Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Mengusir Gala


__ADS_3

Selang beberapa hari, Becca baru saja pulang ke rumah bersama Naku, Rio dan juga Yola yang selalu ada di sampingnya.


Namun, ketika mereka baru saja sampai di rumah Becca. Seseorang sudah menyambutnya di depan pintu utama. Siapa lagi kalau bukan Gala.


Ternyata beberapa detik lalu Gala baru saja sampai lebih dulu dari pada mereka untuk sekedar mencari tahu tentang keberadaan Becca. Semua itu karena Naku tidak menjawab telepon Gala sama sekali, semenjak perginya Becca dari rumah.


"Oh, jadi ini alasan Naku tidak mau mengangkat telepon, Daddy. Iya? Padahal beberapa hari lalu, Daddy sudah berusaha untuk mencari keberadaan Mommymu di mana-mana saking paniknya. Dan sekarang, Daddy malah melihat kalian ketawa-ketawa pulang dari liburan bersama dia!"


Lirikan mata Gala begitu sinis terhadap Rio, sedangkan Rio tetap tersenyum kecil saat pertama kali bertemu oleh pria yang selama ini telah merenggut Becca darinya.


"Stop, Dad! Kalau Daddy ke sini cuman untuk marah-marah, mendingan Daddy pulang dari sini, sekarang!" ucap Naku penuh penekanan.


"Waw, sudah berani ya kamu mengusir Daddy. Apa semua ini ajaran dari pria itu?" sahut Gala, menatap remeh ke arah Rio.


"Cukup, Gal! Aku baru pulang dari rumah sakit, butuh istirahat. Jadi aku minta dengan cara baik-baik, silakkan kamu pergi dari rumahku sebelum aku mengusirmu!" jawab Becca, berusaha setenang mungkin.


Gala bertepuk tangan beberapa kali, bersamaan munculnya sebuah senyuman miring yang terukir jelas seakan-akan sedang meremehkan perkataan Becca maupun Naku.


"Hebat, benar-benar hebat! Baru kali ini aku melihat seorang Becca dan Naku, berani mengusir orang yang selama ini hidup bersama puluhan tahun lamanya. Sungguh, luar biasa!


"Ini semua pasti gara-gara, pria ini!"


"Gala!" teriak Becca.

__ADS_1


"Daddy!" teriak Naku dan Yola bersamaan.


Mereka semua terkejut ketika melihat Gala langsung menarik kerah baju Rio dan hampir ingin menonjoknya dalam posisi tangan sudah mengepal keras tepat di depan wajah Rio.


Sementara Rio, terlihat sangat tenang tanpa sedikit pun melakukan perlawanan ketika Gala ingin memukul wajahnya. Rio hanya tersenyum menatap lekat manik mata Gala yang di penuhi oleh amarah.


"Bisakah turuni tangan Tuan, di sini banyak anak kecil. Jadi, tidak pantas jika kita mencontohkan perbuatan yang salah ini. Lebih baik, kita bicarakan semuanya dengan kepala dingin, tanpa adanya kekerasan. Bisa?" ucap Rio.


Ketika mendengar tangisan Yola, tangan Gala perlahan melepaskan Rio membuat Rio langsung menggendong anaknya untuk mencoba menenangkannya. Sedangkan, Gala langsung di tarik oleh Becca untuk mendekati pagar.


Naku yang ingin menyusul Becca, refleks di tahan oleh Rio. Dia mencoba memberikan nasihat pada Naku agar tidak ikut campur urusan orang tua, lalu mengajaknya masuk ke dalam rumah.


Sesampainya di dekat pagar, Becca menghempaskan tangan Gala begitu saja. Tatapannya sangat kecewa atas sikap Gala yang semakin menjengkelkan.


"Apa kamu lupa, bagaimana dulu kamu bersikap pada semua orang, hem? Apa harus aku ingatkan semuanya. Iya?"


"Kau itu dulu orang yang paling di kagumkan oleh banyaknya wanita karena sikapmu yang manis dan sangat penyayang. Namun, kenapa setelah kamu mengkhianatiku semua sikapmu berubah begitu saja. Apa alasannya, Gal. Apa!"


Becca berteriak memaki-maki Gala di depan security yang berjaga-jaga dari jarak jauh untuk memastikan kalau majikannya baik-baik saja.


"Kau mau tahu, kenapa aku seperti ini, hahh? Itu semua karena aku tidak rela kalau kamu sampai jatuh ke tangan pria itu!" pekik Gala, sambil menunjuk ke arah rumah.


"Itu semua bukan urusanmu! Kita sudah berpisah, jadi lebih baik kau atur hidupmu sendiri dari pada mengatur hidupku, paham!" ucap Becca, penuh penekanan.

__ADS_1


"Sampai kapan pun aku tidak akan rela kalau kamu sampai menikah dengannya!" sahut Gala, menatap tajam.


"Terserah! Aku tidak peduli, mau aku nikah lagi atau tidak hanya aku yang bisa menentukan bukan dirimu!" jawab Becca, membalas tatapan tajam dari Gala.


"Itu urusanmu, karena aku masih cinta sama kamu, Becca!"


"Tidak! Aku tidak cinta sama kamu, jadi sekarang pergilah dari rumahku!"


"Aku tidak mau!"


Gala langsung mencekram tangan Becca sambil memohon padanya untuk kembali padanya. Akan tetapi, Becca tetap pada pendiriannya kalau dia tidak akan pernah kembali lagi.


Becca berusaha keras melepaskan tangan Gala, tetapi kekuatan Gala lebih besar darinya. Sehingga security langsung turun tangan untuk membantunya menghindar dari Gala. Setelah itu security tersebut berusaha menarik Gala memasuki mobilnya, kemudian Becca masuk ke dalam rumah sambil menghapus air matanya.


Di mana Gala hanya bisa berteriak kesal tepat di dalam mobil sambil melaju pergi meninggalkan rumah Becca.


Entah mengapa, setelah mengatakan bahwa Becca sudah tidak lagi mencintai Gala. Rasanya di dalam hati Becca benar-benar sangat lega. Becca masuk ke dalam rumah dalam keadaan yang berusaha terlihat baik-baik saja, meskipun pergelangan tangannya sedikit sakit akibat tangan Gala.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2