
Seorang wanita cantik datang dalam keadaan tergesa-gesa dengan wajah sedikit cemas. Tidak lupa di bekang wanita itu ada dua pria yang diduga adalah suami juga anaknya.
Wanita tersebut langsung duduk di samping Yola menatap mereka secara bergantian, "Hai, Sayang. Gimana, hem? Apa operasinya sudah di mulai?"
"Baru lima menit yang lalu," jawab Naku, datar. Matanya mulai melirik ke arah pria kecil yang sedang berdiri di dekat wanita itu.
"Maafkan ketelatan kami, di perjalanan macet parah, terus juga ada kendala sedikit. Sekali lagi maaf," ucapnya diangguki oleh Naku.
"Tante Rani?" pangil Yola dengan suara yang sangat lirih.
"Apa, Sayang? Kenapa, hem? Sini, peluk Tante!" titah Rani, membuat Yola beralih memeluknya. Wajah Yola terlihat begitu pucat karena ketakutan yang cukup berlebihan terhadap kondisi Becca yang saat ini lagi melakukan operasi caesar.
Ragil merangkul Joey sesekali menepul pelan pundaknya. Naku hanya terdiam melihat begitu dekatnya Yola dengan keluarga Joey, sehingga membuat dia harus menahan rasa cemburu di hatinya.
"Yola takut, Tan. Yola takut, seandainya Mommy ...." Yola menghentikan perkataannya, lalu menggelengkan kepala seakan menangkis semuanpikiran negatif itu tanpa berniat melanjutkan ucapan yang sempat tertunda.
"Sstt, Sayang. Dengarkan Tante ya, Mommymu akan baik-baik saja karena dia adalah wanita yang kuat. Jadi, tidak mungkin Mommymu selemah itu. Lebih baik sekarang kita berdoa supaya Mommy dan adik kalian sehat-sehat tanpa terjadi hal buruk. Yola tenang ya, sekarang sudah ada kami di sini. Kami akan menemani kalian sampai semua proses selesai dan adik kalian terlahir dengan selamat."
Yola hanya bisa menganggukan kepalanya sambil terus memeluk Rani seolah-olah Yola sedang memeluk Becca dan tidak akan melepaskannya.
"Silakan, duduk, Om!" titah Naku diangguki oleh Ragil yang langsung duduk tepat di sebelahnya.
"Om salut sama kamu, meskipun Om lihat kamu seperti pria yang cuek dan penuh emosi, tetapi dibalik itu semua kamu adalah pria yang sangat kuat. Kamu mampu menjadi Kakak yang baik untuk Yola, serta anak yang bisa dibanggakan oleh keluargamu. Tetaplah menjadi Naku yang seperti ini, jangan pernah berubah. Oke?"
"Terima kasih, Om." Naku mengukirkan senyuman sepintas dan kembali datar.
Ragil hanya bisa tersenyum melihat tingkah Naku yang berbeda dari anaknya. Tangannya mulai menepuk bahu Naku sebagai suport sistem agar Naku bisa lebih semangat lagi.
Sementara Joey, masih setia berdiri di dekat Rani sambil melihat ke arah Yola sesekali menatap mereka secara bergantian juga melirik ke arah ruang operasi.
__ADS_1
"Gak capek tuh, kaki berdiri terus?" tanya Naku.
"Capek sih, cuman Kakak belum menyuruhku duduk. Hanya Mommy dan Daddy yang boleh, sedangkan aku? Kakak tidak menawarkan aku duduk disitu," jawab Joey membuat Ragil menahan tawa ketika melihat wajah melas anaknya.
"Ck! Manja banget sih, duduk tinggal duduk apa susahnya coba. Dari pada lu berdiri di situ mau jadi apa, patung? Masih bagus tuh, pohon yang ada di situ dari pada belalang kayu kaya lu. Merusak pemandangan!"
"Kakak, jangan kaya gitu sama Kak Joey!" sambung Yola, menoleh ke arah Naku.
"Biarin aja, orang tuanya aja gak masalah, kok kamu yang sewot. Dasar!" seru Naku, kesal.
"Sudah gapapa, Laa. Aku ber----"
"Elehh, gapapa, Laa. Aku gapapa. Dalam hati mah, nj*irrr Yola belain gua, seneng deh, rasanya. Mam*puslah tuh, kakaknya kena omel adiknya sendiri," cibir Naku dengan gerakan bibir yang terlihat begitu lucu.
Mungkin jika keluarga lain yang mendapatkan sindiran seperti ini dari Naku, pasti akan marah karena anak mereka diperlakukan tidak baik. Berbeda sama Ragil dan Rani, mereka hampir tertawa melihat wajah sang anak yang begitu taku serta menahan kesal atas ucapan Naku.
Setidaknya Joey sangat paham, dibalik wajah ketus Naku tersimpan kebaikan, kasih sayang serta tanggung jawab yang sangat besar untuk memastikan semua keluarganya dalam keadaan baik-baik saja.
"Kakak itu sebenarnya cowok apa cewek sih, kok mulutnya hampir sama kaya ibu-ibu yang suka ngegosipin tetangganya sendiri. Jangan bilang waktu Mommy lahirin Kakak, itu Kakak ketuker, ya?"
"Hyaakkk, dasar menyebalkan!" Naku spontan berdiri menghadap ke arah Yola yang masih ada di pelukan Rani.
"Apa?" tanya Yola melepaskan pelukan Rani, lalu menatap sang kakak.
"Memangnya kamu kira aku ini transgender apa, bisa merubah bentuk sesuka hatiku. Kalau ngomong ...."
"Apa? Suka bener, hihi ...."
Yola tertawa membuat Rani, Ragil juga Joey berusaha untuk menahan tawa yang hampir kelepasan, jika kedua tangan mereka tidak segera menutup mulutnya.
__ADS_1
"Ya, terus aja terus. Ketawa aja sepuasmu, ketawa! Bisa-bisanya seorang kakak dijulitin adik sendiri, menyebalkan!"
"Kakak juga sama, tadi julitin Kak Joey, wleee!"
"Oh, jadi ceritanya kau membela dia gitu?"
"Kamu nanyae, kamu bertanyae-tanyaeee haha ...."
Perkataan terakhir Yola mampu membuat semuanya tertawa lepas. Mereka sudah tidak bisa lagi menahan rasa geli yang menggelitiki perut.
Rasa kesal Naku semakin meningkat membuatnya langsung menyerang sang adik dengan cara menggelitik perut Yola. Rani dan Ragil berusaha untuk menahan kepala Yola agar tidak terbentur ketika bergerak menahan semua rasa geli itu.
Rasa cemas diwajah mereka seketika menghilang begitu saja ketika melihat Naku dan Yola saling bercanda satu sama lain. Inilah yang Ragil sukai dari keluarga kecil Rio, semarah apapun Naku pada Yola ataupun Joey tetap saja mereka akan kembali bersikap seperti semula.
Canda tawa mereka terlihat begitu lepas, membuat Joey hampir meneteskan air mata jika tidak langsung menghapusnya. Entahlah, air mata itu berarti kesedihan atau kebahagiaan hanya Joey yang tahu.
Tanpa mereka sadari, lampu ruangan operasi berubah menjadi merah yang artinya operasi Becca telah selesai dilakukan. Seseorang keluar dari ruangan dalam keadaan wajah berkeringat, air mata bercucuran dan senyuman yang sangat lebar.
"Naku, Yola ...."
Suara itu terdengar sangat pelan, tetapi ada makna kebahagiaan yang tersirat di dalamnya. Mereka langsung menoleh ke arah orang tersebut yang tidak lain itu adalah Rio. Mata Yola berbinar ketika melihat sang daddy berdiri tegak di depan pintu, membuatnya langsung berlari sekuat tenaga untuk bisa memeluk Rio.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1