Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Menyelamatkan Becca


__ADS_3

"Aaaa ... Kakak tolong aku!"


Teriakan Becca sebelum terjatuh ke laut terdengar begitu nyaring, karena terbawa angin laut yang berhasil membuat semua orang yang ada di dekat sana menjadi panik.


Salah satunya Rio. Dia adalah orang yang sangat-sangat syok melihat perahu Becca terbalik begitu saja. Di mana Becca mulai terbawa arus di bawah air laut, lalu tangannya mencoba untuk melambai-lambai ke atas untuk memberikan sinyal.


Tanpa memikirkan resikonya, Rio berdiri sambil membuka jasnya lalu menyeburkan diri ke laut dan berenang secepat mungkin untuk bisa menggapai Becca.


Beberapa menit, akhirnya Rio berhasil membawa Becca ke dalam pelukannya dalam kondis Becca sudah tidak sadarkan diri saat Rio berada di dekatnya.


"Ca, bangun! Hei, buka matamu! Aku mohon, Ca. Buka matamu! Kamu tidak boleh tidur, aku akan segera membawamu ke rumah sakit!" ucap Rio sambil menepuk pipi Becca berulang kali, tetapi tidak mendapatkan respon sedikit pun.


Dengan wajah panik, Rio segera berenang menuju ke tepian sambil terus memeluk Becca dengan posisi wajah Becca harus terus berada diatas air.


Mungkin orang yang berada di sana menganggap bahwa air laut yang terlihat tenang sangat mudah untuk di taklukkan. Hanya saja, mereka tidak tahu. Kalau tekanan atau arus yang ada di dalamnya yang sangat berbahaya.


Jadi, bisa di katakan air tenang bukan berarti arus di dalamnya juga ikut tenang. Sebab, terkadang banyak yang terkecoh akan kondisi air laut yang sebenarnya.


Rio berusaha keras sekuat tenaganya untuk melawan alur di bawah agar tetap bisa membawa Becca segera ke tepi laut.


Dalam keadaan seperti itu, Rio tidak bisa memaksakan untuk terus melawannya karena itu akan menguras banyak tenaga.


Sementara beban yang Rio pikul pun lumayan. Sehingga, sebisa mungkin Rio harus menyimpan sisa kekuatannya dengan terus mencoba untuk mencari jalan keluarnya.

__ADS_1


Apa bila Rio tidak bisa menggunakan kecerdasan pikirannya. Maka, bisa jadi mereka berdua malah sama-sama tenggelam dan terbawa oleh arus di bawah laut yang cukup kencang.


Dengan susah payah Rio berusaha, di mana napasnya pun mulai tidak beraturan. Dan akhirnya dia berhasil membawa Becca ke tepi di bantu oleh beberapa orang yang ada di sana.


Rio mulai lelah, akibat semua tenaganya sudah terkuras habis oleh arus laut demi menyelamatkan wanita yang sangat penting di dalam hidupnya. Susah payah, Rio meneteralkan napasnya sampai dia pun duduk tepat di samping Becca.


"Ca, bangun! Ayo, bangun! Buka matamu, aku mohon! Aku janji, aku akan segera membawamu ke rumah sakit!" ucap Rio, terus menepuk-nepuk pipinya dan berulang kali memompa dada Becca.


"Tuan, kalau Tuan membawanya ke rumah sakit sebelum memberikan pertolongan pertama. Itu akan sia-sia, karena rumah sakit dari sini lumayan jauh!" ucap salah satu pengunjung.


"Setidaknya Tuan berusaha untuk mengeluarkan air yang ada di tubuhnya agar istri Tuan bisa kembali bernapas. Sebab, kalau air masih ada. Itu akan menghambat jantungnya bergerak dan bisa menyebabkan kema*tian!" sahut pengunjung lainnya.


Semua orang berusaha untuk menasihati Rio, berulng kali Rio mengikuti apa yang mereka katakan untuk menekan perutnya, lalu dada Becca sampai beberapa kali.


"Tuan, nadi iatri Tuan semakin melemah! Kalau pun di paksakan ke rumah sakit dengan jarak kurang lebih 40 menit, saya pastikan Nyonya ini tidak akan selamat!" ucap seorang Ibu, wajahnya begitu serius.


Semua orang mulai menjadi panik, sampai akhirnya terlintas ide gila dia dalam pikiran Rio yang cuku ekstream. Hanya ini jalan satu-satunya demi menyelamatkan Becca, karena tidak ada cara lain apa lagi melihat kondisi nadi Becca semakin melemah.


"Bisakah saya minta tolong padamu, Nyonya?" ucap Rio, wajahnya sedikit merah.


"Apa, Tuan? Katakan, saya akan membantu selagi saya bisa!" tanya ibu-ibu tersebut.


Rio membisikan semuanya padanya membuat Ibu itu sedikit membolakan matanya sambil menganggukan kepalanya. Sehabis itu, dia berdiri dan membisikan pada suaminya untuk meminta bantunya.

__ADS_1


Setelah di rasa semuanya aman, sang ibu dan suaminya langsung meminta semua pengunjung untuk berbalik badan dan tidak ada satu orang pun yang akan melihatnya termasuk anak kecil.


"Tuan, Nyonya dan adik-adik semuanya. Saya mohon untuk berbalik badan, karena akan ada adegan yang sangat mengerikan demi menyelamatkan nyawa isyrinya. Saya, mohon untuk pengertiannya!"


"Apa yang di katakan oleh istriku benar, jadi mohon perhatiannya paling tidak 5 menit saja. Tolong jangan sampai ada yang melihat ke arah sini!"


Suami-istri itu berusaha memberikan pengertian kepada semua orang, yang mana sebagian orang dewasa telah paham apa yang akan Rio lakukan pada Becca. Jadi, mereka berusaha untuk mengalihkan anak-anaknya agar tidak sampai melihat adegan tersebut.


Setelah semuanya membelakangi Rio yang duduk di samping Becca dalam keadaan terlentang. Kini, waktunya Rio berangsi untuk menyelamatkan Becca.


Suami-istri itu memberikan kode sambil berjaga-jaga agar tidak ada yang melihatnya atau mengabadikan momen tersebut. Rio pun mengangguk, lalu menatap Becca beberapa detik sambil memejamkan matanya mencoba menetralkan detak jantungnya.


Sehabis itu, Rio membuka mulut Becca lebar-lebar dan memencet hidungnya. Kemudian, mulut Rio perlahan mulai mendekat sambil memberikan napas bantuan berulang kali.


Suami-istri itu pun membelakanginya sambil terus mengawasi semua pengunjung agar tidak mengintip dan juga mereka tidak ingin melihatnya. Sehingga, hanya Rio yang tahu adegan tersebut.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2