Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Fayola Mahira Adhelard


__ADS_3

Selang beberapa hari setelah kejadian itu, hubungan Gala dan Becca pun semakin terlihat cuek. Dimana Becca selalu menolak permintaan suaminya untuk berhubungan.


Sekali dua kali, mungkin Gala bisa mengerti. Akan tetapi, sudah hampir 1 bulan ini dia tidak merasakan sentuhan istrinya.


Sesuatu yang seharusnya bisa tersalurkan, kini harus tertahan hingga berhasil membuat emosi Gala mulai tidak terkontrol. Sering kali Gala memarahi beberapa karyawan yang memang hanya melakukan kesalahan kecil.


Semua karyawan melihat perubahan Gala malah menjadi aneh, tidak biasanya seorang Gala yang terkenal pemimpin baik dan juga ramah. Kini, telah berubah menjadi pemimpin yang sangat sensitif.


Bagaimana tidak seperti itu, sebelum ada masalah besar di dalam rumah tangga mereka. Gala dan Becca hampir setiap hari melakukan hubungan suami-istri tanpa adanya rasa penolakan satu sama lain.


Namun, kali ini berbeda. Gala terlihat lebih berantakan, emosi tidak terkontrol dan juga terlihat sangat kusut layaknya seseorang yang tidak di urus.


Kalau pun di kasih pilihan, Gala bisa saja melakukannya dengan Lola. Akan tetapi dia tidak ingin, karena baginya Lola hanyalah orang asing yang menjadi duri di dalam pernikahannya.


Naku baru saja selesai ujian sekolah, dia hanya perlu menunggu pembagian rapot untuk kenaikan kelas. Setelah itu barulah dia akan libur sekolah yang cukup panjang.


Saat ini Becca sedang berada di luar bersama dengan Rio. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin Becca ceritakan kepada Rio, akan tetapi Rio malah mengajaknya untuk ke rumahnya karena anaknya tiba-tiba saja menangis saat merindukannya.


Sesampainya di rumah, Rio pun turun dari mobil sambil mengajak Becca yang sedikit sungkan untuk memasuki rumahnya. Niat ingin bercerita mengenai rumah tanggalnya, malah berakhir dengan suasana yang sangat menegangkan.


"Daddy!"


Anak perempuan berusia 5 tahun berteriak dari dalam rumah. Dia berlari menggunakan langkah kecilnya sambil menangis merentangkan kedua tanganya.


Rio langsung menangkap putri kesayangannya, lalu membawanya ke dalam pelukannya dan sedikit memutarinya. "Uhh, peri kecil Daddy. Ada apa, hem? Kenapa nangis?"


"Da-daddy tok pelgi-pelgi ndak ajak Yola, atanya Daddy libul teyus kenapa Daddy ndak ada di lumah. Yola nyaliin tahu, Yola tan angen cama Daddy. Cemayem Yola bobo cendiyi ndak bobo cama Daddy. Coalna Daddy puyangnya mayem teyus, dadina Yola bobo duyuan."


Suara khas anak kecil melekat jelas, membuat Becca yang melihatnya tersenyum. Anak yang manis dan juga sangat pintar itu, berhasil mengambil perhatian Becca.

__ADS_1


"Ohh, Sayang. Maafin Daddy ya, Daddy tadi ada urusan sebentar di luar. Terus juga Daddy baru aja mau main sama Tante itu, ehh ... Peri kecilnya Daddy langsung nelepon nangis-nangis. Jadi, Daddy gagal deh mainnya. Ya udah Daddy ajak aja Tante cantiknya main ke sini, boleh 'kan?"


Rio mencoba untuk menjelaskan kepada anaknya menggunakan suara yang sangat lembut. Terlihat jelas kalau Rio memang merupakan seorang Ayah siaga dan juga sangat menyayangi anaknya.


Melihat keromantisan mereka berdua membuat Becca kembali mengingat masa-masa ketika Naku masih sangat kecil. Dimana Gala selalu menjaga serta melatihnya agar menjadi pria yang pemberani dan juga tidak cengeng.


Bahkan saat Naku menangis karena Becca, Gala selalu membelanya dan malah memarahinya. Ingatan itu kembali terngiang di dalam pikiran Becca, hingga air matanya menetes sambil tersenyum.


Becca tahu, Gala merupakan idola Naku dari kecil. Sebab, perlakuan Gala yang sangat romantis di penuhi kasih sayang berhasil menjadi panutan untuknya.


Namun, saat nanti Naku tahu tentang kebenaran Gala. Apakah dia masih akan mengidolakannya? Lantas bagaimana kalau seandainya kenyataan itu malah membuatnya membenci Daddynya sendiri?


Entahlah, Becca akan sanggup atau tidak saat melihat seorang anak yang awalnya sangat mengagumkan sosok Daddynya, kini harus mengetahui betapa busuknya seorang Gala.


Fayola Mahira Adhelard, gadis kecil berusia 5 tahun. Anak dari Rio dan juga mendiang istrinya. Yola telah bersekolah TK kecil, hanya saja mulutnya masih sangat cadel.



"Daddy, Ta-tante itu ciapa? Teyus kenapa Tantena angis?" tanya Yola menatap manik mata Daddynya.


Rio yang terkejut mendengar anaknya langsung berbalik dan menatap ke arah Becca yang sedang melamun menatap mereka.


"Eca, kamu gapapa?" tanya Rio, menyadarkan Becca.


"Akhh, i-iya. Ke-kenapa?" sahut Becca segera menghapus air matanya sambil tersenyum lebar.


"Kenapa kamu nangis? Ohya, kenalin ini putriku satu-satunya." ucap Rio, menghadapkan Yoda di hadapannya.


"Wahh ... Cantik banget putrimu, mirip kaya boneka yang ada baterainya ya hihi ...."

__ADS_1


Becca merusaha tertawa untuk mengalihkan mereka, sedangkan Yola masih terdiam dengan wajah asing Becca yang sama sekali tidak dia kenal.


Rio tersenyum melihat wajah Yola yang berubah drastis saat menatap Becca. Di situ Rio mencoba untuk menjelaskan siapa Becca sebenarnya, karena Yola masih sedikit bingung atas kehadirannya.


"Oh, dadi Tante ini temen Daddy waktu cekolah? Cama kaya temen-temen Yola di cekolah gitu?"


"Iya benar, Tante teman Daddymu ketika sekolah. Jadi, kenalkan nama Tante, Becca. Salam kenal, cantik."


"Hai, Buma. Atu Yola, anak Daddy aling antik dan uga ucu. Calam tenal."


"Bu-buma?"


"Iya, Buma. Bunda manis hihi ...."


Becca terdiam membisu, lalu langsung menoleh ke arah Rio. Dimana Rio pun terkejut saat mengetahui semua itu.


"Kok Daddy cama Buma diam, kenapa? Yola ndak boyeh ya manggil Buma, tan Yola uga engen unya Buma cama aya teman-teman. Cemuanya unya Buma, cuman Yola yang ndak unya Buma."


Wajah Yola seketika menjadi sedih saat melihat respon Rio dan Becca yang tidak suka dengan panggilan yang dia berikan.


Wajar bila anak seusia Yola sangat kangen dengan sosok seorang Ibu, sebab dari kecil Yola memang tidak mendaptkan kasih sayang seorang Ibu. Jadi, rasa iri terhadap teman-temannya membuat Yola sedikit merasa sensitif.


Rio memang tahu bagaimana perasaan Yola saat dia menceritakan keinginannya menjadi seorang Ibu, hanya saja Rio belum bisa mencari pengantinya.


Bagi Rio tidak mudah untuk menemukan sosok seorang Ibu yang baik dan bisa menyayangi anak sambungnya seperti anaknya sendiri, sehingga Rio masih ragu untuk melangkah ke depannya.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2