Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Menjawab Pertanyaan Malah Curhat


__ADS_3

Ketika semua sedang asyik berbicara mengenai kabar Yola, hanya ada dua orang yang dari tadi hanya terdiam dalam keadaan canggung satu sama lain.


Di mana Naila terlihat cuek dan marah atas sikap Naku terhadapnya, sedangkan Naku merasa gugup serta takut untuk menyatakan kesalahan di depan semuanya. Pria itu sangat tahu, jika kedua orang tua Naila tidak tahu menahu soal keributan beberapa menit lalu. Sehingga mereka tidak ada yang merada bahwa Naku dan Naila dari tadi hanya bisa terdiam tidak ikut berbicara apabila tidak ditanya.


Naila begitu bahagia melihat semua orang sangat peduli dan sayang padanya, sampai-sampai membuat gadis kecil itu sedikit melupakan tentang Joey. Mereka hanya fokus bercanda supaya Yola kembali tertawa.


Selesai video call dilakukan, Naku mencoba menghubungi Naila dalam keadaan ponselnya sudah kembali aktif. Maklum saja, semarah-marahnya wanita, sehilang-hilangnya wanita tetap tidak akan bertahan lama. Hanya mood saja yang masih tidak bersahabat.


Naku meminta izin pada kedua orang tuanya untuk ke luar sebentar hanya sekedar membeli minuman, tak lupa Rio menitip kopi untuk menemani kerja malamnya yang masih tertunda.


Selepas perginya Naku, Yola menatap wajah kedua orang tua secara bergantian. Lirikan mata sang putri berhasil membuat hati mereka berdebar dengan jantung yang terus memompa sangat cepat.


Becca melirik ke arah sang suami penuh arti, begitu juga Rio. Seakan-akan keduanya sedang tanya jawab di dalam hati ketika menghadapi suasana yang cukup menegangkan.


Aduh, gimana ini? Aku yakin Yola pasti akan menanyakan soal Joey, terus aku harus jawab apa? Jika aku berbohong, apakah Yola tidak marah padaku? Namun, jika aku jujur kasihan putriku pasti dia akan merasa sedih dan kondisinya malah kembali memburuk. Pokoknya aku tidak mau, anakku baru aja sadar masa iya aku harus menambahkan rasa sakitnya. Mommy macam apa coba, jika aku sampai melakukannya itu berarti aku adalah Mommy yang tidak punya perasaan!


Becca bertengkar dengan pikirannya sendiri. Dia tidak ingin sang anak kembali menderita, jadian tadi sudah cukup membuatnya merasa tidak tenang. Sehingga apa pun yang terjadi wanita itu akan memilih diam sampai Yola benar-benar kembali dinyatakan sembuh.


Aku paham apa yang Becca rasakan saat ini, cuma aku juga tidak mau berbohong dengan anakku sendiri. Selama ini aku mengajarkan mereka untuk berkata jujur sepahit apa pun rasanya. Namun, jika aku pikir-pikir keadaan anakku baru saja sadar, jika dia menanyakan tentang Joey lalu aku menjawab sesuai faktanya sudah pasti Yola akan kembali drop. Aku tidak mau sampai itu terjadi, intinya Daddy janji sama kamu, Nak. Jika kamu sudah sembuh dan boleh pulang maka Daddy akan menceritakan semua kondisi Joey. Cuma, maaf apabila kamu nanya Daddy akan mencoba untuk mengalihkan supaya kamu tidak lagi kepikiran dengan pria yang berhasil membuatmu nyaman.


Rio mengatakan semua itu di dalam hati dengan pandangan mata masih menoleh ke arah istrinya. Namun, hanya dalam hitungan menit Yola langsung memanggil mereka memnuat keduanya tersentak akibat terkejut.


"Dad, Mom. Kenapa kalian ngelamun?" tanya Yola, bingung.

__ADS_1


"Akhh, ya, kenapa, Sayang, kenapa?" tanya balik Becca, tersenyum kecut.


"Da-daddy sama Mommy gak ngelamin kok, kami cuma lagi merasa senang aja akhirnya Princes udah bangun. Ya, 'kan, Mom?" tanya Rio diangguki oleh Becca, dan kembali menatap wajah anaknya.


"Oh, ya, Yola mau nanya dong, Mom, Dad."


Kedua orang tua Yola kembali terdiam sejenak. Benar bukan apa yang dipikirkan tadi? Inilah yang Becca dan Rio duga beberapa detik lalu, sudah pasti putrinya itu akan menanyakan tentang Joey. Siapa lagi jika bukan Joey, sementara Yola hanya dekat dengannya.


"Na-nanya apa, Sayang?" tanya Becca, sedikit gugup.


"Hem, itu Kak Naku kenapa sama Kak Nai? Apa mereka berantem? Soalnya tadi, Kak Nai diam aja. Biasanya dia cerewet kalau video call, terus juga tadi Yola dengar sedikit kalau Mommy sama Daddy kecewa sama Kakak karena Kakak udah nyakitin Kak Nai. Itu maksudnya apa, Mom? Dad?"


Sumpah, Becca dan Rio langsung menghembuskan napas lega selega-leganya lantaran pertanyaan yang anaknya tanyakan tidak berkaitan dengan Joey. Sehingga, mereka tidak perlu merasa tegang kembali. Cukup menjawab santai, tenang, supaya tidak membuat sang putri curiga.


"Oh, itu, ya, biasalah Kakakmu. Kaya kamu gak tahu dia aja. Sudah tahu Kak Nai ngechat terus juga nelpon, tapi gak diangkat ataupun dibalas sama kakakmu itu. Jelas dia marah, tahu sendiri wanita kalau udah merasa gak diperhatikan pasti ngambek. Dia akan susah dibujuk, jadi biarin aja biar kakakmu tahu rasa setengah ma*ti membujuk wanita kalau udah badmood."


"Loh, kenapa kalian kenapa? Ada yang lucu dari apa yang Mommy katakan tadi? Perasaan Mommy ngomong sesuai fakta nyata deh, terus kenapa kalian malah tertawa begitu, aneh!"


Jawaban yang Becca berikan semakin membuat mereka berdua tertawa. Ternyata pemikiran Yola dan Rio sangat sama, mereka tertawa bukan karena ada kejadian lucu, melainkan cara bicara Beccalah yang seakan-akan mengungkapkan isi hatinya sendiri.


"Sumpah, kalian itu kenapa sih, ketawa mulu. Aneh, bikin orang bingung aja!" seru Becca dengan wajah kesal.


"Habisnya Mommy lucu, orang Yola lagi nanyain tentang Kakak sama Kak Nai malah Mommy curhat sendiri. Gimana gak lucu ya, 'kan, Dad? Hihih ...."

__ADS_1


"Ya, benar banget itu, kamu tuh, bukan jawab pertanyaan Yola, tapi kaya orang lagi gondok sama aku terus melampiaskannya dengan pertanyaan anakmu sendiri hihih ...."


Becca terkejut, apa yang mereka bicarakan memanglah benar. Seketika dia langsung nyengir menunjukkan sederetan gigi putih, bersih, dan rapi itu bagaikan senyuman kuda.


Wajah memerah menahan malu semakin membuat Rio dan Yola tertawa, hingga akhirnya Becca bergegas mengelitikki mereka berdua secara bergantian supaya tidak kembali menertawakannya.


Canda tawa mereka pecah, membuat Juan yang sudah lama tidur terbangun akibat rasa haus. Maklum saja, Juan masih berusia kurang lebih 1 tahun jadi, dia masih kuat-kuatnya nyusu formula yang terkadang diselingi ASI apabila masih keluar.


"E,ehh, anakku bangun. Huaa ... Mommy ke kamar sebelah dulu, bye!" Becca berlari kecil dalam keadaan panik, mbuat Rio duduk di samping bangkar Yola.


"Daddy, bisa ceritakan apa yang terjadi sama Kakak dan Kak Nai?" tanya Yola, menoleh ke arah sang daddy.


Rio mengangguk, kemudian menceritakan semua kejadian itu secara singkat dan hanya mengambil inti dari ceritanya saja. Yola memanggutkan kepala pertanda dia mengerti jika semua ini hanya karena kesalah pahaman dan kurangnya komunikasi di antara keduanya.


Ketika mereka selesai membahas soal Naku, saatnya Yola kembali tidur karena hari sudah cukup malam. Tangan sang daddy mengusap kepalanya sampai dia tertidur pulas. Obat yang sudah bereaksi mengakibatkan rasa ngantuk, meskipun Yola sudah tidur terlalu lama.


Selepas Yola tidur, Rio kembali ke ruang tengah untuk mengerjakan pekerjaan, tak lama Naku datang membawakan sebuah kopi serta cemilan. Di situ Naku menemani sang daddy sesekali menceritakan bahwa Naila sudah memaafkan tetapi, masih enggak bertemu dengannya.


Rio hanya menasihati Naku dengan kata-kata bijak bagaimana cara menjaga hubungan mereka supaya bertahan lama, walaupun tidak ada ikatan status. Setidaknya Naku dan Naila sudah sama-sama tahu tentang perasaannya sendiri, juga sudah ada niatan untuk bersatu apabila semua pendidikan mereka telah selesai.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2