Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kebahagiaan Yola & Rio


__ADS_3

Jika Becca lagi kebingungan untuk berbicara sama anaknya. Lain cerita dengan Rio, dia pulang dalam keadaan wajah sumringah membuat Yola yang menatapnya menjadi penasaran.


Baru kali ini Yola melihat Rio pulang ke rumah sambil nyanyi-nyanyi bagaikan seorang penyanyi yang sedang konser di atas panggung besar.


Yola benar-benar heran, kenapa bisa Rio sebahagia ini setelah bertemu sama Becca. Tidak seperti biasanya yang terlihat cool juga gagal, tapi kali ini malah terlihat seperti orang kesambet. Entah kesambet apa, intinya Yola malah menjadi takut dan sedikit pusing melihat tingkah daddynya sendiri.


...Dengarkanlah, wanita pujaanku...


...Malam ini akan kusampaikan...


...Hasrat suci kepadamu, dewiku...


...Dengarkanlah kesungguhan ini...


...Aku ingin mempersuntingmu...


...'Tuk yang pertama dan terakhir...


...Jangan kau tolak dan buatku hancur...


...Ku tak akan mengulang 'tuk meminta...


...Satu keyakinan hatiku ini...


...Akulah yang terbaik untukmu...


Rio bernyanyi sambil jingkrak-jingkrakan penuh kebahagiaan. Dia tidak menyangka, setelah bertahun-tahun lamanya dia hampir putus asa dan mencoba untuk merelakan semuanya. Pada akhirnya, Tuhan menjawab semua doa-doa yang membuat Rio kembali di persatukan oleh cinta pertama yang sempat hilang begitu saja.


Bagaimana tidak senang, bagi Rio ini sebuah keajaiban yang tidak pernah dia bayangkan bisa kembali bersama Becca. Hanya saja, satu rintangan yang masih memberatkan langkah mereka berdua. Yaitu, restu dari Naku yang belum mereka terima.


Yola hanya bisa melihat tingkah kocak daddynya yang membuat dia malah pusing. Rio sengaja memutar-mutari Yola sambil bernyanyi yang sama sekali tidak Yola mengerti tentang makna dari lirik lagunya.

__ADS_1


"Aaa ... Daddy nyanyi apaan sih, berisik tahu! Mending kalau suaranya bagus, lah ini cempreng gitu segala pake nyanyi, bisa-bisa kuping Yola bu*dek ini!"


Celoterh Yola benar-benar tidak di gubris oleh Rio, dia masih terus bernyanyi sesuka hatinya sebagai pembuktian kalau dia memang dalam mode mood.


"Biarin aja, bodo amat. Daddy tidak peduli yang penting Daddy bisa kawin. Wlee!"


...Kawin kawin minggu depan aku kawin...


...Kawin kawin tidur ada yang nemenin...


...Kawin kawin status di KTP nanti jadi...


...Kawin hey kawin hey kawin hey kawin...


Rio meledek Yola sambil menjulurkan lidahnya berulang kali, sementara Yola yang kesal akan tingkah Rio langsung mengejarnya dengan memukul bantal sofa ke tubuh Rio.


Pada akhirnya Rio terdampar di sofa panjang dalam keadaan tubuh yang sudah terpukul oleh bantal. Yola merasa menang karena dia sudah berhasil melumpuhkan musuhnya sampai tidak berdaya.


Melihat adanya celah, Rio langsung membalas aksi Yola menggunakan jurus andalannya yaitu, menggelitikki tubuh anaknya sampa mereka tertawa bersama.


Rio hanya bisa tertawa ketika mendengar suara putri kesayangannya. Setelah di lihat wajah Yola memerah, Rio segera menyudahi semuanya dan memeluk Yola dengan sangat erat. Tidak lupa untuk mencium wajah anaknya, kemudian menggenggam tangan Yola sambil menatapnya.


Yola yang baru selesai tertawa, segera duduk dalam keadaan sedikit bingung dan juga tegang. Tidak biasanya wajah Rio seserius ini ketika sedang berdua bersama putrinya. Ini sama persisi seperti Yola ketika membuat kesalahan yang sebentar lagi akan terkena hukuman darinya.


"Da-daddy kenapa kok mukanya begitu? A-apa Yola ada salah? Kok Daddy serius banget, terus matanya juga kaya mau nangis. Daddy kenapa? Daddy sakit ya?"


"Dad, jawab dong. Kenapa diam aja sih, Yola khawatir tahu. Bukannya tadi kita habis ketawa bareng, terus kenapa Daddy tiba-tiba diem begini? Pasti Yola buat salah sama Daddy ya? Ayo ngomong, Dad. Ngomong, piss!"


Wajah Yola mulai terlihat panik ketika Rio hanya terdiam membeku bagaikan patung. Entah ada apa sama Rio, Yola benar-benar bingung. Perasaan tadi Rio terlihat senang, bahagia lalu kenapa sekarang malah seperti ini.


Itulah yang menjadi pertanyaan di dalam hati Yola, sampai akhirnya Rio langsung memeluk Yola dan mengatakan sesuatu yang berhasil membuat Yola terkejut bukan main.

__ADS_1


"Sebentar lagi Yola akan punya Mommy, karena Daddy sama Buma mau nikah. Kami benar-benar akan segera mewujudkan impian Yola yang ingin memiliki Mommy. Pokoknya Yola doain Daddy sama Buma terus ya, semoga Kakak Naku kasih izin dan kita bisa sama-sama terus selamanya. Yola senang?"


Yola langsung melepaskan pelukan Rio, dia menatap instan wajah daddynya yang kini keduanya sudah di penuhi oleh air mata. Bukti kalau mereka memang sangat menginginkan hal ini segera terwujud tanpa adanya halangan.


"Ja-jadi, Da-daddy sama Buma akan hidup bersama? Kita akan tinggal di satu rumah yang sama gitu? Terus, Yola sama Kak Naku bisa jadi adik kakak beneran gitu?"


"Daddy seriuskan? Daddy enggak lagi bohongin Yola, 'kan sekarang? Kalau benar Buma akan jadi Mommy Yola, Yola pasti seneng banget. Yola akan teraktir semua teman sekelas Yola pakai uang tabungan Yola sendiri. Seriusan, Yola enggak bohong."


Anggukan kepala Rio sebagai jawaban kalau apa yang di katakan itu memang benar adanya. Tidak rekayasa dan tidak lagi membohonginya, semua memang murni kalau Rio akan segera menikah bersama Becca dalam waktu dekat ini. Hanya saja, kembali lagi. Semua itu tergantung dengan izin yang Naku berikan nantinya.


"Yeey, akhirnya Yola punya Mommy juga haha ... Yola seneng banget, Dad. Terima kasih, Dad. Terima kasih, Yola bahagia sekali. I love you, Dad!"


"I love you to, Sayang. Daddy juga seneng banget, tapi ...."


Rio menghentikan ucapannya, membuat Yola langsung melepaskan pelukannya sambil menunjukkan wajah datarnya. Terlihat dari wajah Rio terdapat keraguan yang cukup mendalam.


"Tapi apa, Dad?" tanya Yola, duduk di sebelah Rio sambil menatapnya.


"Daddy belum bisa mastiin, kapan Buma bisa menjadi Mommy Yola sebelum mendapatkan izin dari Kak Naku. Yola tahu sendiri, Kak Naku tidak ingin Daddy sama Buma bersatu. Jadi, Daddy bingung harus melakukan apa supaya bisa mendapatkan izin dari Kak Naku," jawab Rio.


"Hem, gimana ya? Yola juga bingung, tapi tenang aja, Dad. Kak Naku itu sebenarnya orang baik, jadi kalau kita izinnya baik-baik pasti Kakak akan setuju. Daddy jangan khawatir, Yola akan bantu Daddy sama Buma sampai Kakak kasih izin. Oke?"


Tidak bisa berkata apa-apa lagi, Rio langsung memeluk putri kesayangannya begitu erat. Dia tidak menyangka anaknya sekarang sudah tumbuh besar dan begitu pandai menenangkan hati Rio yang sedang tidak karuan.


Di balik wajah sedih tersebut, terdapat kebahagiaan yang tidak bisa mereka jelaskan. Intinya Yola dan Rio sangat-sangat bersyukur karena Becca sudah memberikan lampu ijo untuk mereka masuk ke dalam kehidupannya.


Kini saatnya mereka memikirkan cara yang ampuh untuk memenangkan hati Naku, supaya tidak sampai membuat rencana yang sudah di persiapkan batal begitu saja hanya karena tidak mendapatkan restu dari seorang anak kecil.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2