Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kakak, Yola Angen!


__ADS_3

"Kakak, Yola angen!"


Yola berteriak dan memeluk Naku benar-benar layaknya seorang adik yang merindukan Kakaknya, setelah sekian lama tidak berjumpa.


"Huhh, sabar, Naku, sabar. Ingat! Dia itu anak kecil, jadi jangan sampai kau kembali menyakitinya. Dia hanya merindukan seorang teman, jadi jangan menambahkan kesedihannya. Meskipun menyebalkan, tetapi dia anak yang baik, dan juga menggemaskan," gumam Naku di dalam hatinya.


Yola melepaskan pelukannya dan berdiri di hadapan Naku, kemudian tangan kananya menunjukkan paper bag yang dia bawa.


"Kakak, liyat! Yola bawa apa, hayo? Coba tebak!" titah Yola, menunjukkan sederetan gigi susunya yang imut dan juga putih.


Naku hanya melirik ke arah paper bag tersebut, kemudian matanya beralih ke arah Rio yang baru saja duduk. Rio tersenyum serta menganggukan kepalanya, dalam artian dia paham sama kode yang Naku berikan.


Setelah itu, Naku kembali menatap Yola yang masih membuatnya untuk menebak isi yang ada di dalamnya.


Yola tidak tahu, jika itu adalah syarat agar dia bisa main ke rumahnya. Maka dari itu, Naku bisa menebaknya tanpa harus melakukan kesalahan.


"PS?" tanya Naku, mengangkat sebelah alisnya.


"Yeey ... Kakak benal, nih buat Kakak. Cemoga Kakak cuka ya hadiah dali Yola," ucap Yola antusias.


Tangan Yola langsung memberikan paper bag tersebut kepada Naku dalam keadaan senang. Begitu pun Naku, wajahnya berubah bahagia lantaran dia bisa kembali bermain.

__ADS_1


"Makasih," sahut Naku, cuek.


"Cama-cama, Kakak. Anti ajalin Yola mainan itu ya, bial kita bica main baleng-baleng. Oteh?"


"Hahh? E-emangnya ka-kamu bisa main ini?"


Wajah Naku seketika berubah, saat Yola minta di ajarkan permainan yang terbilang sulit itu. Mainan yang mengandalkan kecepatan tangan dan juga kelihaian dalam menggunakan skill, tidak bisa di mainkan oleh anak kecil seperti Yola.


Apa lagi PS merupakan permainan yang cukup di gemari oleh kalangan pria. Baik anak-anak, dewasa ataupun bapak-bapak, bukan wanita seperti Yola. Meski, ada beberapa wanita yang suka. Akan tetapi, tidak sekecil Yola yang belum menguasai semua tekniknya.


"Hem, bica. Ental 'kan di ajalin sama Kakak, Daddy uga bica. Ya 'kan, Dad? Buma juga pasti bica, jadi anti kita main baleng-baleng deh. Celu 'kan, hihi ...."


Mata Naku melirik ke arah Becca dan Rio yang hanya bisa terkekeh, melihat raut wajah Naku sudah mulai frustasi menghadapi monster kecil tersebut.


"Yola uga, peyutnya udah bunyi-bunyi kukuruyuk gitu," jawab Yola sambil memegangi perutnya. Hanya saja, suara perut yang dia bicarakan lagi-lagi membuat Naku terkejut.


"Astaga, Yola! Maana ada sih, bunyi perut kukuruyuk, yang ada juga kriuk-kriuk kali!" seru Naku, malah mendapati tawaan dari Becca dan juga Rio.


"Satunya kukuruyuk, satunya agi kriuk-kriuk terus di tambahin huhh, hahh. Jadilah Ayam geprek, haha ...."


"Bener banget, mantap tuh. Apa lagi level max, behh ... Langsung markocop haha ...."

__ADS_1


Becca dan Rio saling bersahutan lalu tertawa cukup puas, berbeda sama Naku serta Yola. Mereka berdua merasa bingung atas tingkah orang tuanya. Baru ini, Naku bisa kembali melihat Becca tertawa setelah mereka pindah ke rumah ini.


Entah mengapa, wajah Becca terlihat lebih berwarna saat bertemu Yola dan juga Rio. Seakan-akan mereka berdua telah membawa ke bahagiaan untuknya, sampai lupa kalau sebentar lagi Becca akan menghadapi persidangan terakhir bersama Gala.


Yola melirik ke arah Naku, begitu juga sebaliknya. Kedua bahu mereka serentak bergerak naik-turun, artinya mereka pun sama-sama tidak paham sama apa yang orang tuanya bicarakan.


Yola mengambil paper bagi yang berisikan makanan, lalu mengajak Naku untuk makan lebih dulu ke meja makan.


Becca dan Rio baru saja selesai tertawa, di kejutkan dengan hilangan dua bocah yang menggemaskan itu. Saat sudah mengetahui kemana ilangnya mereka, akhirnya Becca dan Rio jalan sambil berbicara satu sama lain menuju ruang makan.


Di sana Yola dan Naku sudah makan lebih dulu dalam keadaan kompak. Tidak seperti pertama ketemu yang selalu ribut. Becca pun segera menyiapkan minuman segar untuk mereka semua, lalu ikut makan bersama layaknya keluarga kecil yang sangat lengkap.


Saat sudah selesai makan, Naku pun segera mencoba untuk bermain. Walau terkadang dia harus ekstra sabar dalam menghadapi Yola yang sok tahu. Berneda sama Becca, dia sedang membersihkan ruang makan terlebih dulu sambil membuatkan minuman serta menyiapkan cemilan yang akan di bawa untu mereka. Sementara Rio ikut membantu Naku untuk memasang semua alat-alat ke layar televisi.


Ketika semuanya sudah terpasang rapi, waktunya mereka bermain bersama. Dimana posisi mereka semua duduk di bawah beralasan karpet lembut yang berbulu abu-abu. Setelah itu, Yola duduk di pangkuan Rio sambil mengajarinya cara bermain.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2