
Beberapa kali Becca berusaha untuk menenagkan kegugupannya. Setelah perasannya mulai netral beberapa detik, Becca kembali menangkis semua yang Rio katakan.
"Idihh ... PD sekali anda, Tuan! Si-siapa juga yang khawatir, malas banget!"
"Lagi pula aku begini karena bingung, kalau sampai kakak pingsan terus yang menyetir siapa? Aku? Mana bisa, aneh! Udah tahu mobil kakak itu susah, yang ada bukan sampai rumah malah sampai akhirat. Mau?"
Becca berusaha keras untuk mengalihkan pikiran Rio, tetapi tidak mempan untuknya. Tanpa Becca jujur pun, Rio sudah sangat tahu kalau semua ini hanya alasan Becca demi menutupi kekhawatirannya.
Rio tersenyum kecil sambil terus menatap Becca yang asyik menikmati donat. Dari ujung mata, Becca sudah tahu kalai Rio tidak menghentikan pandangannya dari wajahnya. Hanya saja Becca terus berpura-pura tidak melihatnya, jika saat ini Rio sedang tersenyum sambil makan.
"Oh, jadi itu alasannya. Berarti kalau aku---"
"Uhukk ... uhukk ...."
Ucapan Rio terhenti Kibat tersendak churros yang menyangkut di tenggorokan, sehingga membuat Rio langsung terbatuk-batuk sambil memegangi lehernya.
Becca refleks mengambil minum, lalu menancapkan sedotan cukup keras. Kemudian memberikannya pada Rio dalam keadaan wajah yang begitu panik.
"Makannya kalau lagi makan jangan sambil ngomong, bisa 'kan? Inilah akibatnya!"
"Ngasih tahu anak paling bisa, tapi sendirinya malah lebih ceroboh, aneh!"
"Kalau nanti amit-amit ya,"
__ADS_1
Becca berbicara sambil tangannya mengetuk bangku, kemudian dahinya dan kembali ke bangku lagi sampai berulang kali. Kemudian menyelesaikan kembali ucapannya.
"Sampai kakak kenapa-kenapa, gimanq? Terus gimana dengan nasip Yola? Apa dia harus kehilangan lagi, iya?"
"Ikhh ... Ngeselin banget sih! Seneng benget bikin orang panik gini, sumpah!"
Mulut Becca terus berkoar-koar persis seperti burung Beo. Wajahnya terlihat sangat cemas ketika melihat Rio seperti ini.
Sudah bisa di pastikan, bukan? Becca memang sudah memiliki perasaan terhadap Rio. Hanya saja, Becca masih bingung juga ragu. Apa benar perasaan itu melambangkan bentuk cinta kasih terhadap saudara, atau pasangan hidupnya.
Jadi, Becca enggan untuk membicarakannya lantaran dia juga belum mengetahui pasti tentang perasaannya. Takut sewaktu-waktu Becca jujur, ternyata itu hanya perasaan biasa bukan cinta seperti dugaannya.
Mata Rio terus melirik ke arah Becca, perlahan senyumannya mulai terukir dari balik sedotan. Ternyata tanpa Becca sadari, semua itu adalah taktik dari Rio agar bisa membuktikan bahwa mulut dan hati Becca tidaklah sinkron.
"Udah tahu orang lagi panik, bukannya sadar sama kesalahannya ini berasa kek orang enggak punya dosa! Bener-bener ya, kenapa sih kakak tuh demen banget bikin aku khawatir kaya gini? Sehari aja enggak buat aku panik, enggak bisakah?"
Becca berbicara penuh penekanan di setiap kalimatnya dan nadanya terdengar sedikit meninggi. Bukan berarti maksud Becca ingin membentak Rio, hanya saja Becca takut kalau ada apa-apa sama Rio.
"Loh, kok marah? Kenapa, hem? Takut aku kenapa-kenapa ya, hayo ngaku hihi ...."
"Perasaan tadi ada yang bilang deh, enggak akan khawatir kalau terjadi sesuatu padaku. Terus kenapa sekarang jadi panik?"
"Inikah yang di namakan betina? Apa-apa selalu gengsi, karena malu mengutarakan isi hatinya. Iya? Padahal tinggal bilang doang loh, kalau kamu takut sampai sesuatu terjadi sama aku. Cuman kenapa susah banget ya?"
__ADS_1
"Pas bagian di prank aja, langsung masuk perangkap. Cie, ciee ... Ada yang merah nih mukanya. Katanya enggak panik, enggak khawatir. Terus kenapa batuk dikit, berasa kaya mau di tinggal aku selamanya, ya? Uhh ... tayang, tayang, tayang haha ...."
Rio tertawa pulas ketika dia bisa menggoda serta meledek Becca. Di mata wajah Becca benar-benar sama persis seperti kepiting rebus.
Rasa gemas yang ada membuat Rio ingin sekali mencubit kedua pipi Becca, tetapi dia urungkan. Semua itu demi melindungi dirinya dari terkaman singa betina. Melihat dari cara Rio menggoda Becca, sudah bisa pasti sebentar lagi akan ada peperangan antara singa betina vs singa jantan.
Benar, bukan? Baru beberada detik, Becca langsung menerkam Rio akibat rasa kesal di dalam hatinya karena sudah berhasil masuk ke dalam jebakkan batman.
Sementara Rio hanya bisa mengeluh kesakitan sambil tertawa lepas, ketika Becca refleks memukulinya penuh kenap*suan yang tidak ingin berhenti.
Rio tidak ingin kalah, dia segera membalas Becca dan menerkamnya lebih dahsyat lagi dengan cara menggelitiki perut Becca. Sehingga mereka tertawa bersama-sama, sampai wajah kesal Becca telah berubah.
Di saat Rio dan Becca sedang asyik bercanda penuh tawa. Lalu, Naku pun asyik sama permainannya. Kini, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan ke arah Yola. Kemudian mendekati Yola secara perlahan penuh senyuman.
Orang itu melihat wajah Yola yang frustasi sambil duduk di lantai, sudah beberapa kali Yola mencoba sampai dia kehilangan saldo Rp, 300.000. Kini, tidak ada satu pun boneka yang berhasil dia capit.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1