri mencoba menguatkan suaminya agar tetap bertahan, walaupun semua kejadian sudah tidak bisa diputar kembali. Seandainya, beberapa hari lalu dia sempat menahan karena mendapatkan mimpi buruk. Sudah pasti kejadian ini tidak akan terjadi, tetapi sayangnya. Paman Naila itu tidak bisa menahan keluarga Naila untuk pergi, lantaran mereka tidak ada yang percaya akan mimpi buruk itu sebagai tanda atau peringatan.

__ADS_1


"Ka-kakak ... Su-sudah aku bilang bukan, mi-mimpiku itu bukan sekedar mimpi biasa. Aku yakin mimpi itu pertanda dari Tuhan, kalau aku harus menjaga Kakak agar kejadian ini tidak terjadi. Nyatanya, Kakak masih tetap pada pendirian Kakak. Aku berharap kalian akan bersenang-senang berlibur di sana, tetapi aku salah. Kalian malah menjadi seperti ini hiks ... Maafkan aku, Kak. Maaf jika aku tidak berusaha kerasa menahan Kakak dan keluarga Kakak. Seandainya aku berhasil mungkin ini tidak terjadi sama kalian!"


"Kasihan Naila, Kak. Kasihan dia hiks ... Bagaimana nasibnya jika dia harus tumbuh besar tanpa seorang Ayah. Kasihan juga kakak ipar, dia begitu mencintaimu bagaimana dia bisa hidup tanpamu, Kak? Jikalau bisa, pasti hidupnya tidak sebahagia ketika bersamamu. Lantas, bagaimana aku bisa membahagiakan mereka, Kak. Gimana, akhhhh ... Kakak!"


Suara teriakan penyesalahan dari paman Naila benar-benar membuat para keluarga korban lain ikut merasa sedih. Mereka membantu paman Naila untuk duduk dikursi, dan istrinya terus memeluk sambil menenangkan sang suami yang terlihat sangat kecewa.


"Sabar, Sayang, sabar hiks ... Aku tahu kamu kecewa, kamu sedih, tapi please! Jangan salahkan dirimu atas semua kejadian ini, semua sudah takdir Tuhan. Kita sebagai manusia hanya bisa menjalani hidup sesuai rencananya. Ibaratlan kita robot yang dikendalikan oleh mesin, jika mesin sudah rusak maka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi, aku mohon ... Kamu harus kuat, ya. Kita harus bisa menghadapi semuanya ini kalau tidak kasihan Naila dan kakak ipar, mereka pasti yang jauh lebih hancur dari kita. Jika bukan kita, siapa lagi, Sayang yang akan menguatkan mereka? Siapa hiks ...."


Tangis mereka berdua pecah membuat keluarga lainnya ikut terharu, mereka juga sama menangis karena merasa kehilangan keluarganya. Akan tetapi, siapa sangka di saat mereka sedang merasa berduka akibat pemberitaan meninggalnya ayah dari Naila, tiba-tiba seorang dokter datang.


Sang dokter terliha panik, cemas dan khawatir ketika ingin bertemu salah satu dari mereka semua dengan membawakan kabar yang membuat mereka langsung menjadi panik.


Nah, loh, ada kabar apa, ya? Kira-kira ada apa ini, kenapa dokter terlihat begitu mengkhawatirkan? Jangan-jangan ada sesuatu terjadi di dalam sehingga salah satu dari mereka harus mendapatkan kabar tidak baik kembali.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...



__ADS_2