Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Tantangan Dari Gala


__ADS_3

"Tidak, aku sudah tidak lagi mencintainya. Saat ini cintaku hanya untukmu, Kak! Dan dia, hanyalah masa laluku yang sudah menjadi sebuah kenangan, bukan lagi bagian di dalam cerita hidupku!"


Becca berbicara menggunakan nada tegasnya sambil menatap ke arah Gala, di mana dia begitu syok ketika mendengar semua itu langsung ke luar dari mulutnya tanpa sedikit pun rasa keraguan.


Rio tersenyum penuh kemenangan saat Becca telah berhasil membuat kepercayaan mantan suaminya langsung runtuh begitu saja. Perkataan yang Becca ucapan langsung menusuk ke dalam hati Gala.


Gala pikir Becca tidak akan pernah ingin mengatakan itu kepadanya, nyatanya di luar dugaan. Dengan penuh keberanian Becca mengatakan semuanya tanpa sedikit pun ada rasa keraguan di dalam hatinya.


Namun, semuanya tidak sampai membuat Gala langsung percaya begitu saja. Namanya juga mulut, tanpa di sadari terkadang banyak menyimpan kebohongan, berbeda sama hati dan juga sorotan mata yang tidak bisa di bohongi.


"Bagaimana, Tuan? Apakah kau sudah percaya, jika mantan istrimu ini tidak lagi kembali mengharapkan kehadiran masa lalunya, hem?" ucap Rio, tersenyum penuh kemenangan.


Wajah kesal Gala kian berubah menjadi tersenyum saat dia memikirkan sesuatu yang tidak mungkin mereka lakukan.


"Hem, begitu ya? Jadi, kamu benar-benar sudah melupakan cinta kita? Baiklah, jika itu benar adanya. Aku ingin lihat, pria itu mencium keningmu. Dengan begitu aku akan percaya, kalau kalian memang saling mencintai. Gimana? Beranikah? Atau kalian hanya berpura-pura saja di depanku, sehingga kalian berhasil memancing rasa cemburu di hatiku. Begitu, hem?"


Rio menelan air liurnya dengan kasar, begitu juga Becca yang hampir tersendak. Apa yang Gala ucapkan memang terlalu syok ketika di dengar. Wajah mereka kian memerah lantaran terkejut atas perkataan Gala yang sangat serius.

__ADS_1


Mereka tidak menyangka, jika Gala bisa berbicara serandom itu hanya demi meyakinkan perasaan Becca terhadap Rio serta Gala. Kemudian, Becca perlahan menoleh melihat ke arah wajah Rio.


Tatapan dari mata mereka benar-benar terlihat bingung serta gugup, sebab untuk berpegangan tangan saja mereka baru kali ini. Itu pun tangan mereka sampai gemetar satu sama lain, tetapi harus di tahan selama mungkin.


Lantas bagaimana caranya Rio bisa mencium kening Becca? Sementara dia tidak pernah sedikit saja melakukannya pada wanita mana pun, selain bersama mendiang mantan istrinya. Di tambah Rio juga tidak tahu apakah Becca akan menyetujui sama apa yang Gala katakan atau sebaliknya.


Di saat perasaan Becca dan Rio sedang dilema, berbeda sama Gala. Dia terlihat begitu yakin, sama perasaannya sendiri. Apa bila, Rio dan Becca tidak pernah melakukan semua itu dikarenakan mereka tidak saling mencintai satu sama lain.


Apa pun yang mereka katakan tadi, itu hanyalah sebuah ilusi atau fiksi belaka demi membuat Gala menjadi cemburu. Akan tetapi, mereka berdua masih mencari cara supaya Gala bisa mempercayai semua perasaan mereka.


Rio dan Becca menunjukkan keberaniaannya untuk tidak gentar terhadap apa yang Gala katakan, malah mereka menyetujui apa yang Gala perintahkan.


Tanpa basa-basi, Becca mulai mengukirkan senyuman kecil sambil memejamkan kedua matanya. Dari situ Rio langsung paham dan mengerti, jika itu merupakan kode atau pertanda bila dia sudah yakin untuk mengizinkan Rio mencium keningnya.


Ya, walaupun hati mereka berdua di penuhi oleh rasa tidak enak, mereka tetap ingin melakukannya. Hanya ini jalan agar Gala tidak selalu berharap pada Becca, serta Becca juga bisa hidup damai bersama Naku.


Debaran jantung kian memburu, menghiasi keadaan yang sangat menegangkan itu. Semakin bibir Rio mendekat ke arah kening Becca, semakin napasnya tidaklah beraturan.

__ADS_1


Hanya berjarak beberapa detik saja, Rio hanpir saja mencium kening Becca jika sang dokter tidak keluar dari ruangan Lola. Untungnya, berkat sang dokter kini Rio tidak jadi mencium Becca dan membuat mereka merasa sangat-sangat bersyukur.


Semua perhatian langsung teralihkan, di mana fokus mereka langsung pada penjelasan sang dokter yang mengatakan kalau kondisi Lola harus melakukan oprasi kecil demi untuk mengeluarkan sisa gumpalan da*rah yang beku.


Rasa kekhaatiran Gala terhadap Lola sudah tidak seperti sebelumnya, dia terlihat lebih cuek dan masa bodo. Jadi, apa yang dokter sampaikan tidak akan membuat dia ketakutan. Gala hanya memberikan respon biasa saja, sehingga sang dokter segera melakukan semua yang terbaik untuk Lola agar nyawanya bisa terselamatkan.


Setelah sang dokter kembali masuk ke dalam ruangan, Becca pun segera memberanikan diri untuk menceritakan apa yang terjadi di gedung itu pada Gala dengan sedikit rasa gugup.


Tidak lupa, Rio pun mencoba mengalihkan Gala agar dia bisa lebih tenang untuk menerima semuanya. Di mana apa yang akan Becca sampaikan tidak membuatnya terpukul atas kebohongan Lola selama ini padanya.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2