
Keesokan harinya, Leon dengan senang hati mengurus Vivi begitu telaten. Mulai dari mengelap tubuhnya, menyuapi makanan, serta mengajaknya bercanda. Vivi sangat senang melihat wajah suami tercinta sudah kembali bersinar seperti sediakala.
Hari ini, Leon sudah menyiapkan semuanya. Mulai dari merias kamar Vivi seperti yang diminta Naila. Sore haru nanti setelah pulang dari kegiatan sekolah, Naila akan segera datang ke rumah sakit bersama perawat dan adiknya.
Semua itu sesuai permintaan Naila yang hari ini ulang tahun. Vivi hanya menyaksikan kamar dirias secantik mungkin sama seperti anak gadisnya. Vivi sudah tidak sabar ingin memeluk anak-anak yang sudah lama tidak berada dipelukannya.
Hanya saja, sesuai rencana. Vivi akan tetap berpura-pura koma demi memberikan kejutan terindah untuk sang anak. Semua ini telah Leon rencanakan, sebab tidak hanya Naila yang ingin dibuat terkejut, tetapi keluarga Naku juga akan merasakan hal yang sama.
Masih ada banyak waktu untuk Leon habiskan bersama Vivi, sebelum dia harus berpura-pura masih tertidur. Jam terus berputar secara cepat dan tidak terasa hari sudah sangat sore. Semua alat makan dan yang lainnya telah Leon singkirkan agar tidak meninggalkan jejak.
Ponsel yang hancur tidak bisa membuat Leon mengetahui keberadaan sang anak. Dia hanya mengandalkan telepon rumah sakit yang ada di kamar untuk menghubungi sang anak. Pertama-tama Naila curiga, tetapi setelah itu, kembali percaya.
Untuk mengulur waktu karena Vivi harus melakukan terami agar otot-ototnya kembali kuat, Leon meminta pada Naila untuk membelikan ponsel keluaran terbaru untuknya. Leon tidak ingin rencana yang disusun serapi mungkin menjadi berantakan
Tidak lupa, Leon juga mengkoordinasikan semua acara itu pada dokter yang bisa menangani Vivi. Selepas mendapatkan izin, barulah Leon dan Vivi bersiap-siap untuk menyambut kedatangan kedua anaknya.
Tepat pukul 7 malam, semua sudah berkumpul di ruangan Vivi dalam keadaan Vivi berusaha menahan rasa tangisnya ketika mendengar suara kedua anak yang tidak asing ditelinga. Apalagi saat Naila memeluk Vivi, rasanya ingin sekali membalasnya. Akan tetapi, semua Vivi tahan demi berjalannya semua rencana mereka.
"Wahh ... Bagus banget ini, Ayah. Apakah ini Ayah yang memilihkan dekorasinya?" tanya Naila melihat ke seluruh kamar Vivi dengan mata berbinar.
"Ya, dong. Demi kebahagiaan putri Ayah yang cantik, apa pun Ayah akan lakukan sebaik mungkin. Sama seperti ulang tahun Nuel yang sebentar lagi ke-3 tahun," ucap Leon beberapa kali melirik ke arah istrinya yang pasti perlahan mulai mengintip wajah-wajah mereka semua.
"Terima kasih, Ayah. Naila sayang Ayah." Naila memeluk Leon sambil tersenyum, "Andaikan Bunda udah bangun, Naila akan senang banget. Cuma, gapapa acara ulang tahun kali ini tanpa Bunda ikut menanyikan lagu ulang tahun. Setidaknya, Bunda pasti bisa mendengar Naila dari sana. Cepat kembali ya, Bun. Naila kangen sama Bunda, maaf kalau Naila sudah menjadi anak yang nakal."
__ADS_1
Kata-kata itu mampu menggetarkan hati Vivi. Dia selalu bersikeras untuk menahan air mata supaya tidak menetes yang nantinya membuat mereka menjadi khawatir.
"Sudah gapapa, Ayah yakin. Sebentar lagi Bunda akan bangun, percayalah keajaiban Tuhan pasti ada. Asalkan kamu terus berdoa demi kesembuhan Bunda, dengan begitu Bunda bisa kumpul lagi sama kita."
Naila menggangguk antusias, lalu melepaskan pelukan Leon. Setelah itu Leon menggendong Nuel yang sedang berjalan ke sana kemari.
Selang beberapa menit, keluarga Naku datang bersama Joey. Semua berkat permintaan Naila supaya Joey datang untuk ikut serta merayakan hari ulang tahunnya.
Gadis itu tidak butuh perayaan yang mewah, cukup dirayakan seperti ini sudah senang. Untuk Naila kesembuhan Vivi jauh lebih penting daripada harus merayakan acara pesta besar tanpa kehadiran sang bunda.
"Permisi, selamat malam. Maaf ya, kami datang terlambat. Soalnya tadi macet ada kecelakaan kecil yang terjadi," kata Rio mewakilkan keluarga kecilnya sambil memasuki kamar Vivi.
"Wahh ... Kamarnya cantik banget, sumpah! Ini kaya habis di sulap, ya. Biasanya kamar Tante Vivi tidak seperti ini, tapi ini benar-benar the best. Yola kasih jempol empat, cuma dua lagi ada di kaki ya, hihihi ...."
Semua tertawa kecil setiap kali melihat tingkah lucu Yola. Vivi baru mengenali wajah-wajah semua orang disela pembicaraan mereka. Dia benar-benar tidak mengetahui keluarga Naku, tetapi Vivi dapat mengenali kalau mereka pasti dari keluarga yang sudah menolongnya pasca kejadian. Semua berkat cerita yang Rio sampaikan pada malam hari saat bercerita.
Ade juga, Bunda minta maaf ya, sudah lama tidak menemani Ade bermain. Apa setiap malam Ade tidak nangis, kalau Bunda tidak menamani Ade tidur? Apa Ade nyaman dengan Tante itu yang sudah merawat Ade kurang lebih 4 bulan. Pasti Ade terpaksa ya, harus main sama Tante itu dan tidur sama Tante. Maafin Bunda ya, Ganteng. Bunda kangen kalian semua. Ayo, dong, dipercepat acaranya. Bunda tidak sabar mau peluk kalian satu-satu, Bunda benar-benar kangen banget. Please!
Suara hati Vivi terdengar jelas ke hati Leon. Ikatan keduanya benae-benar kuat, sampai Leon melirik ke arah Vivi yang membuka mata sedikit ketika semua orang lagi sibuk berbicara satu sama lain sambil memberikan hadiah untuk Naila.
Setelah semuanya sudah selesai memberikan ucapan selamat, waktunya semua orang menanyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada Naila yang akan meniup lilin di atas kue coklat.
__ADS_1
Suara tepukan tangan serta syair lagu mulai terdengar ditelinga Vivi. Wanita itu ikut menyanyi di dalam hati sampai selesai. Tingkah lucu Yola dan Nuel hampir membuat Vivi tertawa saat matanya perlahan memantau suasana di sana.
Setelah lagu berhenti tepat ditiup lilin, semua orang terdiam dan meminta Naila berdoa di dalam hati dengan keadaan tangan menyatu di dada dan mata terpejam.
Tuhan, ulang tahuku kali ini Naila tidak akan meminta permintaan yang banyak seperti biasanha. Hanya ada satu yang Naila pinta, tolong sembuhkan Bunda supaya Bunda bisa bangun dan berkumpul lagi sama kita semua. Naila kangen Bunda, Tuhan. Naila rindu, Bunda. Naila janji, kalau Bunda bangun nanti. Naila akan menjadi anak yang baik, nurut, dan kakak yang selalu melindungi adiknya sesuai permintaan Bunda.
Naila Mohon kabulkan doa Naila kali ini, Tuhan. Naila kasihan sama Ayah dan Nuel pasti mereka sudah merindukan pelukan Bunda. Jadi, Naila mohon beribu-ribu permohonan tolong sembuhkan Bunda, sehatkan Bunda dan panjangkan umur Bunda agar keluarga Naila bisa kembali bahagia. Aamiin ....
Suara hati Naila benar-benar tulus karena mereka melihat adanya air mata yang menetes dipipi gadis cantik itu. Tepat dihari ulang tahunnya, dia harus berdoa untuk sang bunda.
Padahal, diulang tahun sebelumnya Naila selalu berdoa yang terbaik buat dirinya dan keluarganya. Hanya ulang tahun kali ini, Naila fokus mendoakan Vivi akibat rasa rindu yang sudah tidak terbendung.
Selepas selesai berdoa, Naila perlahan membuka kedua mata dan terkejut ketika melihat Vivi duduk diatas kasurnya dalam keadaan tersenyum memeluk Nuel. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
...Nuel Artado Leonid ...
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...