
Mata Beca berkaca-kaca saat dia mulai menatap Rio, di mana Rio tersenyum menganggukan kepalanya kecil sambil mengusap kepala Naku penuh kasih sayang setelah menasihati.
"Tidak perlu merasa bersalah, manusia itu tempatnya salah dan dosa. Jadi, selagi kamu sudah menyadari kesalahan itu segeralah meminta maaf. Mau di terima atau tidak, terpenting kamu sudah berusaha. Tidak perlu khawatir, Om ada di sini. Om akan selalu bersamamu dalam keadaan apapun itu!"
Naku menganggukan kepalanya, lalu perlahan mulai beralih menatap ke arah Becca. Sorotan mata keduanya seperti tersirat makna tersendiri, di mana Naku menatap Becca penuh rasa bersalah. Sedangkan Becca, menatap Naku penuh kebahagiaan.
Bagaimana Becca tidak bahagia, perubahan Naku semakin hari semakin terlihat membaik setelah dia mulai berusaha menerima semua keadaan ini dan bisa menjadikan Rio sebagai temannya, bukan lagi musuh yang ingin mengambil Becca dari tangan Gala.
"Mo-mom, ma-maaf---"
"Tidak apa-apa, Mommy paham, kok. Mommy bangga Naku sudah bisa berubah, Naku sudah jauh lebih dewasa. Hanya sekali saja Om Rio mengatakan kalu itu salh, Naku sudah langsung nurut dan meminta maaf. Lain cerita sama Naku yang sebelumnya, terkesan keras juga susah untuk di kendalikan. Entah mommy atau daddy yang berusaha menjelaskan kebenarannya. Naku malah semakin memberontak, serta tidak ingin diganggu maupun disentuh ketika lagi marah."
Penjelasan telah Becca membuktikan jika Naku memang sangat membutuhkan kelembutan yang penuh kasih sayang, bukan bentakan atau kemarahan yang menyudutkan dirinya.
Becca memeluk Naku ketika ponsel ditangannya sudah dikembalikan kepada pemiliknya. Rio segera mengganti kamera depan dengan kamera belakang agar Yola bisa melihat Becca dan Naku berpelukan.
Yola tersenyum melihat itu, lalu meminta izin pada Rio untuk ke rumah sakit menjenguk Becca tanpa menanyakan apa yang sudah terjadi padanya. Rio menganggukan kepalanya, kemudian panggilan tersebut langsung Yola matikan agar dia bisa segera berganti pakaian dan bergegas ke rumah sakit.
Rio memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, lalu mengusap punggung Becca supaya bisa membuatnya lebih tenang. Sudah cukup Becca menangis hampir seharian ini, entah itu karena kesedihan, kekecewaan juga kebahagian. Semua bercampur menjadi satu yang berhasil membuat wajah Becca sedikit pucat dan sembab.
Becca melepaskan pelukan Naku, mencium pipi juga keningnya secara bergantian. Naku hanya terdiam menikmati apa yang tidak pernah di rasakan beberapa tahun belakangan ini. Walaupun di masa kecil Naku mendapatkan kasih sayang yang melimpah, tapi ketika beranjak dewasa dia merasa semua itu sudah musna.
__ADS_1
Namun, sekarang Naku telah kembali mendapatkannya bahkan lebih-lebih dari masa kecilnya. Jika Gala bisa memanjakannya dengan berbagai hadiah serta hartanya untuk bentuk kasih sayang, tapi Rio bisa memberikan seluruh kasih sayangnya untuk Naku.
"Sudah, jangan nangis terus, oke. Kasihan wajahmu yang sudah cantik malah terlihat seperti tersengat lebah. Bengkak-bengkak kaya orang yang habis dipukul, hihi ...." Rio berusaha untuk menghibur Becca agar dia tidak lagi merasa sedihnya.
"Ishh, kakak!" rengek Becca membuat Rio tertawa kecil bersama dengan Naku.
Mereka terlihat sekali begitu bahagia, apa lagi setelah Yola datang menjenguk Becca maka suasana di ruangan akan semakin ramai. Canda tawa mereka semua berhasil menghapus masalah yang menimpanya beberapa jam lalu.
... 🌟🌟🌟🌟🌟...
Rumah sakit memang identik dengan orang-orang yang sedang tidak baik-baik saja, tetapi mereka malah jauh lebih bahagia dari pada seseorang yang ada di rumahnya.
Siapa lagi kalau bukan Gala. Baru beberapa jam lalu Gala merasakan hidup bebas tanpa adanya beban, kini harus sirna begitu saja hanya karena seseorang telah menghubunginya ketika sudah mengembalikan uang yang Gala berikan.
Setelah Gala sudah puas, barulah Killa menjelaskan semua yang sudah terjadi. Tidak lupa juga Killa mengatakan kalau hidupnya jauh lebih baik berkat dirinya. Dikarenakan Gala sudah membuka rezeki tak terduga yang Killa dan suaminya dapatkan.
Mendengar semua penjelasan itu membuat Gala langsung syok dan spontan duduk di sofa. Dia tidak percaya rencananya yang sudah Gala pikirkan matang-matang, ketahuan begitu saja dalam waktu dekat hingga membuat namanya jelek di mata Becca juga Naku.
Setelah selesai menjelaskan semuanya, Killa menyampaikan pesan yang Rio katakan padanya menggunakan kalimatnya yang 100 persen tidak sama, tapi makna atau isi pesan yang ingin di sampaikan sama.
Di situ Gala sudah mulai frustasi mendengar semua yang Killa sampaikan padanya. Saat sambungan ponsel terputus, Gala malah mengamuk tidak karuan. Dia membanting ponselnya sampai isi dalaman ponsel semua berantakan ke mana-mana.
__ADS_1
"Akhhhh ... Si*al! Kenapa semua ini bisa ketahuan sih, padahal aku sudah melakukan semua rencana sebaik mungkin. Terus kenapa jadi berantakan begini? Kenapa!"
"Ini semua gara-gara Killa, dia telah menghancurkan semuanya juga Rio, dialah orang yang cukup berbahaya. Walaupun terlihat seperti orang biasa, tetapi dibalik itu semua keberadaannya sangat mengganggu. Apapun yang aku rencanakan untuk membuat Becca serta Naku kembali, dia selalu ada saja cara yang berhasil mengambil hatinya. Dasar licik!"
"Aku harus hati-hati, karena Naku bilang mereka sebentar lagi akan menikah. Itu artinya waktuku tidak banyak, jadi aku harus segera mencari cara supaya menghancurkan semuanya. Di mana Becca akan membenci Rio, serta meninggalkannya. Dengan begitu aku bisa masuk sebagai pengisi kekosongannya juga sebagai obat perlahan menyembuhkan lukanya!"
"Intinya aku tidak rela kalau Becca sampai jatuh ketangan pria lain. Becca milikku dan hanya aku yang bisa memilikinya, titik! Mulai seksrang aku harus merancang semuanya agar terlihat sempurna tanpa meninggalkan jejak sedikit pun!"
"Maafkan aku, Becca. Maafkan daddy, Naku. Daddy begini karena kalian harus kembali sama daddy. Kita akan hidup bersama penuh kebahagiaan, apapun daddy lakukan demi mewujudkan impianmu. Anggaplah itu sebagai penebus dosa daddy yang sudah mengecewakanmu. Pokoknya, daddy tidak akan pernah sudi kalau pria tidak tahu diri itu masuk di dalam kehidupan kalian dan berusah untuk menggantikan posisiku. Sampai kapan pun kalian tetap akan menjadi milikku!"
Gala benar-benar tidak terima atas kekalahan yang dia terima kali ini. Dia akan terus berusaha keras menjemput Becca dan Naku kembali, tidak peduli jalur apa yang akan dia lakukan. Setidaknya Gala tidak akan pernah mundur meski di hadapannya ada jurang sekali pun.
Emosi yang ada di dalam hatinya sulit untuk Gala kontrol sampai membuat detak jantungnya bergerak sangat cepat. Sebelum terkena penyakit yang mematikan, Gala bergegas pergi ke arah kamarnya untuk mengambil obat lalu meminumnya.
Masih tahap proses penyembuhan, Gala malah lagi-lagi mendapat serangan lantaran dia tidak bisa mengontrol emosi di dalam dirinya, hingga kembali menimpulkan serangan jantung secara mendadak.
Selepas meminum obat tersebut, Gala tiduran di atas ranjangnya mencoba menetralkan detak jantungnya. Lama kelamaan Gala malah tertidur ketika obatnya sudah mulai memberikan respon ke dalam tubuhnya.
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...