Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Anak Pengertian


__ADS_3

"Benelan, Bu-buma ndak ohong tan? A-alo anti Yola awabna jujul, Buma mau ajak Yola alan-alan?" ujar Yola.


Becca tersenyum menganggukan kepalanya. Melihat cara Becca memancing Yola, membuat Rio merasa sedikit tenang. Mungkin jika tidak ada Becca, pasti saat ini Rio akan pusing melihat sikap Yola yang merasa takut kepadanya.


"Nah, sekarang Buma mau nanya sama Yola. Memangnya selain belajar, Yola ngapain aja di sekolah?"


"Hem, a-apa ya? Be-belmain. Yola alo celecai makan, teyus Yola pelgi ke taman cama teman Yola. Di cana Yola main pelosot-pelosot, teyus ayunan uga. Pokona Yola main banyak-banyak campe istilahat celecai."


"Wah, seru dong. Terus, terus. Gimana sama teman-teman Yola, apakah semuanya baik sama Yola atau ada yang tidak baik?"


Yola terdiam menatap Becca, lalu matanya melirik ke arah Rio yang hanya terdiam memperhatikannya. Rio tahu bila anaknya sangat takut untuk menceritakan apa yang dia alami kepadanya.


Rio sangat penasaran. Dia bingung, kenapa anak seusia Yola yang seharusnya tipikal anak yang suka mengadu, kini malah memilih untuk menyembunyikannya. Dari pada berkata apa adanya mengenain kejahatan apa yang dia dapatkan dari temannya.


"Te-temen Yola yang aik uman ikit, Buma. Cicanya teman-teman Yola yang ledeki Yola, meleka biyang alo Yola ndak unya Mommy. Yola anak pintu gitu."


"Yola uga pelnah pas agi mam ekel yang ncus asih, teyus di buang cama meleka. Yola anyain cama meleka enapa ekel Yola di buang, tan Yola beyum Mam. Teyus meleka biyang balin aja akanannya ndak enak, coalna ukan acakan Mommy gitu."


"Meleka uga pelna cilam Yola ake ail minum, teyus biyang Yola anak akal akanna Yola ndak unya Mommy. Alo Yola ukan anak akal Yola pasti unya Mommy, teyus Yola jawab alo Yola ndak akal. Yola anak aik, api meleka ndak mau pelcaya. Meleka malah ngeledek Yola ampe Yola angis di kelas."


Yola menjelaskan semuanya sambil menunduk memainkan jarinya, sesekali menatap Becca. Dia tidak berani menatap Rio, karena takut di marahi akibat berbohong.

__ADS_1


Perasaan orang tua mana yang tidak hancur ketika anak seusia Yola mengalami pembullyan, layaknya anak yang sudah besar. Ya, itulah pentingnya mendidik anak dengan baik sejak dini.


Jika anak dari kecil tidak di tanamkan kebaikan-kebaikan, maka dia akan tumbuh menjadi anak yang akan melakukan apapun sesuka hatinya tanpa memikirkan apa mana yang baik dan juga buruk.


Becca yang tidak tega mendengar kisah Yola, langsung memeluknya cukup erat. Dia benar-benar bisa merasakan apa yang Yola rasakan.


Hatinya pun ikut hancur ketika dia mengingat semua perlakuan suaminya, bagaimana bila Naku ada di posisi Yola? Apakah dia akan kuat setiap hari harus mendengar anaknya di ledek seperti itu.


Sementara Rio, tangannya sudah mengepal kuat di balik tangan satunya. Terlihat jelas dari urat-urat di tubuhnya yang keluar, menandakan bahwa dia tidak terima anaknya di perlakukan tidak baik.


"Kenapa Yola tidak ngomong soal ini sama Daddy? Kenapa Yola harus menyembunyikan semuanya dari Daddy? Kenapa, Sayang? Kenapa!"


"Ya, Daddy tahu. Sampai kapanpun Daddy itu tetaplah, seorang Daddy dan tidak akan mungkin bisa menjadi seorang Mommy. Akan tetapi, Daddy selalu berusaha untuk menjadi Daddy sekaligus Mommy untuk Yola. Supaya apa? Supaya Yola tidak merasakan kesepian."


"Maafkan Daddy, bila Daddy belum bisa mencarikan Mommy untuk Yola. Semua itu karena Daddy takut, Mommy yang akan Daddy cari nanti bukanlah Mommy yang baik buat Yola. Jadi, Daddy belum bisa mewujudkan permintaan Yola kepada Tuhan. Ma-maafkan Daddy ...."


Rio menundukkan kepalanya bersamaan dengan bulir-bulir air yang menetes. Rasanya hatinya begitu sakit, ketika anaknya harus mendapatkan semua itu.


Tidak ada satupun anak di dunia ini yang ingin kehilangan orang tuanya di masa kecil, tetapi apa boleh buat? Tuhan telah memberikan ujian itu kepadanya, jadi suka tidak suka mereka harus belajar merelakan melepas orang yang mereka sayangi.


Yola menoleh ke arah Rio, dia melihat kesedihan yang Rio alami atas kejadian atas dirinya membuat dia segera turun dari pangkuan Becca. Kemudian berlari berhambur memeluk Rio.

__ADS_1


"Daddy, hiks ... Da-daddy angan anis ya. Maapin Yola, Yola tahu kok Daddy dah belucaha nyali Mommy buat Yola. Uman Tuhan beyum ngacih tan, jadi Yola uga ndak mau makca-makca Daddy. Akanna Yola ndak mau celita ini, akut anti Daddy dadi cedih."


"Yola ndak apa-apa, kok. Tan Daddy cendiri yang biyang alo Yola itu anak yang hebat, anak yang aik, anak yang kuat dan uga anak yang pintel. Dadi pasti anti Tuhan kacih Yola Mommy yang aik uga."


"Daddy angan cedih lagi ya, Yola inta maap ya udah buat Daddy angis. Cebenelna Yola enggak mau celita ukan kalena Yola ndak cayang sama Daddy. Api, Yola ndak mau liyat Daddy cedih. Apa agi Yola pelna iyat Daddy tidulnya celalu peyuk foto Mommy alo agi angen, dadi Yola ndak mau buat Daddy angen agi cama Mommy. Yola cayang Daddy, muachh ...."


Anak ajaib, ya inilah anak yang terbilang masih kecil sudah bisa merasakan apa yang di rasakan oleh Daddynya sendiri. Dia rela menahan rasa sakit atas bullyan teman-temannya, hanya karena tidak mau melihat Rio merasa sedih atas dirinya.


Rio yang tidak bisa berkata apa-apa lagi, langsung memeluk erat Yola sambil menciumi seluruh wajahnya.


Rio tidak menyangka bisa memiliki anak sepengertian Yola, padahal dia terbilang seorang Daddy yang sangat sibuk sama pekerjaannya.


Hanya saja, Rio tidak melupakan tugasnya untuk menjadi Ayah sekaligus Ibu bagi Yola. Sehingga dia harus bisa menyeimbangi pertumbuhan anaknya, agar bisa tumbuh menjadi wanita yang baik. Meskipun dari kecil tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2