
Gala masuk ke dalam kamarnya, menatap istrinya yang sedang duduk santai sambil memainkan ponselnya dan tersenyum. Kejadian itu membuat Gala sedikit curiga sama sikap istrinya yang terbilang aneh.
Perlahan Gala meletakan tas kerja di sofa panjang, lalu membuka jasnya. Setelah itu dia berjalan mendekati istrinya sambil menggulung lengan kemeja sampai sebatas siku.
Gala duduk di samping istrinya yang masih sibuk menatap layar ponselnya sambil tertawa. Akan tetapi, Gala merasa bingung. Rasanya dia benar-benar sudah lelah menyembunyikan semua ini dari istrinya, rencana yang sudah dia siapkan matang-matang kini sudah tidak ada lagi.
Melihat perubahan sifat istri dan anaknya, malah semakin membuat Gala menjadi takut akan kehilangan mereka berdua.
Akhirnya, Gala menundukkan kepalanya sambil membuang napas secara kasar dan menjengkut rambutnya sendiri. Sementara Becca hanya bisa melirik suaminya, walau ada rasa kasihan.
Akan tetapi, saat kembali mengingat semua perlakuan Gala, lagi-lagi Becca sadar. Jika Becca tidak perlu menaruh rasa kasihan, karena itu semua sudah resiko bagi Gala.
"Apakah ini sudah saatnya aku harus memberitahu Becca, tentang semua kebenaran yang telah terjadi padaku dan juga Lola?" tanya Gala, pada hatinya sendiri.
Gala sedikit mengalami keraguan, tetapi dia sudah benar-benar buntu dan tidak tahu harus mikir bagaimana caranya mengembalikan semuanya.
Tidak ada jalan keluar, selain dia harus memberitahu istrinya tentang apa yang telah terjadi. Gala hanya bisa berharap, setelah dia menceritakan semua pada istrinya. Becca bisa sedikit memakluminya serta mengambil keputusan yang bijak, dan tidak sampai meninggalkannya.
__ADS_1
Perasaan Gala yang mulai labil membuat dirinya berada di ambang jalan yang tidak tahu harus kemana. Di sisi kanan ada Becca, wanita yang dia cintai. Kemudian di sisi kirinya ada Lola, wanita yang sedang mengandung anaknya.
"Ada apa sama dia? Kenapa wajahnya terlihat murung? Apa dia tidak mendapatkan kepuasan sama istri mudanya?" ucap Becca di dalam hatinya, sedikit melirik ke arah suaminya yang duduk di sampingnya sambil merenung.
Selepas Gala buruk ataupun tidak, rasa cinta Becca kepadanya belum sepenuhnya hilang. Hanya tertutup oleh rasa sakit yang mendalam di hatinya, akibat cinta sucinya sudah di nodai oleh perselingkuhan.
Dengan segenap keberanian yang cukup mendalam, Gala berusaha untuk melawan rasa takutnya sendiri. Meski dia belum siap, tapi melihat keadaan yang semakin menjauhkannya pada sang keluarga. Siap tidak siap, Gala harus bisa mempersiapkan mental sekilat mungkin untuk mengahadapi resiko ke depannya setelah berkata jujur.
"Sebelumnya aku minta maaf, jika akhir-akhir ini aku selalu pulang larut malam dan tidak bisa memberikan waktu yang lebih untuk kalian. Aku sadar, mungkin tanpa di sengaja aku telah menyakiti hati kalian semua. Hanya saja, ada yang ingin aku sampaikan padamu tentang---"
"Tentang pernikahanmu dengan Lola? Tentang anak yang ada di dalam kandungan Lola? Atau tentang kau dan Lola yang berhubungan badan di kantor?"
"A-aku akui aku salah. Aku telah mengkhianati janji suci pernikahan kita, tapi jujur. Aku tidak ada niatan untuk sedikitpun berselingkuh dengannya. Sebelum aku melanjutkan semuanya, satu pertanyaanku. Bagaimana kamu bisa tahu semua itu secara detail?"
Gala menatap lekat wajah istrinya yang masih fokus pada layar ponselnya. Becca terdiam sejenak, lalu dia mematikan ponselnya dan menatap Gala
"Serapat apapun kebusukan yang kamu sembunyikan padaku, maka Tuhanlah yang membuka mata hatiku untuk bisa menyaksikan perselingkuhanmu dan Lola tepat di kantor!"
__ADS_1
"Bagaimana bisa kamu pergi ke kantor, tetapi aku sendiri tidak tahu semua itu? Lalu, apa yang kamu lihat di sana? Kenapa kamu bisa sepercaya itu, kalau aku sudah menikah sirih dengan Lola?"
Becca tersenyum menatap remeh ke arah wajah suaminya. Dari sorot matanya, Gala bisa merasakan dampak dari perbuatannya. Senyuman yang Becca berikan, hanyalah sebagai hiasan agar dia tidak terlihat lemah di mata Gala.
Air mata masih menumpuk di bola matanya, sebagai bukti betapa hancurnya Becca saat ini. Yang anehnya lagi, Becca tidak bisa meneteskan air mata itu. Tidak seperti ketika dia menangis bersama Naku saat meratapi nasib mereka yang telah hancur karena ulah Gala.
Perlahan, Becca mulai memberikan ponselnya. Lalu Gala mengambilnya dan melihat rekaman dia serta Lola yang begitu jelas. Itulah bukti terkuat yang Becca miliki, sehingga dari semua omongan manis yang Gala berikan tidak akan mempan untuknya kembali.
"Ja-jadi, wa-waktu itu kamu pergi ke kantorku da-dan merekam ke-kejadian ini?" tanya Gala, syok. Tangannya sedikit gemetar, bersamaan dengan suaranya yang mulai terbata-bata.
Becca mengambil paksa ponselnya, lalu menjelaskan bagaimana dia bisa sampai ke kantor Gala. Di sini terlihat sekali, bila Becca dalam keadaan yang cukup tenang. Meski terlihat dari luar, tetapi belum tentu di dalamnya yang sudah berkecambuk.
Gala benar-benar tidak menyangka. Aroma parfum dan noda lipstik di kemejanya bisa membuat Becca sampai curiga sedemikian rupa. Pada akhirnya Becca mulai memutuskan pada dirinya sendiri untuk menyelidikinya kasus suaminya dengan sendirinya.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung