Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Suport System Terbaik


__ADS_3

Namun, di sela-sela mereka makan. Lola kembali kepikiran dengan pria yang bersama Becca. Dia masih penasaran sama Rio, karena Rio dan Becca terlihat sangat dekat. Sehingga membuatnya menjadi curiga, apa bila ada hubungan diantara mereka.


"Pria itu kenapa bisa membela Becca sampai segitunya? Apa jangan-jangan pria itu pengganti Gala? Cuman kalau di lihat-lihat, pria itu memang sangat tampan sih. Sikapnya yang cool menjadi dambaan para wanita, termasuk diriki. Tapi, ya sudahlah. Lagi juga kalau di lihat-lihat pria itu jauh di bawa Gala, hanya saja aku heran kenapa bisa Becca menemukan pria yang sesempurna itu?"


"Ja-jangan bilang kalau pria itu adalah brondong simpanannya? Huaa ... I-ini bisa jadi bahan emas untukku memanas-manasi Gala, biar api itu semakin meledak. Dengan begitu, Gala tidak akan lagi mengagumi mantan istrinya dan bisa fokus pada kebahagiaan keluarga kecil kita untuk ke depannya."


Lola terdiam, menatap lurus dalam keadaan melamun. Tangannya mengaduk-ngaduk makanannya serta bibirnya yang tersenyum, mampu menyadarkan Gala jika sesuatu telah terjadi pada istrinya.


Gala sedikit bingung sama sikap Lola, kali ini dia terlihat aneh setelah habis pergi dari toilet. Akan tetapi, Gala menangkis semua itu dan perlahan menyadarkan Lola dari lamunannya.


"Hei, kenapa melamun? Apa yang sedang kamu pikirkan? Semuanya baik-baik aja, 'kan?" tanya Gala, cemas.


"Akhh ... Ya, Sayang. A-apa? Ke-kenapa?" tanya Lola balik, dia sediki terkejut.


"Kenapa melamun? Apa ada masalah? Kalau ada, ya cerita sama aku jangan di pendem. Itu enggak baik bagi kesehatanmu dan anak kita!" seru Gala, menatap Lola.

__ADS_1


"Aku gapapa, kok. A-aku cuman lagi ngebayangin aja saat kita main bareng sama anak kita. Pasti seru deh, kita bisa ketawa bareng dan juga bisa jalan-jalan. Akhh ... Aku jadi pengen cepat-cepat melahirkan rasanya," sahut Lola, langsung mendapatkan pelototan mata dari suaminya.


"Hyakk ... Enak saja mau mahirkan sekarang, ribet-ribetin aja. Udah tahu ini lagi ada di luar, malah neko-neko, dasar ngeselin! Udah buruan makan, habisin. Aku mau secepatnya pulang, soalnya ada pekerjaan yang harus aku kerjakan," jawab Gala, di angguki oleh Lola.


Kemudian mereka kembali menyantap makanannya dengan keadaan tenang dan penuh penikmatan. Berbeda sama di tempat lain, di mana Rio membawa Becca ke pojok Mall yang lebih sepi.


Di situ Becca menangis sesegukan, membuat Rio tidak tega dan tanpa di sadari malah memeluk erat Becca. Tangan Becca memukul kecil dada bidang Rio, lantaran dia masih sangat kesal, marah dan juga kecewa atas semua yang telah terjadi.


Awalnya Becca hanya sekedar ingin menunjukkan pada Lola, jika hidupnya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Becca bisa bangkit serta menjalani kehidupannya, meskipun tanpa Gala di sampingnya.


"Aku benci semua ini, Kak. Aku benci! Kenapa aku tidak bisa menjadi wanita yang kuat, dan kenapa juga semua orang malah membela dia bukan diriku. Kenapa, Kak. Kenapa!"


"Kejam, bukan? Ya, itulah Lola, Kak. Aku tidak mau terlihat kalah di depannya, aku harus menjadi pemenang. Jika Lola merasa menang, dia akan semakin semena-mena atas hidupku dan juga Naku. Aku tidak mau itu!"


Rio mendengakan semua keluhan Becca tanpa memotongnya. Dia ingin Becca mengeluarkan semua unek-unek di hatinya agar bisa menjadi lega. Setelah selesai barulah nanti Rio masuk sebagai kunci penasihat untuk Becca.

__ADS_1


Becca terus mengutarakan apa yang dia rasakan panjang kali lebar di dalam pelukan Rio. Dada bidang itu sudah beberapa kali menjadi samsak Becca ketika dia sedang kesal terhadap sikap Lola yang seenaknya.


"Sstt, tenanglah, Ca. Kamu itu tidak perlu semarah ini pada wanita itu, cobalah untuk belajar menerima hidup yang sudah di takdirkan untukmu saat ini. Setidaknya Tuhan memberikanmu ujian bukan untuk di bandingan, tapi di lewati dengan rasa percaya diri. Supaya kelak kamu bisa menjadi contoh wanita di luaran sana yang bisa bangkit, walaupun hatinya sangat hancur dan juga sakit!"


"Biarkan dia mau melakukan apapun itu hak mereka. Terpenting kau tidak mengusiknya, menganggunya dan juga memulainya untuk menimbulkan masalah. Kamu fokus pada kehidupanmu yang sekarang, serta belajar untuk menjadi wanita yang bisa move on tanpa mengalami kegagalan. Paham?"


"Jangan kau masukan semua orangan orang itu, kalau wanita itu bisa playing victim, maka kamu juga bisa bermain cantik. Buatlah dia menyesali perbuatannya dan merasa iri akan kesuksesanmu yang berhasil jauh lebih bahagia darinya. Karena apa yang aku lihat dari wanita itu, dia hanya ingin melihat kehancuranmu. Jadi, jangan terpancing olehnya. Teruslah berjalan maju dan menutup kuping rapat-rapat untuk tidak mendengarkan seseorang yang akan membuatmu kembali terjatuh!"


Nasihat yang Rio berikan pda Becca, mampu berhasil membuatnya mengerti. Becca melepaskan pelukannya lalu menatap lekat manik mata Rio, di mana Becca sanhat beruntung sekali. Telah di pertemukan oleh Rio dalam keadaan yang seperti ini, mungkin tanpa Rio. Becca sudah menjadi wanita yang berjalan tanpa arahan dan juga suport terbaik.


Becca tersenyum dan berulang-ulang kali mengatakan terima kasih, lantaran Rio sudah menjadi suport system terbaik yang dia miliki saat ini. Rio membalas senyum Becca, lalu tangannya menghapus air mata yang tersisa di wajah Becca secara perlahan.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2