
Mereka duduk bersama di sebuah kursi panjang sambil menunggu sang dokter selesai operasi Lola. Perlahan Becca mulai berbicara pada Gala sedikit demi sedikit kejadian yang ada di gedung tersebut.
Wajah Gala sedikit syok, lantaran dia tidak percaya jika semua kejadian itu adalah campur tangan Becca. Awal-awal Gala masih terlihat santai, dia tidak marah sedikit pun.
Sampai akhirnya, setelah Becca menceritakan semua itu Gala malah tersenyum menatap Becca. Entah apa yang ada di pikiran Gala saat ini, dia tidak peduli dengan semua cerita itu. Melainkan Gala merasa bila ini sudah benar-benar jelas, apa yang Becca lakukan bukan seolah-olah ingin membongkar kedok Lola. Dia hanya ingin membuktikan pada Gala kalau dia masih peduli dengan nasibnya. Berarti, Becca memang masih memiliki rasa cinta untuknya dan apa yang di katakan tadi adalah sebuah kebohongan.
Becca melihat senyuman Gala kepadanya malah merasa takut dan beralih menatap Rio. Di situ Rio hanya tersenyum mengangguk kecil sambil mengedipkan perlahan matanya. Pertanya, bila semuanya akan baik-baik saja selama dia ada di sampingnya.
"Ke-kenapa kamu malah ketawa? A-apa ada yang salah dengan ceritaku? Kenapa kamu tidak marah padaku? Aku yang sudah mengacaukan acaramu yang hanya di adakan setahun sekali!" tabya Becca menatap bingung.
"Marah? Buat apa aku marah, Sayang. Malahan aku bersyukur, itu artinya kamu memang masih memiliki perasaan sama aku, 'kan? Toh, buktinya kamu bela-belain membongkar kedok Lola di acara spesialku. Padahal kalau kita pikir pakai logika, orang yang sudah tidak kita cintai lagi, tidak akan sudi untuk ikut campur urusannya. Tapi, kamu? Kamu malah membuktikan semua itu dengan sangat jelas!"
"Maaf, Tuan. Di sini Becca melakukan semua itu bukan atas dasar cinta, melainkan rasa sakit di dalam hatinya yang membuat dia melakukannya dengan tujuan agar kalian merasakan apa yang dia rasakan. Bukan malah membuktikan bila dia masih mencintai, Tuan!"
"Oh, masa? Kau tidak perlu mengajarkanku. Aku tahu semuanya karena aku kenal Becca lebih dulu darimu, jadi aku bisa mengetahui gerak-geriknya ketika lagi bohong atau pun jujur!"
__ADS_1
"Kau salah, Gal. Justru aku tidak mencintaimu, maka dari itu aku berani mempermalukan kalian di depan banyak orang, di mana tamu-tamu itu adalah kolega terbesarmu! Jika aku mencintaimu, aku akan membongkar aib Lola di tempat tertutup dan hanya akan di ketahui oleh dirimu dan juga aku, bukan semua orang!"
"Terserah, aku tidak peduli! Intinya aku percaya kalau kamu itu masih mencintaiku, titik! Aku tidak mau lagi mendengar semua perkataanmu itu, karena semuanya adalah kebohongan!"
"Sudah berapa kali sih aku jelasin sama kamu, aku ini tidak bohong. Aku benar-benar tidak mencintaimu! Kalau kau tidak percaya, terserah. Terpenting, sampai kapan pun aku tidak akan pernah ingin kembali denganmu!"
"Jika kau merasa benar, berikan aku satu bukti yang membuatku percaya bila kamu sudah tidak mencintaiku. Dan semua yang kamu lakukan ini atas dasar balas---"
Gala terdiam mematung saat melihat aksi Becca yang sangat mengejutkan, tanpa harus banyak berbicara lagi. Ternyata Becca langsung mencium Rio di bagian bibirnya. Semua itu berhasil membuat Rio tidak bisa berkutik. Rasanya dia ingin sekali jatuh pingsan, tetapi tidak bisa. Jika dia pingsan, pasti itu malah membuat Gala semakin percaya diri.
"Jadi, sekarang semua tugasku untuk membalas budi padamu selama bertahun-tahun telah selesai! Nikmati hidupmu yang saat ini dan selesaikan masalah secara baik-baik dengan Lola. Aku dan Rio pamit, tunggu saja nanti akan ada undangan spesial bertuliskan namaku dan Rio yang akan membuktikan cintaku padanya!"
"Ayo, Sayang. Kita pulang, percuma saja kita di sini. Pria itu tidak akan percaya sebelum dia melihat sendiri kalau kita belum ada di atas altar bersama pendeta!"
Becca menarik tangan Rio, yang mana tubuh Rio masih sangat kaku. Wajah syok dan juga hati yang bergetar hebat, tidak bisa membuat Rio berkata apa-apa lagi selain dia mengikuti langkah ke mana Becca akan membawanya pergi.
__ADS_1
Sementara Gala, dia masih duduk dengan wajah tanpa ekspresi dengan semua rekaman di dalam kepalanya ketika dia menyaksikan Becca mencium Rio tanpa rasa ragu.
Mata Gala membola besar, jantungnya seakan ingin berhenti dan tubuhnya yang tidak bisa di gerakkan menandakan apa bila Gala memang tidak percaya semua ini.
Namun, bagaimana lagi. Semua yang Becca tunjukkan memang benar adanya, dia mencium Rio tepat di depannya yang artinya dia sudah memiliki perasaan pada Rio. Sebab, setahu Gala. Becca bukan tipe wanita yang bisa bersentuhan pada pria di saat dia tidak memiliki perasaan padanya.
"A-apakah Becca benar-benar telah mencintai pria lain, selain diriku? I-itu artinya cinta yang Becca milikki untukku telah tiada, dan di gantikan oleh orang baru?" gumam hati Gala, perlahan tangannya terangkat untuk memegangi dadanya yang terasa sangat menyakitkan.
Apa yang Gala lihat saat ini, tidak sebanding dengan rsa sakit yang Becca rasakan saat mengetahui perselingkuhannya. Hanya saja, kenapa rasanya begitu sakit dan hampir saja membuat Gala terkena serangan jantung secara mendadak.
.......
.......
.......
__ADS_1
...***💜💜>Bersambung