Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kesalah Pahaman Naku Pada Joey


__ADS_3

"Sus, gak boleh gitu ngomongnya enggak baik!" ucap Joey dengan suara kecil.


"Habisnya kesel, Den. Dari tadi dia tuh, nyebelin banget. Rasanya pengen Sus ulek aja tuh mulutnya pedes banget kaya cabe!" jawab Sus Rini kesal.


"Sus!" sahut Joey penuh penekanan, membuat Sus Rini meminta maaf dan tidak mengulangi kembali. Maklum saja, siapa yang tidak kesal apa bila orang yang ada dekatnya harus menerima perlakuan seperti itu.


"Tunggu dulu, tadi apa yang kau bilang? Singa galak? Terus kenapa ujung-ujungnya jadi ke rabies? Itu berarti kau mengataiku----"


"Gukk, gukk, gukkk, aawwuuu ... Hahaha." Yola tertawa ketika menirukan hewan an*jing yang dikolaborasi dengan hewan srigala, hingga menimbulkan suara yang sangat lucu sampai membuat Sus Rini dan Joey tertawa kecil.


"Hyaakk ... Dasar adik gak ada akhlak! Bisa-bisanya ngatain kakak sendiri an---"


"Naku!"


Suara teriakan yang cukup menggelegar tersebut berhasil menghentikan ucapan Naku. Mereka semua langsung menoleh ke arah sumber suara yang ternyata itu adalah Becca. Dia berdiri tepat di depan kamar dalam keadaan tangan masih memegang gagang pintu.


"Apa yang kau katakan pada adikmu tadi, hem?" tanya Becca, tatapan matanya terlihat sangat tajam penuh amarah.


Perlahan Naku mulai bangkit dari kursi bersamaan dengan kedua tangan yang melambai-lambai di depan wajah Naku, dia berusaha menjelaskan kalau semua yang Becca lihat tidak seperti di dalam pikirannya. Kesalah pahaman itu malah membuat Yola memiliki celah untuk masuk sebagai pemenang.


"E-enggak, Mom. Bu-bukan begitu, i-itu tadi Yola---"


"Apaan sih, Kakak! Orang tadi kakak yang ngatain aku kenapa aku yang di salahin, lagi juga tadi kakak ngusir Kak Joey 'kan? Katanya Kak Joey anak ingusan, anak manja, anak---"

__ADS_1


"Yakk, dasar tukang ngaduk!" pekik Naku.


"Ngadu!" jawab Yola, Joey dan Sus Rinu secara kompak.


"Bodo amat, yang penting aku enggak ngomong kaya gitu. Jadi, jangan ngadi-ngadi kau, ya!" sambung Naku.


"Tidak, Nyonya, Tuan. Apa yang dikatakan oleh Non Yola itu benar, Den Naku sudah mengata-ngatain anak majokan sayam Sebelumnya saya minta maaf kalau sudah lancang. Perkenalkan saya Rini, perawat Den Joey sejak kecil. Saya tidak bermaksud ikut campur, hanya kesal aja dari tadi Den Naku selalu mencoba menghalangi Den Joey untuk bertemu sama Non Yola. Padahal mereka berteman, tapi malah dituduh pacaran. 'Kan aneh!"


Setelah mendengar perkataan Sus Rini, Becca dan Rio langsung menoleh satu sama lain. Kemudian mereka masuk ke dalam kamar Yola untuk mengecek semua kondisi Yola yang lagi duduk di atas bangkar.


Naku mencoba menjelaskan, tetapi tangan Becca mengangkat ke atas pertanda kalau dia tidak ingin mendengar perkataan siapa pun kecuali Yola. Dari situ, Naku malah mendelik tajam ke arah Joey dan Sus Rini. Juluran lidah Sus Rini benar-benar membuat Naku panas, hampir dia menelan hidup-hidup Sus Rini. Akan tetapi, tidak jadi karena Joey langsung memarahin Sus Rini yang bersikap seperti anak kecil.


"Sayang, gimana semua ini bisa terjadi, hem? Cerita sama Mommy, apa Kakakmu tidak bisa menjagamu? Jika benar, Mommy akan menghukumnya biar dia tahu rasa karena udah lalai menjagamu."


Namun, apa daya? Tuhan memiliki cara lain untuk memberikan ujian pada ciptaan-Nya tanpa mandang bulu. Yola terdiam sejenak lantaran takut kalau Becca dan Rio akan menyalahkan Joey, tetapi jika Yola tidak jujur kasihan juga kalau Naku yang terkena imbasnya.


"Ya, Mom. Salahkan saja Naku, mentang-mentang Naku seorang Kakak seenak itu Mommy menyalahkan Naku, gitu?"


"Harusnya Mommy sebagai orang tua yang bijak, tanya baik-baik sama anak-anak Mommy jangan langsung menyimpulkan seperti itu. Kalau Mommy mau tahu diapa orang yang ada di balik semua ini, tanyakan pada dia!"


Naku menunjuk Joey dengan penuh emosi, entah itu karena dia cemburu atau kesal atas kemarahan Becca yang selalu menyudutkan dia.


"Ya, dia pria membawa sial, pertama kali aku bertemu dengan dia sudah membuat Yola berubah. Lalu, sekarang karena dia juga Yola seperti ini. Kaki Yola mengalami pergeseran sendi atau apalah itu Naku kurang paham, jadi Yola yang harus melakukan beberapa pemeriksaan ronsen juga terapi agar bisa kembali pulih!"

__ADS_1


Naku benar-benar tidak terima atas ucapan Becca, dia langsung berdiri tegak lalu mengeluarkan unek-unek di hati yang sedikit tidak mengenakan. Untungnya Joey tipikal pria yang tidak mudah terpancing emosi, sehingga dia hanya terdiam menunggu saat yang tepat untuk menjelaskan apa yang terjadi sama Yola kepada Becca juga Rio.


Rio sendiri bingung, selama ini dia tidak mengetahui kalau Yola memiliki teman yang usianya jauh. Hanya saja, kata-kata Naku seperti mempromokatorkan kedua orang tua untuk menyalahkan semua musibah ini pada Joey.


Melihat suasana sudah mulai tidak enak, Rio berjalan mendekati Naku. Kemudian merangkulnya, lalu membawa Naku untuk duduk di bangkar Yola yang saling berhadapan dengan Becca.


Rio menepuk pelan punggung putranya sambil mencoba menasihati kalau apa yang yang sudah Naku lakukan itu salah. Seharusnya dia tidak boleh menggunakan emosi ketika menghadapi suatu masalah, sama seperti Becca.


Mereka berdua memang seperti pinang dibelah dua, sifat yang mudah tersulut api amarah membuat mereka tidak bisa berpikir jernih. Nasihat yang Rio katakan berulang kali tetap saja diulang kembali, mungkin mereka begitu untuk menunjukkan kasih sayang terhadap Yola. Hanya saja, cara penyampaiannya yang salah hingga Rio harus menjadi penengah yang baik.


Di rasa suasana sudah mulai hening, emosi Naku juga perlahan mereda. Rio mencoba menanyakan semua yang terjadi sesuai dengan versi Yola, setelah itu bergantian memanggil Joey untuk mendekat dan menceritakan semua yang dia ketahui.


Tidak lupa Rio juga meminta keterangan dari Sus Rini selaku perawat yang selalu ada disamping Joey dan Naku. Dari keterangan yang Joey, Yola serta Sus Rini sampaikan semuanya hampir mendekati 99 persen. Hanya Naku yang 70 persen, itu artinya bisa disimpulkan bahwa Rio menebak semua kesalah pahaman ini terjadi akibat rasa cemburu yang Naku rasakan.


Namun, di sini Rio tidak memberitahu siapapun. Dia hanya sebagai pendengar yang baik untuk mencari jalan alternatif agar semua pihak kembali berdamai. Di mana Becca meminta maaf pada Naku atas tuduhannya, begitu juga Naku yang meminta maaf dengan Joey juga Sus Rini.


Ya, meskipun ada perasaan kesal di hati Naku. Dia pun tidak berdaya, sebab orang yang saat ini Naku takuti dan percaya hanya Rio. Entah karena Rio bisa bersikap adil, atau memang Naku merasa nyaman itu hanya Naku yang tahu. Setidaknya tidak lagi ada pertengkaran diantara mereka semua yang membuat ketidak nyaman satu sama lain.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2