Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Pedebatan keluarga Joey


__ADS_3

Tawa mereka bertiga cukup puas ketika Gala sudah tidak terlihat, membuat Rio segera menghentikannya agar mereka bisa segera menyelesaikan makanannya.


"Kalian ini kompak sekali ya menjahili orang? Aku tahu dalangnya siapa?" ucap Rio menaik-naikkan alisnya membuat Yola cengengesan.


"Nahkan, belum juga di tunjuk pelakunya udah cekikikan. Dasar," sambung Rio, semakin membuat Yola tertawa puas.


"Sudahlah, biarin aja. Lagian juga siapa suruh kakak nawarin di duduk di sini, padahal tempat duduk banyak," jawab Becca, membela Yola.


"Namanya juga orang mau gabung, masa kita tolak sih. Kasian dong," ucap Rio, menatap Becca.


"Udahlah biarin aja, yang penting dia udah pergi!" sahut Naku.


"Gara-gara ngomong mulu aku jadi masih laper, 'kan. Daddy aku mau ayam lagi ya, aku pesen boleh?" ucap Yola, berdiri.


Rio menganggukkan kepalanya, lalu dia memberikan uang 200 ribu untuk membayar apa yang akan Yola beli. Tidak hanya itu, Naku pun ikut untuk menjaga Yola sekalian dia ingin memesan yang lainnya.


Setelah selesai memesan, Yola kembali ke kursi di mana Naku membawa nampan berisikan 3 potong ayam spicy, kentang goreng juga nuggets. Tidak lupa es krim serta 2 minuman.


Becca langsung tercenga ketika mejanya yang seharusnya sudah kosong dengan makanan. Kini, malah kembali penuh akibat ulah dua anak yang berusaha menaikan berat badan.


Naku pun awanya tidak suka makan banyak, tapi balik lagi. Yolalah yang menjadi salah satu orang yang bisa membuat Naku mulai berubah, tidak seperti dulu.


Berbeda sama Rio. Dia malah tersenyum lebar saat melihat anak-anaknya makan sangat lahap. Bahkan, dia pun menawarkannya untuk kembali memesan jika kurang.

__ADS_1


Namun, Becca. Dia melarang semua itu karena menurutnya makanan seperti itu tidak baik untuk kesehatan jika di konsumsi secara berlebihan.


Melihat Yola dan Naku makan, perlahan Becca mulai ikut nimbrung. Padahal dia selalu berniat ingin diet agar menjaga kesehatannya. Hanya saja, dia tidak berdaya saat melihat cara makan anak-anaknya yang selalu pinter untuk menarik perhatiannya.


"Ca, Ca. Kamu itu tidak perlu diet-diet karena mau bagaimana pun bentuk tubuhmu, kamu akan tetap cantik di mataku. Semua itu terlihat bukan dari fisikmu, melainkan hatimu. Jadi, aku lebih suka kamu seperti ini apa adanya dari pada harus menahan rasa laparmu demi menjaga tubuhmu," gumam batin Rio. Perlahan senyuman terukir jelas, ketika dia melihat Becca mulai terhasut oleh Yola.


"Sepertinya, aku tidak boleh berlama-lama memendam perasaan ini. Secepatnya aku akan mengungkapkannya, entah di terima atau tidak. Intinya aku harus siap untu menyatakan semua yang ada di dalam hatiku. Pokoknya berjuang dulu, hasilnya gimana nanti aja!" sambung Rio, di dalam hati kecilnya.


Selesai makan, mereka pun segera pulang ke rumah karena hari sudah mulai malam. Hampir seharian mereka berada di Mall, tanpa rasa bosan sedikit pun.


Kurang lebih 40 menit, mereka sampai di rumah Becca. Tepat sekali, mereka baru mau turun mobil hujan langsung turun sangat deras.


Niatnya Yola akan di titipkan di rumah Becca, tetapi melihat cuaca yang tidak memungkinkan. Becca tidak ingin mengambil resiko, jadinya Yola dan Rio menginap di rumah Becca dengan senang hati tanpa adanya larangan.


Beruntungnya Becca, karena semakin hari hubungan mereka semakin membaik. Naku sudah bisa menerima Rio, meskipun masih secara perlahan. Terpenting Naku sudah bisa membedakan mana yang harus di perjuangkan dan mana yang tidak.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Di sebuah rumah yang sangat mewah sedang terjadi perdebatan antara suami-istri mengenai tentang pekerjaannya. Sering kali mereka bertengkar akibat salah komunikasi, atau dalam keadaan lelah kurang untuk di perhatikan.


"Kamu itu sebagai ibu rumah tangga, seharusnya ada di rumah ngurusin rumah, suami, juga anak. Bukan malah sibuk kerja begini!"


"Aku ini suamimu, jadi aku yang berhak untuk mencari nafkah. Bukan kamu! Jadi, aku mohon. Hentikan pekerjaanmu, fokus sama rumah tangga kita. Kasihan Joey, dia sampai sakit akibat kurang kasih sayang atau prhatian dari ibunya!"

__ADS_1


Seorang suami memang selalu menginginkan istrinya duduk manis menunggu kepulangan setelah lelah bekerja. Kemudian, diperhatikan dibuatkan makan dan lain sebagainya.


Hanya saja, istrinya ini malah sibuk mengurus pekerjaannya akibat mendapatkan jabatan baru yang bagus dari atasannya.


"Apa-apaan ini, setiap kali aku telat pulang kamu selalu saja menyalahkan semuanya padaku. Sementara tugasmu apa? Kamu memang suamiku, tapi untuk anak kamu juga ikut serta mengurusnya bukan hanya aku!"


"Banyak kok di luaran sana suami-istri bekerja, tapi keluaragnya aman-aman aja. Tidak ada sedikitpun pertengkaran seperti kita. Terpenting istrinyabtidak lupa akan tugasnya memperhatikan suami juga ank. Jadi, kurang apa lagi, hahh?"


"Sekarang aku tanya. Apa pernah kamu menanyakan tentenag kegiatan anakmu sehari-hari, hem? Tidak 'kan? Makannya jangan suka nasihati orang kalau sendirinya belum becus menjadi kepala rumah tangga!"


"Aku tahu tugasku paling utama sebagai ibu rumah tangga, tapi dari awal kita mau menikah pun aku udh bilang. Aku ini lebih suka bekerja dari pada duduk santai di rumh tanpa kerjaan, dan kamu tidak mempermasalahkan itu selagi aku bisa mengurus semua keluargaku dengan baik. Terus nyatanya apa? Kamu selalu marah-marah ketika aku pulang lebih tepat denganmu. Padahal setiap ada pekerjan keluar kota aku tidak pernah ikut agar aku bisa setiap hari pulang ke rumah ngumpul sama kalian!"


"Terus sekarang apa yang aku dapat? Kamu hanyabingin di hormati, tapi kamu tidak bisa menghormati aku. Asal kamu tahu ya, aku juga kaget ketika Joey jatuh sakit begini. Tadi siang suster bilang Joey lagi main di Mall karena jenuh, bahkan akunmasih ada videonya saat Joey main dengan semangat."


"Pas dapat kabar begitu ya aku langsung panik dong, tapi gimana aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan sesuka hatiku. Makannya aku baru bisa melihat keadaan Joey di kamar, dan dia baik-baik saja setelah minum obat. Terus kenapa kamu sewot begini sih, aneh!"


Istrinya yang tidak ingin kalah debat, langsung membalas setiap ucapan yang suaminya katakan. Terlihat jelas keegoisan serta ambisi keduanya terlihat sangat besar. Jadi, bagaimana pun mereka tetap mempertahankan apa yang menurut mereka benar.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2