
Malam hari, Becca dan Naku baru saja selesai makan malam. Kemudian mereka pun pergi ke ruang tengah untuk sekedar berkumpul untuk meluangkan waktu bersama.
Becca mengajak Naku untuk menonton film drakor yang sedikit mengerikan, di mana film itu bercerita tentang adanya sebuah rahasia tersembunyi. Banyak musuh yang ingin mengincarnya berpura-pura menjadi seorang teman, pada akhirnya dia berhasil menghabisi 1 keluarga sekaligus dengan cara yang sangat tragis.
Ketika Becca sedang fokus menonton ke layar lebar sambil menyemil, Naku perlahan melirik ke arahnya menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan sesuatu padanya.
Saat waktu itu tiba, tanpa membuang kesempatan yang ada. Naku segera mengutaran apa yang ingin dia sampaikan kepada Becca.
"Mom?" panggil Naku. Becca langsung menoleh dan menatapnya, "Ada apa, Sayang?" Naku terdiam sejenak, lalu kembali menanyakan dengan sedikit basa-basi.
"Setelah kejadian itu, bagaimana sama Daddy, Mom? Apa Daddy sudah berpisah sama wanita itu?"
"Mommy tidak tahu, memangnya kenapa?"
"Kalau misalkan Daddy pisah sama wanita itu, berarti Daddy sekarang hidup sendiri?"
"Ya, memang itu sudah jadi takdir Daddymu. Kalau pun kamu mau nginap di rumah Daddymu, ya silakkan saja. Mommy tidak akan melarangmu, yang penting kamu tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak."
"Memangnya Mommy tidak ada niatan buat kembali sama Daddy lagi? 'Kan Daddy udah pisah sama wanita itu, jadi pasti tidak ada lagi yang akan merusak kebahagiaan kita ke depannya."
Pertanyaan dari Naku berhasil membuat Becca terdiam dalam keadaan bingung, bagaimana Becca bisa menjelaskan semua yang dia rasakan pada Naku. Sementara rasa yang Gala berikan padanya, tidak semudah itu bisa dihilangkan.
__ADS_1
Naku terus menatap Becca, wajah yang tadinya terlihat bisa saja. Kini, berubah menjadi sedikit tertekan. Dari sorot mata Becca, Naku bisa membaca jelas kalau saat ini Becca sedang dilema untuk sekedar menjawab apa yang sudah dia tanyakan.
"Kenapa diam? Apa Mommy sudah tidak cinta sama Daddy?" tanya Naku, kembali.
Becca berusaha kuat, untuk menahan rasa kecewanya di dalam hati dengan menunjukkan senyuman di bibirnya.
"Ini bukan masalah cinta atau tidaknya, Sayang. Tapi, ini masalah hati dan juga kepercayaan. Suatu saat nanti kamu akan mengerti, kenapa Mommy tidak bisa lagi bersatu dengan Daddymu setelah kesalahan Daddymu itu."
"Namun, Mommy berharap semoga kamu tidak akan merasakan apa yang Mommy rasakan. Mommy hanya bisa menasihatimu, apa bila nanti kamu sudah tumbuh besar menjadi seorang pria dewasa. Janganlah sekali-kali mencoba untuk menyakiti seorang wanita, terlepas dia salah atau pun tidak. Tetaplah bersikap lemah-lembut padanya, dan jangan pernah mengkhianati apa pun alasannya. Jadilah, pria sejati yang di inginkan semua wanita karena kebaikan hatimu bukan ketampanan wajahmu."
"Itu juga berlaku bagi semua orang, kamu tidak hanya boleh bersikap baik kepada wanita saja. Intinya, kamu harus bisa menjadi pria yang mandiri, tegas, pemaaf, dan tidak pendendam. Apakah Naku sudah paham sampai sini?"
Naku sedikit bingung sama apa yang di sampaikan oleh Becca. Niat ingin mempersatukan Becca dengan Gala, kini malah Naku yang di nasihati Becca panjang kali lebar.
Tidak berhenti dari situ saja, Naku lagi-lagi kembali mengatakan kalimat yang cukup membuat Becca spontan terkejut.
"Kalau Daddy yang ada di posisi Mommy, pasti dia sudah kembali. Tidak seperti Mommy yang malah memilih tetap berpisah, tanpa memikirkan tentang perasaan anaknya!"
Jantung Becca langsung berhenti untuk beberapa detik, dia tidak menyangka bahwa Naku malah membandingkan dirinya dengan Gala. Jelas-jelas Naku tahu banget, kesalahan apa yang Gala lakukan sampai akhirnya mereka berpisah.
"Cukup, Naku! Kamu itu tidak tahu apa tentang perasaan Mommy, jadi jangan pernah membandingkan Mommy dengan Daddymu!"
__ADS_1
"Ingat! Kami ini punya pilihan hidup dan juga prinsip yang kita pegang sendiri. Tidak semua orang memiliki sifat yang sama, ketika hatinya terluka. Banyak orang yang memilih untuk sendiri dan ada pula yang memilih kembali. Semua itu tergantung dari pola mikir mereka masing-masing. Dan bagi Mommy, sekali saja berkhianat maka tidak ada kata lain selain berpisah!"
Suasana yang awalnya terlihat tegang akibat suara film, sekarang terkalahkan dengan tegangnya suasana antara Becca dan Naku. Tatapan keduanya mulai berubah menjadi sangat serius.
Nada bicara Becca terdengar sedikit meninggi dan juga penuh penekanan. Mungkin, dari tadi dia sudah menahan perasaannya agar tidak terbawa emosi. Akan tetapi, cara Naku membandingkan antara Becca dan Gala itu sangatlah terasa menusuk di dalam lubuk hati Becca.
Sehingga, apa yang dia tahan mulai keluar sedikit demi sedikit. Walau, Becca tetap berusaha untuk menahan perasaan itu agar tidak sampai meledak.
Becca tahu, maksud yang Naku katakan. Hanya saja dia tidak menyangka, kalau Naku akan bersikap seperti ini.
"Mommy egois! Mommy hanya memikirkan perasaan Mommy sendiri, tanpa sedikit pun Mommy menanyakan apa mau Naku!"
"Mommy bilang Mommy sudah memaafkan Daddy, tapi kenapa Mommy tidak ada pikiran buat kembali sama Daddy? Padahal Mommy sayang banget sama Daddy! Apa ini semua karena Om Rio, iya?"
Naku berdiri dengan suara yang sangat tinggi, sampai-sampai membuat Becca sendiri menjadi terkejut. Becca bisa melihat jelas wajah datar Naku yang sedikit merah, pertanda bahwa dia benar-benar marah pada jawaban Becca yang menolak untuk kembali.
.......
.......
.......
__ADS_1
...***💜💜>Bersambung