
Kak, Daddy kenapa nangis? Apa Daddy gak suka hadiah dari Mommy, tapi kenapa Daddy bilang terima kasih? Terus juga Mommy kenapa ikutan nangis, Yola jadi bingung, nih. Apa sih maksud dari hadiah yang Mommy kasih ke kita, kenapa hanya Daddy yang mengerti. Sedangkan kita? Kita cuman bengong-bengong aja kaya gini, huhh ... Menyebalkan!
Naku sedikit menoleh ke arah Yola sambil melihat sepatu yang ada di tangannya. Bisikan Yola memang terdengar polos, tetapi membuat Naku sedikit kesal.
"Ckkk, berisik! Tanya sana sama Mommy, ngapain juga tanya sama aku, aneh!" seru Naku mendengus kesal.
Yola sedikit terkejut atas reaksi Naku, tiba-tiba saja memarahinya tanpa sebab. Sementara Yola sedang membicarakan kedua orang tuanya bukan Naku, tetapi kenapa Naku terlihat sewot? Menyebalkan! Satu kata itu memang pantas Yola katakan ketika melihat raut wajah sang kakak.
"Dihhh, apaan sih, Kak. Ngeselin banget jawabannya, udah tahu Yola bingung, malah dimarahin. Kakak tuh, yang aneh. Orang nanya itu dijawab bukan malah marah-marah!" cibir Yola.
Becca dan Rio langsung melepaskan pelukannya, kemudian menatap Yola yang terlihat kesal atas sikap Naku. Niat Yola hanya sekedar menanyakan karena tidak mengerti sama sekali atas hadiah yang Becca berikan. Akan tetapi, semua malah berujung kekesalan diantara mereka berdua seperti semua.
"Astaga, baru juga baikan udah marahan lagi, apa sih, mau kalian ini?" tanya Becca menghapus air matanya.
"Mommy tanya aja sama Kakak, kali ini Yola benar-benar udah kesal banget. Awalnya Yola nanya baik-baik sama Kakak karena bingung lihat Daddy nangis. Yola pikir Daddy gak suka hadiahnya, tapi kenapa Daddy malaj minta maaf sama Mommy? Aneh, 'kan?"
"Habis itu, Yola tanya lagi dong, maksud hadiah Mommy itu apa, soalnya Yola bingung. Menurut Yola cuman Daddy sama Mommy yang tahu arti hadiah itu, sedangkan Yola sama Kakak malah bengong-bengong. Ehh, Kakak langsung marah-marah enggak jelas."
"Perasaan teman-teman Yola yang punya Kakak pada baik-baik. Kakaknya sayang banget sama adiknya, sampai sekolah kadang dianterin, terus diajak jalan, gak pernah dimarahin, kalau salah dinasihati, terus Yola? Apa karena Yola ini adik tiri, jadi Kakak begitu? Apa Kakak benci sama Yola, iya? Kalau iya, Yola gak lagi-lagi dekat Kakak, Yola jauh-jauh aja biar Kakak gak marah-marah terus."
Entah mengapa, kata-kata Yola langsung menusuk ke arah jantung Naku. Sakit, perih, kecewa bercampur menjadi satu membuat mata Naku berkaca-kaca melihat Yola sudah meneteskan air mata.
__ADS_1
Becca dan Rio tidak menyangka, Yola bisa mengatakan semua itu dengan lantang tanpa terbata-bata sedikit pun.
"Yola, hentikan ucapanmu, Nak! Kata-katamu sangat menyakitkan hati Mommy juga Kakakmu, sekarang minta maaflah kepada mereka sebelum terlambat. Ayo, Yola!" titah Rio, menatap Yola dengan wajah yang sangat datar.
"Tidak, Dad. Yola tahu kok, Kakak begitu memang karena tidak suka sama Yola dari pertama kali ketemu Yola. Kakak juga tidak setuju kalau Mommy jadi Mommy Yola ya, 'kan? Makannya Kakak selalu marah sama Yola supaya Yola tidak nyaman ada di dekat Kakak, kalau memang itu mau Kakak, Yola akan jauh-jauh sama Kakak. Yola tidak akan menegur Kakak, apa lagi berbicara sama Kakak. Yola jan---"
Belum selesai Yola mengatakan semua itu, Naku langsung menarik tangan Yola dan memeluknya sangat erat. Tangis mereka berdua pecah, membuat Becca menyandar di dada sang suami sambil meneteskan air mata.
Hadiah yang seharusnya membuat mereka bahagia, kini malah menjadi petakan untuk kedua anaknya. Becca tidak menyangka apa yang ada dibayangan tentang reaksi mereka semua saat mengetahui bahwa Becca telah positif hamil, ternyata tidak sesuai ekspetasinya.
Hanya Rio yang terlihat bahagia atas kehadiran anak yang ada diperut sang istri, lain cerita dengan kedua anaknya. Mereka malah bertengkar akibat salah paham diantara Naku dan Yola.
Entahlah, Becca benar-benar bingung. Apakah kehamilan ini akan membawa kebahagiaan atau petaka bagi keluarga kecilnya, sehingga tidak akan ada lagi kedamaian di dalam rumah tersebut.
"Ssttt, diamlah. Jangan berbicara seperti itu! Kehamilanmu tidak salah, mereka pasti salah paham. Kamu tahu sendiri 'kan, anak-anak selalu begitu. Jadi, aku mohon jangan salahkan dirimu atau anak kita. Semua ini bisa kita selesaikan, bahkan Naku sedang berusaha menenangkan Yola."
"Kamu sabar dulu ya, Sayang. Kita lihat cara Naku menenangkan adiknya, jika tidak berhasil barulah kita yang maju. Oke?"
Rio terus berusaha meyakinkan Becca agar tidak menyalahkan semua yang terjadi pada dirinya atau kehamilan yang merupakan anugerah dari Tuhan. Becca mengangguk kecil dengan pandangan menatap Naku.
Terlihat jelas betapa besarnya kasih sayang Naku kepada Yola, hanya saja tidak tahu kesalah pahaman apa yang terjadi sama mereka hingga membuat Yola bisa semarah ini.
__ADS_1
Naku berusaha keras memeluk Yola, meskipun dia selalu memberontak di dalam tangisan karena merasa kecewa atas sikap Naku yang sudah benar-benar keterlaluan.
"Maafin, Kakak, Dek. Maafin Kakak! Kakak tidak bermaksud memarahimu, Kakak juga tidak benci sama kamu. Mana mungkin Kakak membenci adik Kakak sendiri, jadi please! Kakak mohon jangan berbicara seperti itu, Kakak tidak mau jauh darimu. Kakak mohon, maafin Kakak, Yola, maafin Kakak!"
"Kakak tidak usah minta maaf, Yola tahu, Kakak itu tidak sayang sama Yola karena Yola bukan adik Kakak, jadi lebih baik Yola diam dari pada harus dimarahin terus sama Kakak. Yola hanya iri, Kak. Lihat teman-teman Yola dimanja-manja sama Kakaknya, disayang-sayang, tapi Yola? Kakak selalu marah sama Yola, selalu jahil sama Yola, Kakak juga cuek. Gimana caranya Kakak bisa sayang sama Yola?"
"Kamu salah paham, Dek. Kakak tidak seperti itu, Kakak sayang sama Yola, sayang banget. Maafin Kakak kalau selama ini sifat Kakak hanya bisa buat Yola bersedih, Kakak janji! Mulai saat ini Kakak akan memanjakan Yola, menyayangi Yola dan tidak akan cuek lagi. Kakak janji, tapi please! Jangan menjauh dari Kakak, jangan cuek sama Kakak. Kakak enggak mau itu terjadi!"
"Kalau Kakak enggak mau Yola cuek, kenapa Kakak cuek sama Yola? Tadi, Yola cuman nanya sama Kakak baik-baik, kita juga udah maaf-maafan. Terus kenapa Kakak marah lagi, bahkan nada bicara Kakak sama seperti dulu Kakak tidak menyukai kehadiran Yola."
"Maafin Kakak, ya! Kakak tidak sengaja berkata seperti itu, Kakak cuman merasa bingung aja sama hadiah yang Mommy berikan. Kakak berpikir, apakah nanti jika nanti adik kita lahir, Mommy masih sayang sama kita? Atau, Mommy akan lebih sayang sama adik kita. Kakak masih terima kalau Mommy tidak begitu menyayangi Kakak, tapi Kakak tidak terima kalau nanti adik kita lahir perhatian Mommy sama kamu tidak seperti sekarang. Kakak tidak mau kamu merasa iri, atau merasa tidak disayang lagi. Kakak tidak bisa melihat kesedihanmu, jadi maafin Kakak, ya!"
Percakapan Naku dan Yola berhasil membuat Becca langsung melepaskan pelukan suaminya, lalu duduk dalam keadaan bingung. Hati Becca mulai bertanya-tanya apakah yang dikatakan Naku benar-benar tulus dari hatinya, atau hanya sekedar perkataan biasa?
Rio sendiri tidak menyangka sebesar itu rasa sayang Naku kepada Yola, bahkan melebihi rasa sayang Rio pada anaknya sendiri. Entahlah, malam ini sungguh menguras perasaan mereka. Tangis kesedihan bercampur aduk dengan tangis kebahagiaan hingga membuat mereka tidak bisa berkata-kata saat mendengar kata-kata indah keluar dari mulut Naku.
.......
.......
.......
__ADS_1
...💜💜>Bersambung<💜💜...