Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Penjelasan Tentang Nikah


__ADS_3

"Nikah itu apa, Daddy? Buma?"


Satu pertanyaan itu benar-benar membuat keduanya terdiam membisu, mereka bingung harus menjawab apa. Lantaran, apa yang di katakan oleh Rio itu adalah sesuatu yang spontan keluar begitu saja dari mulutnya tanpa memiliki niat apa pun di dalamnya.


"Ishh, kok pada diem cih! Tadi Daddy biyang alo Daddy nikah cama Buma, ndak akan beljauhan. Itu altina Yola bica tinggal cama Buma, iya Daddy? Terus nikah itu apa?"


Lagi-lagi, pernyataan itu membuat mereka hanya bisa menarik napasnya secara perlahan. Di saat Becca ingin menjelaskan kepada Yola, tiba-tiba suara seseorang berhasil membuyarkan semuanya dan membuat mereka menoleh satu sama lain.


"Nikah? Siapa yang nikah?" tanyanya, perlahan langkah kakinya berjalan masuk ke dalam kamar sambil menatap semuanya.


"Kakak?"


"Aaa ... Yola angen cama Kakak!"


Yola langsung turun dan memeluk kaki Naku, betapa dia bahagianya bisa ketemu oleh Naku lagi setelah beberapa lama tidak bertemu dengannya.


Naku hanya bisa berdiam mengusap kepala Yola, lalu Yola melepaskan pelukan Naku dan menarik tangannya untuk duduk di sampingnya tepat di tepi ranjang Becca.


Sementara Rio pada posisi yang sama, yaitu berdiri menatap mereka semua. Wajahnya mulai panik karena dia tidak ingin perkataannya malah membuat Naku menjadi salah paham.


"Kakak, tadi Daddy biyang katanya Daddy cama Buma mau nikah. Nikah itu apa ya, Kakak tahu ndak? Yola tanya, meleka diam muyu. Capek!"


Yola mengeluh dan selalu mengulang pertanyaan yang sama pada orang yang berbeda. Dia masih belum bisa melupakan perkataan itu, sebelum menemukan jawaban yang pas untuknya.

__ADS_1


"A-apa? Mommy sama Om Rio mau nikah!"


Naku sontak terkejut, wajahnya benar-benar terlihat syok. Dia langsung berdiri menatap wajah Rio dan Becca dengan ekspresi yang sangat datar. Inilah yang Rio takutin, Naku akan kembali menjadi salah paham padanya sehingga hubungan mereka akan kembali menjadi tidak baik.


"Ti-tidak, bu-bukan begitu ceritanya. Yola itu salah paham, kamu dengerin Om dulu ya. Kita selesaikan baik-baik, Om tidak ada maksud seperti itu beneran. Kita hanya bercanda, ya 'kan?"


Rio mencoba untuk menahan emosi Naku, sambil menatap Becca yang mengangguk. Kemudian Becca menarik tangan anaknya dan menyuruhnya untuk kembali duduk tepat di dekatnya.


Naku hanya mengikuti apa yang mereka katakan sambil mendengar penjelasan yang akan mereka jelaskan. Entah mengapa, hati Naku masih tidak bisa menerima kehadiran seseorang selain Gala. Dia belum siap, apa bila posisi Gala tergantikan oleh pria lain yang akan bersanding dengan Becca.


"Ja-jadi gini, ...."


Rio mulai menjelaskan titik perkara masalah sebenarnya, kenapa bisa dia mengatakan semua itu sehingga membuat Yola sampai bertanya-tanya. Begitu pun Becca, dia juga ikut menjelaskan bahwa dia memang sedang iseng untuk menjahili Rio karena gemas saat melihat Yola memarahinya.


Berbeda sama Yola, dia masih bingung dan terus bertanya sampai akhirnya Naku pergi begitu saja ke arah kamarnya meninggalkan mereka bertiga tanpa berkata apa pun.


Saat Rio ingin mengejarnya, Becca menahan tangannya dan menggelengkan kepalanya. Pertanya, kalau Naku butuh waktu untuk mencerna perkataan yang sudah di jelaskan.


Yola yang masih belum menemukan jawaban, dia terus menanyakan semua itu sampai pada akhirnya, Becca mengambil alih untuk menjelaskan agar Yola tidak terus penasaran.


"Yola sayang, dengerin Buma ya. Nikah itu adalah, suatu hubungan antara pria dan wanita yang akan melanjutkan hidupnya bersama di satu rumah yang sama dengan mengucapkan janji suci di depan Pendeta. Contohnya, seperti dulu saat Daddy menikahi Mommymu. Mereka mengikat janji satu sama lain untuk hidup bersama dalam suka maupun duka sampai takdir yang memisahkan. Kemudian setelah menikah Daddy sama Mommy di berikan anugerah terindah dari Tuhan berupa Yola, nah ... Yola itu hadir sebagai tanda cinta Daddy dan Mommy, hanya saja takdir berkata lain. Mommy meninggalkan Yola hanya dengan Daddy karena Mommy sakit yang tidak bisa di sembuhkan. Sama halnya seperti keinginan Yola untuk memiliki Mommy, itu artinya Daddy harus menikah lagi sama seorang wanita yang baik dan juga sayang banget sama Yola. Supaya nanti, Yola tidak merasa kesepian di rumah. Yola, paham?"


"Oh gitu, Buma. Teyus, alo gitu, kenapa Daddy ndak nikah caja cama Buma? 'Kan Buma cayang banget cama Yola, Buma uga baik. Alo Buma jadi Mommy Yola, pasti Yola bahagia banget. Nanti Yola bica kenalin Buma cama teman-teman Yola, bial nanti Yola ndak melaca cedih lagi."

__ADS_1


"Loh, memangnya di sekolah yang baru Yola masih mendapat perlakuan yang sama kaya di sekolah yang lama? Apa mereka masih berbicara seperti itu?"


"Tidak, meleka cemuanya baik-baik kok. Cuma, Yola cedih aja kalau liyat meleka di antelin cama Daddy cama Mommy teyus di cium-cium gitu. Beda cama Yola, Yola cuman di antel cama ncus. Cama Daddy uga pelnah cih, api lacana ndak kaya meleka."


Becca terdiam, ternyata tidak mudah menghindari Yola dari hal-hal yang membuatnya semakin merasa sedih ketika semakin hari Yola semakin mengerti tentang keadaan sekitarnya.


Mungkin, di sekolah yang baru ini. Yola tidak mendapatkan bullyan seperti di sekolah yang lama, tetapi justru di sekolah yang baru ini malah secara tidak sengaja Yola banyak melihat adegan-adegan kedua orang tua yang begitu menyayangi anaknya. Tidak seperti Yola yang hanya di antar oleh sang perawat, atau pun Rio tanpa seorang Mommy.


"Sudah, anak Daddy 'kan kuat, jadi tidak boleh sedih. Harusnya Yola bersyukur, Yola masih punya Daddy dan juga kehidupan Yola jauh lebih baik dari yang lain. Yola pernah ingat, waktu itu Yola pernah nanya sama Daddy tentang anak-anak yang ada di jalanan, bukan?"


"Nah, banyak dari sebagian anak seperti mereka di luar sana yang harus bekerja untuk sekedar mencari makan buat mengisi perutnya sendiri, sementara kedua orang tuanya sudah tidak ada. Ada pula yang hidup hanya dengan Mommynya atau Daddynya, tetapi hidupnya tidak sebaik kita yang punya segalanya."


"Jadi, Yola tidak boleh mengeluh ya. Yola harus kuat, dan juga bersyukur. Kalau memang Yola ingin mempunyai Mommy lagi, Yola harus banyakin berdoa sama Tuhan. Biar nanti Tuhan kirimkan Yola Mommy yang baik, penyayang, perhatian seperti bidadari. Tapi, ingat! Jika Tuhan belum mengirimkan, bukan berarti Yola anak yang tidak baik. Melainkan Tuhan belum menurunkan bidadari untuk menjadi pengganti Mommy Yola, karena Tuhan belum menemukan wanita yang lebih baik dari Mommy. Sampai sini, Yola paham?"


Becca tersenyum menganggukan kepalanya saat mendengar penjelasan Rio yang benar-benar simple, tetapi sangat menyentuh hatinya. Rasa kagum mulai perlahan muncul, Becca tidak menyangka Rio memiliki sifat dewasa jauh darinya. Padahal, usia Yola dan Naku terpaut 5 tahun di atasnya.


Namun, Becca tidak bisa memiliki kedewasaan seperti yang Rio punya. Sering kali Becca selalu bingung untuk mengatasi sifat Naku, apa lagi saat ini Naku masih tidak bisa di tebak. Apakah dia marah, atau biasa saja setelah mendengar penjelasan dari mereka tentang kesalah pahaman yang terjadi.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2