
Di saat Rio sedang asyik membalas pesan tersebut, tidak sengaja Becca melihat wajah Rio berseri-seri.
"Ekhem, pasti pesan dari istri tercinta yang lagi kangen." goda Becca, sambil melipat kertas yang sudah selesai dia tulis.
Rio pun tersenyum melihat Becca, dan kembali memasukan ponselnya ke dalam saku jasnya.
"Ohya, udah berapa lama kamu menikah sama dia? Bolehlah kali-kali ajak aku ketemu dengannya, aku juga ingin kenalan. Pasti istri Kakak cantik banget, secara Kakak juga 'kan ganteng."
"Boleh-boleh saja, kapan kamu mau berkenalan sama istriku?"
"Eehh, kalau sekarang gimana? Bisa? Bukannya lebih cepat lebih baik, siapa tahu 'kan aku sama dia bisa jadi sahabat seperti Kakak gitu."
"Baiklah, ya sudah. Kamu selesaikan saja dulu tugasmu, setelah itu aku akan mengajakmu bertemu dengan istriku."
"Ini sudah semua, tapi aku enggak tahu harus di apain lagi."
"Sebentar, aku dekatkan perahunya ke perbatasan laut dulu. Biar suratmu bisa langsung terbawa oleh ombak laut."
Becca menganggukan kepalanya. Kemudian mendayung peruhu tersebut ke arah perbatasan. Dimana ombak laut memang lagi sangat kencang.
Perlahan Becca mulai meletakkan botol itu ke arah laut sambil mengalirkannya agar botol itu bisa berjalan ke arah tengah laut.
__ADS_1
Proses seperti itu, membuat Becca sendiri merasa senang. Padahal dia tahu betul, meskipun semua masalah dia tulis di kertas itu. Kalau tidak ada usaha untuk menyelesaikannya, tetap saja tidak berarti apa-apa.
Sebab, guna dari semua itu hanya untuk mengurangi rasa sedih yang berkelanjutan di hatinya. Bukan untuk menyelesaikan masalah rumah tangganya.
Setelah semuanya sudah selesai, Rio kembali mendayung perahunya ke arah pinggir. Kemudian Becca turun lebih dulu di bantu oleh penjaga. Barulah Rio menyusul Becca, yang sudah berada di atas jembatan.
Mereka berjalan menuju parkiran dengan di penuhi oleh canda dan tawa, dimana Rio benar-benar bisa membuat Becca melupakan semua masalahnya. Walaupun, tanpa harus melakukan perbuatan manis yang di lakukan oleh suaminya.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam sambil menatap pemandangan jalan. Tidak terasa mereka sampai di suatu tempat yang berhasil membuat Becca langsung terkejut, saat melihat plang yang bertuliskan. [TPU Kenangan].
Rio memakirkan mobilnya dengan perasaan tenang, berbeda sama Becca yang langsung menatapnya.
Becca semakin panik saat Rio hanya mengukirkan senyuman di wajahnya. "Nanti akan aku jelaskan, sekarang ayo turun. Pasti istriku sudah menunggu kedatanganmu, karena dia juga ingin sekali bertemu denganmu."
Rio turun dari mobilnya yang masih meninggalkan Becca dalam keadaan bingung. Dia tidak mengerti maksud tujuan Rio membawanya ke tempat ini.
Namun, Becca tetap berusaha berpikir positif. Mungkin saja istrinya sedang mengunjungi ke makam keluarganya, atau bisa juga ada ke perluan di sini. Jadi, Becca semaksimal mungkin tidak boleh berpikir negatif kepadanya.
Rio jalan lebih dulu yang di ikuti oleh Becca, tidak lupa dia membeli sebuah buket bunga yang sangat cantik. Dari sini perasaan Becca semakin tidak karuan, dia terus mencoba menanamkan pikiran-pikiran yang positif.
__ADS_1
Pada akhirnya pikiran tersebut runtuh, saat Rio berjongkok tepat di depan makam yang sangat cantik. Lalu menaruh buket itu tepat di badan makam yang di urus sangat baik.
"Ka-kak, a-apa i-istrimu----"
"Ya, istriku sudah meninggalkanku sejak putriku berusia 2 tahun. Dia terkena penyakit ginjal yang sama sekali tidak aku ketahui, dia menyembunyikan semua penyakitnya agar tidak membuatku khawatir."
"Sayangnya, aku malah mengetahui semua itu tepat di sisa-sisa hidupnya. Di situ hatiku begitu hancur, aku sangat menyesal karena aku tidak pandai membagi waktu antara pekerjaan, keluarga dan juga istirahat. Aku malah lebih memperbanyak waktuku untuk bekerja, agar kehidupan anak dan istriku tidak sampai merasakan kesusahan."
"Namun, nyatanya. Aku salah, di saat aku sudah mendapatkan semuanya. Aku harus kehilangannya untuk selama-lamanya. Itulah hidup, terkadang kita hanya mementingkan apa yang membuat kita bahagia. Tanpa kita sadari, orang yang ingin kita bahagiakan juga membutuhkan waktu kita."
Becca berjongkok tepat di samping Rio. Dia mendengarkan semua cerita itu yang berhasil menyentuh hatinya.
Rio menceritakan semua tentang kebaikan istrinya yang tidak bisa dia balas sampai saat ini. Penyesalan selalu menghantui Rio, meskipun Becca tidak mengenal siapa mendiang istri dari Rio.
Akan tetapi, setelah mendengar semua kisah itu Becca pun bisa merasakan betapa mendiang istri Rio sangat mencintai suaminya.
.......
.......
.......
__ADS_1
...***💜💜>Bersambung