
Melihat keadaan Yola seperti itu, Naku langsung berlari mendekati sang adik sambil membungkukkan badannya. "Ada yang terjadi sama kakimu, Dek? Apa aku sudah keterlaluan padamu? Apa aku sangat kasar? Kalau memang begitu maafkan aku, aku tidak---"
"Kakak gak salah kok, Yola begini karena tadi sempat tabrakan sama Kak Joey pas Yola mau beli minum. Terus kaki Yola terkilir gitu, akhirnya di urutin sama Sus Rini, awalnya sudah enakan. Cuman pas kakak narik tangan Yola, buat Yola salah melangkah jadinya kambuh lagi. Sakit banget, Kak."
Yola berusah menjelaskan kepada Naku kalau semua ini bukan sepenuhnya kesalahan sang kakak, karena sebelum itu juga kaki Yola sudah terkilir. Hanya saja, tarikan tangan Naku begitu kuat sampai membuat Yola salah memijakkan kaki untuk menyeimbangi langkah Naku.
Setelah mendengar penjelasan dari Yola, tiba-tiba lirikan maut mulai berlarih ke arah Joey. Di mana dia hanya menatap polos Naku tanpa sedikit pun rasa takut di dalam hatinya.
"Maafkan aku, Kak. Aku---"
"Jangan pernah panggil aku dengan sebutan itu, karena kamu bukan adikku, paham!" ucap Thoms penuh penekanan.
"Aku tidak peduli kakak itu kakakku atau bukan, intinya aku sama kakak lebih tua kakak. Jadi, mau gak mau aku harus tetap manggil kakak dengan sebutan kakak. Titik!" sahut Joey, tidak mau kalah.
"Ckk, dasar bocil ngeyel!"
"Ya, sudah. Terserah kakak mau ngomong apa, aku tidak masalaj mau kakak bilang aku bocil ngeyel, bocil ngeselin, bocil jahat itu hak kakak. Aku hanya ingin meminta maaf sama kakak, aku sudah mencelakakan Yola meskipun tidak sengaja. Aku akan bertanggung jawab, kalau perlu kita bawa Yola ke rumah sakit biar aku yang biayai semua keperluan Yola. Aku janji!"
Joey berbicara penuh keseriusan. Mata Joey tidak takut sama sekali melihat perubahan wajah Naku yang terbilang menyeramkan. Sedikit saja Joey tidak merasa takut lantaran dia harus bertanggung jawab sama apa yang dilakukannya.
Naku sendiri merasa heran sama tingkah Joey yang terbilang sok paling dewasa. Jelas-jelas umur Naku dan Joey sangatlah jauh, sehingga yang pantas untuk bersikap dewasa hanyalah Naku bukan Joey yang menurutnya masih bocah bau kencur.
__ADS_1
Tatapan Naku dan Joey tidak berhenti satu sama lain, sampai-sampai membuat Yola kesal. Yola langsung menghentikan semua berdebatan itu, lantaran dia merasa mereka benar-benar egois. Seharusnya mereka berlomba-lomba untuk menolong Yola, bukan malah beetengkar meributkan panggilan yang tidak penting.
"Astaga, kalian ini kenapa sih, malah berantem di sini. Enggak lihat, kaki Yola sakit banget, loh!" Yola menunjukkan kaki sebelah kiri yang terasa lebih sakit dari yang sebelumnya.
"Kalian itu harusnya tanggung jawab bukan malah ribut soal panggilan yang tidak penting, dasar pria-pria menyebalkan!" pekik Yola, suaranya terdengar begitu menggelegar membuat pengunjung di dekat mereka langsung menoleh untuk menyaksikan keributan dari ketiga bocil.
"Kalian niat mau menolongku atau gak, sih? Kalau enggak niat, pergilah! Aku bisa ngurus semuanya sendiri, dari pada harus nontonin kalian ribut malah bikin pusing kepala!"
Naku dan Joey seketika langsung terdiam melihat kemarahan yang ada di dalam diri Yola. Mereka berdua menatap Yola duduk di kursi dalam kondisi wajah yang masih sedikit menangis. Bagimana tidak, rasa sakit yang Yola rasakan hampir sama seperti ada persendian yang geser akibat Yola salah dalam melangkah.
Pengunjung yang ada di sana mulai melihat ke arah mereka dengan tatapan bingung juga penasaran. Sus Rini yang tidak ingin memperpanjang masalah segera meminta Naku juga Joey untuk tidak membuat kegaduhan, jika mereka tidak ingin diusir secara tidak terhormat dari Mall tersebut.
"Den, sudah cukup ya, sekarang kita urus Non Yola dulu. Kasihan dia sudah kesakitan, semoga saja tidak ada sendiri yang geser. Jika itu terjadi, kita harus segera membawa Non Yola ke rumah sakit."
Tidak lupa Naku pun sedikit mendorong Joey agar menjauh dari Yola, dia tidak ingin adiknya didekati pria mana pun. Bagi Naku, Yola tetaplah adik kecil yang harus dia jaga dari siapa pun orang yang akan menyakiti.
Joey tetap tidak takut pada Naku, dia bisa membela dirinya jika memang itu benar dan akan meminta maaf beribu kali kalau dia salah. Bagi Joey, Naku hanya salah paham karena dia mengira bahwa Joey adalah menyebab adiknya terluka.
Namun, kenyataannya semua itu bukan karena disengaja melainkan sesuatu yang memang sudah terjadi karena kecerobohan Joey. Dia kurang berhati-hati, begitu juga Yola yang kurang memperhatikan jalan.
"Non, tenang dulu ya, Sus coba buat pijit lagi, ***---"
__ADS_1
"Tidak, kita ke rumah sakit aja!" ucap Naku begitu tegas, dia takut kalau kaki sang adik malah terkilir tambah parah.
"Kak, please! Aku tahu kakak marah sama aku, tapi jangan siksa Yola kasihan dia. Lagian kalau Sus Rini tidak berani memegang kaki Yola, dia akan angkat tangan. Jadi, biarkan Sus Rini memeriksa semua itu sebentar saja. Aku mohon!"
Joey menempelkan kedua tangan di dada dengan wajah yang terlihat begitu melas untuk meminta belas kasihan agar Sus Rini bisa melihat seberapa parah kaki Yola terkilir.
"Ckk, ya, ya, ya! Ingat, kalau sampai adikku kenapa-kenapa, kalian langsung aku penjarakan. Mengerti!"
Ancaman dari Naku tidak membuat Joey merasa takut, dia langsung meminta izin pada Yola supaya Sus Rini bisa melihat seberapa parah kaki Yola terkilir. Yola hanya menganggukan kepalanya meski rasanya sakitnya sudah tidak karuan.
Sus Rini mulai berjongkok, dia mencoba memegang sedikit demi sedikit posisi untuk mencari di mana letak urat yang terkilir. Baru juga dipegang sedikit, Yola sudah menangis sambil mencekram kuat tangan Joey tanpa di sengaja.
Melihat pemandangan tidak mengenakkan, Naku bergegas melepaskan tangan Joey dari tangan adik tercinta. Kelakuan Naku benar-benar seperti seorang kekasih yang tidak ingin wanitanya di sentuh oleh pria lain. Apakah Naku posesif? Ya, itu benar. Naku tidak ingin ada seorang pria yang bisa menggantikan posisi Naku di dalam hati Yola.
Menurut Naku, hanya dialah satu-satunya pria yang bisa mendekati adik tercinta. Entah, apa yang terjadi sama Naku sekarang dia pun tidak tahu. Dulu memang Naku tidak menyayangi Yola, tetapi saat ini Naku begitu menyayangi Yola setelah dia resmi menjadi adik sambung.
Mungkin semua itu karena Naku memang sangat menginginkan adik perempuan, sehingga saat Becca menikah dengan Rio yang memiliki anak perempuan. Disitulah jiwa dan hati sebagai seorang kakak lama kelamaan mulai terasah. Sampai seketika, Naku menganggap Yola bukan lagi adik sambung melainkan adik kandung yang harus dia jaga sampai kedua mata Naku tertutup untuk selamanya.
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...