
Setibanya di kantin, Rio memesan kopi serta cemilan dan tidak lupa juga minuman untuk Naku. Di mana Naku sendiri masih memasang wajah kesal, lantaran Rio sama sekali belum menceritakan apa yang terjadi sama Becca.
Sorotan mata Naku pada Rio terlihat begitu mendalam, satu sisi dia begitu kesal dan di sisi lainnya juga Naku sangat berterima kasih karena Rio yang bisa menemukan serta menolong Becca dengan cepat. Tidak seperti Gala yang berusaha mengikuti kemana Becca pergi, pada akhirnya dia ketinggalan jejak dan sampai detik ini belum menghubungi Naku tentang perkembangan selanjutnya.
Seorang pelayan datang penuh senyuman untuk mengantarkan semua pesanan Rio. Perlahan satu persatu gelas serta cemilan diletakkan di atas meja, setelah itu pelayan tersebut pergi meninggalkan mereka.
"Minum dulu, biar hatimu sedikit tenang. Om tahu pasti kamu belum makan dari siang 'kan? Kalau pun Om belikan nasi, pasti kamu tidak akan memakannya. Jadi, makanlah cemilan ini untuk mengganjal perutmu yang kosong. Setelah itu Om akan ceritakan bagaimana Mommymu bisa seperti ini."
Entah kenapa, Naku hanya bisa menuruti apa yang Rio katakan tanpa bisa menjawabnya. Sementara hatinya selalu bertanya-tanya apa yang telah terjadi sama Becca, tetapi mulutnya seakan-akan telah di bungkam oleh kebaikan Rio yang tidak bisa Naku jelaskan.
Beberapa menit mereka terdiam, Naku berusaha kembali menyuarakan kekhawatirannya mengenai kondisi Mommynya saat ini.
"Sudah cukup, Om. Kali ini aku tidak ingin mendengar basa-basinyang tidak penting ini! Lebih baik Om ceritakan padaku, kenapa Mommy bisa sampai masuk rumah sakit?"
Rio bisa melihat dengan jelas betapa cemasnya Naku ketika mengetahui kalau Becca berada di rumah sakit. Sangat terlihat sekali, begitu sayangnya Naku terhadap Becca.
Jadi, dari sini Rio bisa menyimpulkan apa bila sikap Naku yang berubah beberapa hari ini, penyebabnya hanya 1. Yaitu, berkat hasutan dari Gala yang ingin memanfaatkan keadaan demi dirinya sendiri.
Perlahan Rio mulai menceritakan bagaimana dia bisa bertemu sama Becca, lalu kebocoran perahu yang Becca tumpangi sampai akhirnya membuatnya menjadi seperti ini.
__ADS_1
Semua detail kejadian Rio ceritakan pada Naku, tetapi ada satu hal yang tidak bisa dia ceritakan padanya terbilang usia Naku yang belum dewasa. Sama halnya seperti Becca, Rio pun tidak menceritakan aksinya yang memberikan napas buatan untuknya.
Naku hanya terdiam menyimak semua cerita yang Rio sampaikan dalam keadaan serius. Dari sini Naku bisa menilai, bahwa cinta yang Rio miliki untuk Becca sangatlah kuat. Sehingga hanya menggunakan feeling, Rio bisa menemukan Becca di detik-detik terakhir saat insiden kecelakaan.
Berbeda sama Gala, dia mengikuti mobil Becca tepat di saat Becca mengetahui semua rencananya dan kabur melarikan diri akibat rasa kecewanya.
Jika di pikir-pikir, seharusnya Gala orang pertama yang tahu ke mana perginya Becca. Akan tetapi, dia malah kehilangan jejak layaknya seseorang yang tidak berniat untuk mencegah kepergian orang yang di sayangnya.
"Om tahu dari mana Mommy ada di tempat itu? Bukannya Om terakhir bilang kontek Mommy saat Mommy lagi kerja? Terus kenapa Om bisa tahu Mommy ada di tempat itu?" tanya Naku, penasaran.
"Eee ... Gi-gimana ya, O-om bingung harus cerita atau tidak, karena ini sedikit di luar dari apa yang seharusnya tidak kamu ketahui,"
Namun, jika Rio tidak menceritakan kepada Naku. Maka, sampai kapan pun Naku tidak akan tahu penderitaan apa yang Mommynya alami selama ini. Sampai akhirnya Becca terpaksa dengan berat hati, harus memilih jalan berpisah yang selama ini
berusaha untuk dia hindari.
"Katakan Om, aku tidak ingin ada yang ditutupi dariku! Setahuku, Mommy tidak pernah pergi ke laut karena dia takut tenggelam. Kalau pun jalan-jalan bersama Daddy, kami hanya sekedar berjalan di sekitaran pantai atau laut untuk foto bersama, bukan naik perahu seperti yang Om katakan itu!"
"Ingat, Om! Naku sudah besar, mau sampai kapan Naku harus menjadi anak kecil yang tidak boleh tahu apa yang telah Mommy rasakan selama ini!"
__ADS_1
"Jadi, Naku mohon, Om. Katakan apa yang sudah Mommy lewatkan selama ini, sampai akhrinya Mommy bisa pergi ketempat yang berbahaya itu tanpa rasa takut sedikitpun!"
Tidak ada jalan lagi, Rio terpaksa harus menceritakan betapa hancurnya Becca saat dia mengetahui pertama kali, kalau suaminya ternyata sudah menikah sirih bersmaa wanita yang berstatus sebagai sekretarisnya di kantor.
Kerapuhan, kekecewaan, amarah serta kesedihan Becca pada saat itu. Rio ceritakan pada Naku, sampai membuat Naku menyalahkan dirinya sendiri.
Semua janji yang Naku utarakan pada Becca langsung terputar di dalam memori ingatnya. Rasanya Naku malu sekali, sebagai pria dia tidak bisa menempati janjinya untuk menjaga serta melindungi Mommynya.
Naku malah ingin memaksakan keadaan untuk Becca kembali bersama orang yang pernah menyakitinya. Walaupun, sebenarnya Naku tidak sepenuhnya bersalah karena setiap anak yang merasakan broken home. Pasti akan merasakan momen di mana dia begitu rindu akan suasana yang pernah di rasakan bersama-sama.
Hanya saja, caranya yang salah. Begitu juga Becca, dia pun memiliki kesalahan, sebab tidak menceritakan kenapa dia harus memilih jalan sendiri, dari pada bergandengan.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1