
"Lepaskan, Dad! Ini sudah terlalu lama!" titah Naku, segera di lepas oleh Gala.
Wajah Gala terlihat sedih saat anaknya belum mengatakan apakah dia sudah bisa memaafkannya atau masih kecewa sama apa yang sudah Gala lakukan.
Setidaknya Gala mendapatkan akses masuk ke dalam rumah, meskipun Naku tidak mempersilakkannya. Dari cara Naku meninggalkan Gala ke ruang tengah itu sudah pertanda, kalau Naku memperbolehkannya masuk untuk mengikutinya menggunakan kode tertentu.
Saat berada di ruang tengah, Naku kembali duduk di bawah beralasan karpet bulu dan langsung memegang stik PS untuk meneruskan gamesnya.
Gala berusaha untuk duduk di dekat Naku dalam keadaan terdiam, dia masih memantau Naku yang hanya membisu tanpa berkata apa pun.
Sampai akhirnya, sang Bibi yang baru saja selesai menjemur pakaian melihat orang tidak di kenal berada di samping Naku. Tanpa basa-basi, segera mendekati mereka, lalu sedikit memberikan penghormatan dengan cara membungkukkan badannya
"Permisi, Den Naku. Maaf sebelumnya, kalau belum tahu, Tuan ini siapa ya? Kenapa dia bisa masuk ke dalam rumah?" tanya pembantu, menatap Gala
di penuhi oleh rasa penasaran.
"Daddy kandungku! Kenapa?" tanya balik Naku, melirik pembantunya.
"Eee ... Ti-tidak apa-apa, Den. Saya kira siapa, ya sudah. Kalau begitu, Tuan ingin minum apa? Biar saya buatkan," jawab pembantu itu sambil tersenyum.
"Minuman segar aja, Bi," ucap Gala, sedikit mengukir senyuman.
"Baik, Tuan. Tunggu sebentar, saya akan membuatnya dan segera membawanya ke sini," sahut pembantu Naku, di angguki oleh Gala.
Kemudian, pembantu itu pergi begitu saja menuju dapurnya. Di mana dia harus menyiapkan beberapa cemilan serta membuatkan minum untuk tamu yang tidak di undang.
__ADS_1
Selepas perginya pembantu itu, Gala dan Naku masih terdiam tanpa adanya obrolan satu pun. Merasa tidak ada tanda-tanda Naku akan berbicara, Gala pun mulai mengeluarkan suaranya agar tidak membuat suasana menjadi canggung satu sama lain.
"Di-dimana Mommymu? Kenapa dari tadi aku tidak melihatnya?" tanya Gala, basa-basi.
"Kerja!" jawab Naku, singkat.
"Huuhhh ...." Gala menghembuskan napasnya secara kasar. Dia harus benar-benar ekstra sabar demi mewujudkan apa yang sudah di rencanakan.
"Naku masih marah sama Daddy? Bukannya beberapa kali Daddy selalu meminta maaf? Apa itu tidak cukup untuk Naku memaafkan Daddy?"
"Kalau memang kata maaf tidak bisa menembus semua kesalahan Daddy, maka katakan pada Daddy. Apa yang harus Daddy lakukan, supaya kamu bisa memaafkan Daddy?"
Beberapa pertanyaan yang terlontar dari mulut Gala, sedikit di lirik oleh Naku dengan sorot mata yang masih di penuhi oleh rasa kesal, dan juga kecewa.
Jawaban yang Naku berikan pada Gala, memang benar adanya. Akan tetapi, Gala malah memanfaatkan kesempatan itu. Gala sangat tahu impian terbesar Naku adalah mereka bersatu dan hidup bahagia. Maka dari itu, Gala akan mencoba memanfaatkan impian Naku agar bisa menarik Becca ke dalam pelukannya.
Bagi Gala cara ampuh untuk mengembalikan semuanya yang sudah hancur, hanya dengan melibatkan impian Naku. Apa bila Naku yang memintanya, mungkin hati Becca bisa luluh dari pada Gala yang membujuknya.
"Bisa, semua impianmu yang sudah hancur itu bisa kembali di bangkitkan, asalkan kamu bisa membantu Daddy. Daddy janji, Daddy tidak akan kembali menyakiti kalian. Berikan Daddy kesempatan sekali saja untuk membuktikan, kalau Daddy bisa berubah jadi yang lebih baik lagi."
Gala memohon pada Naku, supaya dia bisa memaafkan serta memberikan kesempatan padanya untuk kembali memasuki kehidupan mereka lagi.
Awalnya Naku terdiam, dia hanya fokus pada gamesnya. Akan tetapi, perlahan Naku mulai terhasut oleh Gala. Karena bagaimana pun Naku memang masih menginginkan impian itu terwujud.
Namanya juga anak, siapa sih yang ingin kedua orang tuanya pisah. Pasti dia akan mencari celah agar kedua orang tuanya bisa kembali bersatu, tanpa harus mengerti apa yang sudah Becca lewati selama ini tanpa Gala.
__ADS_1
"Buktikan saja, Dad! Aku tidak butuh janji, karena bagiku janjimu itu sudah tidak berlaku!"
"Daddy yang sudah menghancurkan semuanya, maka Daddy sendiri yang harus memperbaikinya! Bagaimana pun caranya itu terserah, aku tidak peduli! Intinya, aku tidak ingin Daddy kembali menyakiti Mommy. Paham?"
Gala mengangguk antusias karena telah mendapatkan peluang dari anaknya untuk bisa kembali memperbaiki semuanya. Meski, tanpa bntuan dari Naku. Akan tetapi, Gala sangat percaya lama kelamaan Naku akan kembali ke dalam genggamannya. Dan tanpa di pinta, Naku akan membantunya dengan sendirinya.
Tidak lama pembantu datang sambil membawa nampan yang berisikan cemilan serta minuman untuk Gala. Setelah itu kembali pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang.
Melihat Naku telah sibuk sama gamesnya, Gala perlahan mencoba untuk ikut gabung seperti waktu mereka masih bersama. Naku tidak keberatan, dia malah senang mendapatkan lawan main tanpa harus lewat settingan.
Mereka terlihat asyik bermain satu sama lain, di mana keseruan itu mulai terjadi. Suara tawa, canda dan juga kekesalan bergema di dalam rumah yang membuat pembantu di dapur merasa terkejut.
Baru kali ini dia bisa mendengar Naku tertawa, walau tidak terlalu receh. Setidaknya pembantu itu merasa senang, ketika sifat Naku tidak terlalu datar seperti biasanya.
Skor antara Gala dan Naku adalah 3 vs 5. Itu artinya, Naku lebih unggul 2 poin dari Gala. Sehingga ada kemungkinan besar Naku bisa menjadi pemenang.
Di saat melihat adanya peluang, di sela-sela keseruan mereka bermain games. Gala langsung melontarkan sebuah pertanyaan yang cukup serius pada Naku. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung
__ADS_1