Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Naku Merasa Bersalah


__ADS_3

Gala terus meminta permohonan maaf kepada mereka berempat dengan sungguh-sungguh. Sampai akhirnya Gala mendapatkan maaf dari mereka tanpa harus melakukan perdebatan.


Jika dikatakan kesal, ya mungkin Becca masih ada. Hanya saja, berkat sang suami yang berhasil membimbing dia untuk tidak menjadi wanita pendendam. Sama halnya seperti Naku, dia juga telah berubah menjadi anak yang lebih baik lagi untuk menyikapi keadaan yang memang sudah tidak bisa dipaksakan.


Hubungan mereka sudah mulai membaik, membuat mereka tersenyum. Jikalau bukan karena Rio, hubungan antara Naku, Becca juga Gala tidak mungkin bisa kembali membaik. Sebab, kunci dari semuanya adalah kebaikan hati Rio yang berhasil menjadi kepala rumah tangga.


Setelah beberapa menit mereka mengobrol, saling memaafkan. Seorang polisi yang berjaga-jaga perlahan berjalan mendekat untuk menghentikan pembicaraan mereka.


"Permisi, Tuan, Nyonya semuanya. Jam besuk sudah habis, Tuan Gala akan segera dibawa kembali ke tahanannya."


"Baiklah, jika memang sudah seperti itu. Kami akan segera pergi, jika boleh tolong berikan kami waktu 2 menit saja untuk sekedar berpamitan. Bisa?" ucap Rio yang langsung diangguki oleh penjaga tersebut.


Semua langsung berdiri secara bersama-sama, kemudian keluar dari area meja dan kursi. Setelah itu, Rio bersalaman dan sedikit berpelukan dengan Gala. Di mana Gala sangat-sangat berterima kasih, karena dia hubungan Gala sama Naku kembali membaik. Tidak lupa Gala juga menitipkan Naku dan Becca supaya Rio bisa membahagiakannya, tidak seperti dia yang menyia-nyiakan keluarga tercinta.


Selesai berpelukan dengan Rio, Gala bersalaman sama Becca sambil tersenyum. Gala paham, kalau saat ini Becca sudah bukan lagi miliknya sehingga dia tidak bisa memeluknya seperti dahulu.


"Boleh Om memeluk Yola sebentar saja?" tanya Rio memastikan supaya Yola tidak takut kalau di refleks memeluknya.


"Boleh, Yola juga mau meluk Om karen Om sebenarnya orang baik. Jadi, Om harus sehat ya, nanti kita ketemu lagi pas Yola udah besar. Oke?"

__ADS_1


Gala menganggukan kepalanya terharu mendengar perkataan anak dari Rio yang masih kecil, tetapi sudah pandai mencabik-cabikkan hati orang lain. Kemudian Gala berlutut dihadapan Yola dan memeluknya begitu erat. Gala tidak menyangka kehadiran Yola seperti kehadiran anak perempuannya yang sangat dia inginkan dari Becca.


Sekitar 1 menit mereka berpelukan, Gala langsung melepaskannya tidak lupa mencium kening Yola. Di situ pun Yola mencium pipi Gala tanpa rasa takut seperti di awal pertemuan. Senyuman Gala melebar, lalu dia berdiri sambil mengusap kepala Yola.


Tatapan Naku begitu mendalam kepala Gala, dia merasa bersalah karena sudah membawa Gala masuk kelingkungan yang seperti ini. Pasti akan ada banyak teman yang akan menjadi teman Gala tidur dari kalangan apapun dan masalah yang berbeda-beda.


Namun, kembali lagi. Naku melakukan ini supaya Gala bisa kembali menjadi orang baik yang tidak akan melakukan kesalahan untuk kesekian kali. Tidak terasa mata Naku mulai berkaca-kaca saat melihat Gala yang sudah ada tepat di depannya.


"Boleh daddy memeluknya terakhir kali saja, anggaplah ini sebagai obat rindu daddy yang tidak tahu kapan lagi daddy bisa memelukmu setelah hukuman daddy akan dijatuhkan. Daddy hanya ingin merasakan pelukan hangat dari seorang anak yang memang sangat menyayangi daddy, tanpa memandang semua kesalahan yang pernah daddy lakukan."


Naku terdiam sejenak, kemudian berhambur memeluk Gala begitu erat. Tangis keduanya pecah membuat Becca pun terharu. Dia langsung menghapus air matanya agar tidak membuat Rio menjadi salah paham. Sedangkan Rio dan Yola hanya bisa melihat pemandangan yang tidak biasa mereka lihat. Seorang Naku yang bisanya tegar menghadapi perjalanan hidup, sekarang terlihat lemah karena merindukan sosok seorang ayah.


"Ma-maafin Naku, Dad. Maafin Naku, Naku tidak bermaksud menghukum daddy seperti ini. Naku hanya kesal melihat tingkah daddy yang ingin merencanakan kejahatan, sehingga Naku kebawa emosi dan malah melaporkan daddy ke sini. Sekali lagi maafkan Naku, Dad. Maaf!"


"Tidak apa-apa, Sayang. Daddy paham, Naku begini karena Naku ingin melindungi mommy. Harusnya daddy yang meminta maaf telah mengganggu ketenangan hidup kalian. Sekali lagi daddy minta maaf sama Naku ya, daddy sudah menyusahkan Naku dan mommy. Intinya daddy bangga sama Naku, sekarang Naku sudah tumbuh menjadi anak yang jauh lebih dewasa dari sebelumnya."


"Daddy titip jagain mommy ya, sekarang kamu sudah punya dik juga daddy baru. Jadi, jangan lagi memanggil suami mommymu dengan sebutan Om. Panggilah dia dengan sebutan daddy, karena dia yang akan menjadi pengganti sosok daddy di dalam hidupmu selagi daddy masih ada di tempat ini. Perlakukan dia sebagai daddy, jangan orang lain. Daddy tahu, ini berat untuk Naku. Cuman Naku harus tetap kuat. Jangan mengecewakan mommy, paham?"


Gala melepaskan pelukan sang anak, lalu meraup wajah Naku dalam kondisi kedua mata mereka saling menatap dengan seksama penuh kasih sayang yang sangat mendalam.

__ADS_1


Naku menganggukan kepala, kemudian Gala mengusap semua air mata yang ada di pipi sang anak sangat lembut dan mencium keningnya. Selepas itu, salah satu polisi langsung memborgol tangan Gala kebelakang membuat Gala hanya tersenyum menatap mereka semua.


Gala berpamitan, kemudian berbalik bersama polisi yang akan mengantarkannya kembali ke dalam sel tahanan. Akan tetapi, baru melangkah Naku memanggil Gala dan memeluknya untuk beberapa detik.


Rio yang melihat Naku seperti itu, segera menenangkan Naku agar tidak membuat langkah Gala terasa berat untuk menjalani semua hukuman yang akan dia terima nantinya. Setelah berhasil, Rio segera membawa Naku keluar dari tempat tersebut bersama Becca yang selalu menggandeng tangan Yola.


Mereka berjalan menuju mobil dalam keadaan Naku yang masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri, akibat keegoisan yang dia miliki membuat Gala harus mendekam di penjara entah sampai kapan.


Mobil segera Rio jalankan agar mereka secepatnya sampai di rumah untuk beristirahat. Selama di perjalanan, Becca sesekali menoleh ke arah Naku mencoba untuk menasihatinya dibantu oleh Rio. Naku hanya bisa berdiam diri tanpa ingin menjawab apapun yang mereka katakan, dia memilih untuk menatap ke arah pemandangan samping mobil.


Rio menoleh ke arah Becca sambil memberikan kode tertentu agar dia memberikan waktu supaya Naku bisa menerima semua ini. Apa lagi tidak mudah bagi Naku untuk menyadari kesalahannya yang membuat Gala seperti ini, tanpa di sadari ini bukan salah Naku. Dikarenakan dia hanya ingin melindungi Becca yang ingin mencapai gerbang kebahagiaan.


Yola merasa sedih melihat sang kakak hanya terdiam membisu, tidak seperti tadi yang masih berbicara meski sedikit menyebalkan juga cuek. Akan tetapi Yola malah menyukai sifat Naku yang sepert itu, dari pada menjadi pendiam yang saat ini dia lihat. Sebisa mungkin Yola mengajak ngobrol Naku, hanya saja dia tidak menjawab sama sekali.


Jalan satu-satunya, Yola memeluk Naku tanpa ingin melepaskan walaupun Naku sesekali melirik sinis terhadap Yola. Dia tetap tidak menggubris, anggap saja Yola sedang memeluk guling bernyawa. Terpenting Yola berharap semoga cara ini bisa membuat Naku sedikit tenang dan tidak lagi menyalahkan dirinya sendiri.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2