Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Operasi Besar Joey


__ADS_3

"Mamih mau Joey harus berjuang, Joey harus sehat, Joey harus sembuh. Oke? Mamih gak mau kehilangan Joey, kalau sampai itu terjadi Mamih bisa gila karena hanya Joey anak satu-satunya yang Mamih miliki. Jangan sampai Mamih menyesal atas perlakuan Mamih dan Papih dulu sama Joey. Kami tahu, kami salah. Cuma, kami tidak mau kehilangan putra satu-satunya. Untuk itu, Mamih pesan sama Joey jangan sampai patahkan harapan kami berdua untuk menjadi orang tua yang lebih baik dari sebelumnya. Mamih mohon, berjuang ya, Sayang. Please ...."


Air mata Rani sudah tak terbendung kembali. Dia menangis sesegukkan di dalam oelukan sang anak untuk menumpahkan semua rasa kasih sayang, kekhawatiran, juga ketakutan yang membuat hati mereka menjadi gelisah dan tidak tenang.


Resiko yang cukup besar akan di hadapi sang anak sangat-sangat mengguncang mental kedua orang tua Joey. Siap tidak siap, mereka semua harus ikhlas dan tetap berusaha berjuang demi kesembuhan anak tersayang.


Jika bukan dari sekarang, terus sampai kapan? Penyakit Joey bukanlah penyakit batuk, pilex yang biasa anak rasakan. Akan tetapi, ini merupakan penyakit sangat serius, apabila penyakit itu semakin dimanja maka kondisi Joey akan semakin parah. Sampai akhirnya, Joey akan merasakan daya tahan tubuhnya memburuk, lemas, dan sebagainya.


Intinya, apa pun yang sudah mereka rencanakan hari ini semoga bisa membuahkan hasil yang indah. Di mana Ragil dan Rani dapat kembali menyaksikan anaknya pulih serta tumbuh besar menggapai cita-cita dan memiliki keluarga kecil tersendiri.


Rani menyudahi pelukannya, menghapus semua sisa air mata di wajah dan melihat sang suami bergantian memeluk sang anak. Kemudian, setelah selesai Ragil memegang kedua pundak Joey dengan tatapan keduanya yang sangat mendalam disertai air mata yang menetes.


"Dengarkan, Papih, Joey. Kamu harus ingat pesan Papih! Kamu adalah laki-laki, kamu harus tetap kuat, berjuang, tidak boleh lemah, dan tidak boleh menyerah. Semua hasil kita serahkan pada Tuhan, tapi jika kamu tidak ikut serta berusaha bertahan hidupmu untuk bisa terus bersama kita. Bagaimana kamu bisa melewati semua proses yang panjang ini?"


"Papih harap kamu paham sama apa yang Papih ucapkan barusan. Harapan serta impikan yang sudah kita rangkai harus terwujud. Papih tidak mau hal buruk terjadi padamu, hanya kamu harapan satu-satunya untuk Papih dan Mamih agar kami semangat menjalani hidup bahkan kami rela menurunkan ego demi kebahagiaanmu. Namun, jika sesuatu terjadi padamu itu artinya kamu sudah benar-benar tidak sayang lagi sama kami dan tidak peduli akan nasib kami tanpa dirimu!"


"Kamu ingat, Sayang! Ada gadis kecil yang selama ini selalu membuatmu tersenyum, tertawa, bahkan kelucuannya mampu menghilangkan rasa sakit ditubuhmu. Lantas, apakah kamu tega meninggalkan Yola? Papah dan Mamih tahu, usia kalian sangat di bawah umur. Cuma, kamu yakin. Di dalam hatimu sudah tertis nama gadis itu dan kamu pun siap mempersatukan kalian asalkan kamu berjanji untuk tetap sembuh. Kasihan gadis itu, Joey."

__ADS_1


"Seandainya dia tahu keadaan kamu pasti dia begitu sedih, apa kamu tega meninggalkan dia? Tidak bukan, jika memang kamu tidak bisa bertahan untuj kami. Tak apa, tetapi kamu harus tetal bertahan demi kebahagiaan Yola. Gadis kecil kesayanganmu itu tidak ingin kehilanganmu, jangan patahkan semangatnya, dan jangan hilangkan senyuman diwajahnya cantiknya. Papih tidak mau kamu menyakiti Yola dengan segala hal buruk yang akan terjadi nantinya."


"Jadi, pelase ... Papih mohon, semangat dan berjuang untuk sembuh. Biar nanti ketika usia kalian sudah cukup matang Papih dan Mamih akan membawa Yola untummu. Apa kamu lupa, keluarga mereka bahkan ingin menjodohkan kalian. Itu artinya mereka memang menginginkan Yola berada di tanganmu. Namun, jika kamu tidak bisa melawan penyakit ini, bagaimana kalian bisa bersatu?


"Ingat, Joey! Apa pun yang terjadi berjuanglah, kami bantu doa dari sini. Semangat demi Yola dan kebahagiaanmu. Papih dan Mamih tidak akan berhenti berdoa untuk kesembuhanmu. Selamat berjuang, Boys. Semangat, semangat, dan semangat. Joey pasti sembuh, Papih yakin semua keajaiban Tuhan ada!"


Ragil tersenyum dibalik tangisannya, lalu kembali memeluk Joey yang kini menangis kejar di dalam pekukannya. Dokter dan suster ikut merasakan kesedihan keluarga mereka karena ini bukanlah operasi kecil yang memiliki tingkah keselamatan tinggi. Akan tetapi, Joey akan melewati fase di mana dia harus berjuang antara hidup dan ma*ti.


Apabila Joey, kuat. Keberhasilan akan menyelimuti mereka semua, tetapi jika tidak. Kabar duka segera memenuhi rumah Joey dan isak tangis akan berjatuhan menjadi lautan kesedihan.


Rani tersenyum melambaikan tangan ke arah sang anak yang sudah berada di dalam ruangan, membuat Ragil langsung memeluknya mengusap-usap sebagai bentuk rasa sayang untuk menguatkan mentalnya. Selepas pintu ruangan operasi tertutup, tangis Rani kembali pecah di dalam pelukan sang suami.


Bagaimanapun, hati orang tua akan hancur ketika harus menyaksikan anak kesayangan harus berjuang seorang diri untuk mempertahankan hidupnya. Hanya doa yang bisa membantu Joey saat ini, bukan yang lain.


Ragil membawa Rani untuk duduk di kursi panjang dekat ruang operasi. Sebisa mungkin mereka harus tenang, mempersiapkan mental, dan doa yang harus terus dipanjatkan supaya tidak terputus.


20 menit operasi Joey sudah berjalan lamanya, tetapi ini baru sebagian kecil. Dikarenakan operasi itu dapat memakan waktu sekitar kurang lebih 6 sampai 12 jam tergantung dengan kesulitan dokter untuk mengupayakan bagaimana semuanya kembali berjalan lancar.

__ADS_1


Tangan Ragil menggenggam sang istri tanpa melepaskannya, di mana Rani menyandar sambil menatap ke arah pintu dan lampu operasi yang masih menyala hijau. Walaupun, hati rasanya gundah dan gelisah tetap saja mereka harus berpikir positif demi keselamatan sang anak.


"Gil, apa gak sebaiknya kita hubungi keluarga Yola saja. Dengan begitu kita bisa meminta doa yang banyak untuk Joey, saat ini hanya itu yang dapat membantu Joey. Doa, doa, dan doa. Tidak lebih!"


Rani merubah posisi duduknya menatap sang suami dengan wajah sembab, pucat, mata mulai memerah, dan bengkak. Apa yang dikatakan oleh sang istri memang benar adanya, hanya saja Ragil sedikit bingung dikarenakan Joey sudah menitipkan pesan kepada mereka berdua supaya tidak memberitahukan kepada siapa pun tentang penyakitnya ini.


"Kenapa kamu diam, Gil? Ayo, beritahu keluarga Yola. Semakin banyak orang yang tahu, akan semakin banyak doa baik yang Joey dapatkan dari mereka. Kalau cuma kita yang berdoa, kasihan Joey. Anak kita sedang berjuang loh, kamu tega kalau sampai sesuatu terjadi padanya?"


Samg istri terus mencecar suaminya untuk sedikit terbuka dengan keluarga Yola. Namun, sang suami tetap diam meskipun, Rani terus menggoyangkan tubuhnya supaya mengatakan sepatah kata dan langsung melakukan apa yang dikatakan istri tercinta. Apakah Ragil akan berkata jujur pada keluarga Yola? Ataukah dia tetap memilih diam walaupun, sang istri terus memaksanya?


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2