Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Bukan Lagi Istri Gala


__ADS_3

Keesokan harinya, di rumah sakit. Gala bangun lebih dulu, lantaran dia tidak bisa tertidur dengan nyenyaknsaat melihat berita viral yang selalu berseliweran di akun sosial medianya. Di tambah lagi, adegan panas yang Becca berikan pada Rio, sungguh tidak bisa di lupakan begitu saja.


Di saat Gala sedang menikmati kopi hangatnya beserta roti yang dia beli di kantin, tiba-tiba saja Lola terbangun dari tidurnya yang cukup lama.


"Eerrghhh, sstt ... Ke-kepalaku, kenapa sakit banget?"


Lola memegangi kepalanya sambil membuka kedua matanya secara perlahan menyesuaikan cahaya yang ada di dalam kamarnya.


"Arrghh ... A-apa yang terjadi padaku, ke-kenapa aku ada di sini?" tanya Lola, ketika menyadari kalau saat ini dia lagi berada di rumah sakit.


Perlahan mata Lola mulai menatap ke arah langit kamarnya sambil mengingat semua yang sudah terjadi semalam. Kejadian yang sangat menggetarkan hatinya itu, langsung berhasil membuat air matanya mulai lolos secara perlahan.


"Sudah ingat, kenapa kau bisa ada di sini, hem?" tanya Gala, berdiri dari sofa dan mulai berjalan mendekati ke arah bangkar.


Lola yang sedikit terkejut dengan suara itu, segera menoleh ke arah samping menatap Gala dengan tatapan penyesalan yang cukup mendalam.


Senyuman kecil yang Gala ukir untuknya seakan menjadi pertanda, bahwa kehancuran Lola sebentar lagi akan di mulai.


"Sa-sayang? Ma-maaf, a-aku tidak bermaksud untuk---"


Gala mengangkat tangannya ke atas, membuat Lola langsung berhenti berbicara. Dia sangat paham sekali, betapa kecewanya Gala ketika mengetahui kebohongan mengenai kehamilannya.

__ADS_1


"Tidak perlu di jelaskan lagi, karena saya sudah tidak butuh penjelasanmu!"


"Mulai saat ini, detik ini, hari ini dan juga seterusnya. Kamu bukan lagi istri saya, baik di atas kertas atau sah secara hukum dan agama. Jadi, setelah ini kau bisa pergi sejauh mungkin dari hadapan saya. Apa bila saya masih melihat wajahmu itu, maka jangan salahkan saya. Kalau saya akan berbuat yang nantinya bisa kau sesali seumur hidupmu. Mengerti!"


"Kau tenang saja, semua barang mewah, pakaian serta apa pun yang kau miliki selama menjadi istri saya. Tidak sedikit pun saya akan mengambilnya! Hitung-hitung, saya telah bersedekah kepada orang yang tidak mampu untuk menebus semua dosa saya selama ini, karena telah menyakiti anak dan istri saya!"


"Terima kasih, kehadiranmu telah menghancur hidup saya dan juga keluarga saya. Jika takdir bisa di rubah, saya tidak akan pernah menerimamu untuk bekerja di sini. Supaya saya tidak akan pernah merasakan hidup di dalam jebakan tikus sepertimu!"


Tatapan mata Gala menyorot penuh dengan kekecewaan yang sangat mendalam terhadap Lola. Dia tidak menyangka di saat sudah mulai membuka hatinya untuk Lola, Gala malah mendapatkan sebuah kejutan yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya.


Seandainya semua ini bisa di rubah, Gala akan berkata jujur kepada Becca mengenai kejadian yang tidk di sengaja dia lakukan bersama Lola. Sehingga, kemungkinan besar hubungan rumah tangga Gala dan Becca akan baik-baik saja, tidak seperti saat ini.


Setelah urusan selesai, Gala langsung pergi begitu saja meninggalkan Lola yang selalu berteriak untuk meminta permohonan maaf dan juga ingin menjelaskan semuanya.


Sayangnya. Lola tidak sedikit pun mendapatkan celah untuk menjelaskan tentang perasaannya yang sebenarnya. Mungkin, cara Lola untuk mendapatkan Gala terbilang salah. Hanya saja, cinta yang Lola berikan kepada Gala itu tidak salah sama sekali. Karena, setiap orang berhak memiliki cinta untuk seseorang yang dia sayangi.


Akan tetapi, cinta yang begitu besar Lola berikan pada Gala. Membuat Lola lupa akan batasan dia sebagai sekretaris dan malah memilih untuk merebut Gala dari keluarganya.


Cinta yang Lola miliki untuk Gala, bisa di katakan sebagai ambisi. Di mana dia akan melakukan banyak hal untuk bisa mendapatkan cintanya. Sehingga dia tidak bisa membedakan mana yang benar dan juga salah.


Mungkin, Lola adalah wanita yang jahat karena sudah merebut suami orang. Hanya, yang di salutkan dari Lola. Dia tidak pernah menyakiti atau meneror keluarga Gala sama sekali. Sebab, bagi Lola bisa memiliki Gala itu sudah membuatnya bahagia, tanpa harus menyakiti orang di sekitarnya.

__ADS_1


Namun, tanpa Lola sadari dengan cara merebut semua orang itu sudah sesuatu hal yang benar-benar menyakitkan hati seorang perempuan. Jika Becca bisa memilih, lebih baik di di sakiti secara fisik dari pada di hancurkan melalui metal atau pun hatinya.


Selepas Gala pergi, saat Lola terus berusaha ingin mengejarnya. Tiba-tiba dia terjatuh dari bangkarnya sambil menangis saat melihat pintu tertutup.


"Tunggu aku, Sayang. Tunggu, aku mohon kasih aku kesempatan sekali saja, aku janji. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu, dan aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu!"


"Please, Sayang. Kembalilah, aku tidak mau kehilangamu, karena aku sangat-sangat mencintaimu. Jadi, aku mohon, Sayang. Jangan pergi! Hiks ...."


Lola menangis sambil mengesot untuk mengejar Gala. Sayangnya, impusan di tangannya langsung terlepas dan membuat cairan merah di tangan Lola mulai berceceran di lantai.


Seorang suster yang mendengar suara tidak asing ketika melewati kamar Lola, langsung masuk dan terkejut saat melohat keadaan Lola.


Perlahan mulai membantu Lola kembali beristirahat di atas bangkarnya sambil membenarkan posisi tidurannya. Sustet itu berusaha menenangkan Lola, lalu berlari untuk mengambil impusan baru serta peralatan lainnya untuk menggantikan perban yang mulai merembas akibat bekas jahitan operasi yang masih basah kembali merembas.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2