Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Om Baik Hati


__ADS_3

Dalam keadaan sesegukkan Naila berusaha untuk menjawab semua pertanyaan yang disebutkan oleh suster di meja resepsionis. Pria itu merangkul Naila berusaha menangkan gadis malang yang masih dalam keadaan syok parah.


Naila meninggalkan sebuah nomor telepon yang akan suster hubungi demi memberikan kabar ini kepada Leon. Setelah urusan selesai, pria itu meminta suster untuk mengobati luka-luka yang ada di tubuh Naila serta mengganti pakaiannya dan meminjam pakaian rumah sakit.


Awalnya Naila menolak semua itu, tetapi berkat bujukan dari pria tersebut gadis cantik yang bernasib malang itu langsung mengikuti arahannya.


Selesai pemeriksaan, ternyata Naila memiliki trauma akibat kecelakaan tadi membuatnya selalu menyesali perbuatannya yang kabur dari rumah. Sampai akhirnya Vivi mengalami kejadian tragis yang membuat ibu dua anak itu harus berjuang mempertahankan hidup diambang kema*tian.


Naila mengalami keseleo di kaki sebelah kiri, hingga harus menggunakan kursi roda beberapa minggu ke depan sampai kakinya kembali pulih. Tidak lupa, Naila juga yang sedikit kekurangan cairan segera diberikan impusan untuk membuat keseimbangan tubuhnya tetap terjaga.


"Kamu di sini saja, biar saya yang melihat kondisi ibumu. Kondisimu tidak baik-baik saja, saya takit----"


"Tidak, Om baik hati. Naila mau ikut Om baik lihat Bunda, Naila tidak mau di sini! Om baik sudah janji, bukan. Kalau Naila sudah diobati Naila oleh ikut Om baik lihat Bunda. Terus kenapa Om baik ingkar sama janji Om.baik sendiri?"


Pria tampan yang menolong Naila terdiam mematung. Kalimat yang Naila ucapkan sangat menyentuh hatinya. Padahal, dia tidak berbuat banyak untuk mereka tetap saja untuk Naila pria yang dikirim untuk menolongnya adalah malaikat Tuhan yaitu, Om baik hati.


"Naila mohon, Om baik hati. Naila pengen ketemu Bunda, Naila kangen sama Bunda. Naila tidak mau Bunda kenapa-kenapa, Naila mohon ... Naila boleh ikut ya, please!"


Naila memohon sambil meyatukan kedua tangan dengan wajah yang sangat sedih. Pria itu hanya tersenyum, lalu mengusap kepala Naila dan mengangguk kecil.


"Baiklah, kamu boleh ikut. Cuman, pakai kursi roda supaya kakimu tidak terasa sakit ketika dipaksakan untuk berjalan."

__ADS_1


"Ya, Om baik hati. Naila akan pakai kursi roda, yang penting Naila bisa tahu bagaimana keadaan Bunda."


"Om baik hati?"


"Ya, Om adalah penyelamat aku dan Bunda. Semoga saja pertolongan Om bisa membuat Bunda kembali sehat, Naila tidak mau Bunda meninggal seperti orang tua kandung Naila. Naila tidak mau lagi kehilangan, Naila pengen Bunda kembali hiks ...."


Naila kembali menangis di atas bangkarnya membuat pria itu merasa tidak tega dan memeluknya. Tidak lupa meminta suster yang ada di situ untuk mengambilkan kursi roda.


"Tenanglah, kita berdoa agar Bundamu bisa kembali sehat. Om tidak bisa banyak membantumu, semua kehidupan, kema*tan, jodoh, rezeki hanya Tuhan yang menentukan. Setidaknya kita sudah berusaha, berjuang dan berdoa setulus hati. Hasilnya kita harus serahkan pada Tuha dan mencoba mengikhlaskan apa pun yang terjadi."


"Tapi, Naila---"


"Naila!"


"Ayah!"


Naila berteriak, kemudian membalas pelukan Leon. Di mana tangis keduanya sangat terdengar menyedihkan sampai hampir membuat pria yang sudah menolongnya ikut meneteskan air mata.


"Apa yang terjadi sama kalian, Sayang? Kenapa kamu dan Bunda bisa ada di sini, apa yang kalian alami. Katakan sama Ayah, katakan, Sayang hiks ...."


Leon memeluk erat Naila mengusap punggungnya, lalu mencium wajah sang anak serta mengusap pipi sambil menatap gadis kecil kesayangan.

__ADS_1


"Naila tidak tahu Ayah, di saat Naila ketemu Bunda. Di situ Naila lari, Bunda terus ngejar Naila padahal Naila sudah meminta Bunda untuk tidak mengejar Naila. Cuman, Bunda tetap kekeh ngejar Naila sampai di jalan besar Naila tetap berlari menyebrang jalan, tetapi Naila tidak melihat kalau ada truk besar yang mau menabrak Naila. Terus Bunda teriak nama Naila, habis itu Naila takut Naila cuma bisa menutup mata dan tiba-tiba Naila di dorong ke depan terus jatuh."


"Ternyata Bunda nolongin Naila, Bunda yang dorong Naila akhirnya Bunda yang tertabrak truk itu sampai Bunda terpental.juh banget. Naila kaget, Ayah Naila takut hiks ... Naila langsung lari tanpa memperdulikan rasa sakit yang Naila rasakan terus Naila peluk Bunda. Awalnya Bunda sadar, cuma Bunda langsung tidur lagi gak mau bangun setelah titip pesan agar Naila kembali sama Ayah dan menjaga Ade kaya adik Naila sendiri hiks ...."


Naila berusaha menjelaskan kronologi kejadian yang dia lihat. Leon tidak kuasa mendengar nasib sang istri begitu malang hingga tubuhnya melemas dan hampir terjatuh jika bukan ditahan oleh Om baik hati.


Pria itu mendudukan Leon di kursi tunggal dekat bangkar Naila dalam keadaan syok berat setelaj mendengar semua kejadian anak dan istrinya.


Naila dan Leon saling menyalahkan diri mereka masing-masing ketika Vivi sedang berusaha berjuang. Om baik hati mencoba untuk menenangkan keduanya agar tidak terus saling menyalahkan dan meminta merke agar fokus pada Vivi terlebih dahulu.


Leon yang tidak mengenal pria itu, segera dikenalkan oleh Naila menggunakan versinya. Meskipun, pria itu tidak sebaik apa yang Naila ceritakan tetap saja Leon bisa melihat kalau pria ini terlihat bagaikan malaikat tanpa cahaya putih.


Om baik hati yang tidak tahu pasti bagaimana kronologi terjadi, membuat dia harus menjelaskan semuanya saat polisi hadir memasuki ruangan Naila. Tidak lupa polisi juga meminta keterangan dari Naila serta Leon selaku keluarga dan saksi di tempat kejadian.


Berat rasanya Naila harus mengingat kejadian itu, tetapi dia harus bisa hidup berdampingan dengan trauma yang terus berputar di isi kepalanya. Jika tidak, maka Naila bisa menjadi depresi seperti arahan dokter spikolog anak yang juga hadir mendampingi Naila.


Di saat ruangan itu penuh dengan polisi dan dokter, tiba-tiba saja suster datang dalam keadaan panik untuk memberikan informasi mengenai kondisi Vivi. Semua orang menjadi penasaran atas kondisi Vivi yang saat ini terjadi. Apakah Vivi masih bisa diselamatkan, atau hidupnya akan berakhir dalam hitungan menit?


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2