Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Menemukan Keanehan


__ADS_3

Lola berlari ke arah taman, dia menangis karena sudah kesekian kalinya Gala selalu salah dalam menyebutkan namanya. Rasanya begitu sakit, ketika keberadaannya sedikit pun tidak di anggap olehnya.


Padahal Lola berusaha untuk menjadi seperti Becca, tetapi tidak sedikit pun perjuangannya di hargai oleh Gala. Seakan-akan Becca adalah orang yang paling sempurna, sehingga apa yang Lola lakukan tidak sedikit pun di pandang oleh Gala.


"Aku benci, semua ini. Aku benci, arrghh!" teriak Lola, dia duduk di kursi taman. Hatinya begitu hancur saat mengetahui bila di hati suaminya masih melekat nama mantan istrinya.


Gala yang merasa bersalah, segera duduk di samping Lola. Dia langsung mencoba menenangkannya serta meminta maaf atas kesalahannya yang tidak sengaja dia lakukan.


"Ma-maaf, a-aku---"


"Cukup, cukup, cukup! Aku sudah muak mendengar permintaan maafmu itu, berulang kali kamu melakukan kesalahan yang sama dan berulang kali aku maafkan. Lalu, sekarang kenapa di lakukan lagi? Kenapa, kenapa!" pekik Lola, menatap tajam ke arah Gala.


"A-aku tahu aku salah, aku juga tidak tahu kenapa aku selalu mengulang kesalahan itu. Aku sendiri bingung, La. Bingung!" seru Gala, kesal dengan dirinya sendiri.


"Ya, itu karena kamu masih mencintai dia. Dan kamu belum bisa mencintaiku! Lantas buat apa aku ada di sini, hahh? Buat apa! Mending aku pergi saja dari hidupmu, dan kamu kembalilah sama mantan istrimu itu!"


"Tidak, aku tidak mau lagi merasakan kehilangan. Cukup aku kehilangan Naku, tapi tidak dengan anak kita, aku akan berusaha untuk mencintaimu. Tapi, semua itu butuh proses, La. Tidak bisa semuanya instan begitu saja, aku harap kamu bisa mengerti itu!"


Gala langsung memeluk Lola, di mana tangis Lola pecah begitu saja. Mungkin, selama mereka bersama. Hanya Lola yang mencintai Gala, berbeda sama Gala yang belum bisa konsisten atas perasaannya sendiri.


Satu sisi Gala sudah mulai sayang dengan anak itu, tetapi satu sisinya lagi dia masih tidak rela kehilangan semuanya. Entahlah, pokoknya Gala tidak ingin kehilangan anak yang Lola kandung, karena itu sebagai obat penghilang rindu atas kehilangan Naku.

__ADS_1


Beberapa menit, di saat mereka sudah mulai tenang. Lola juga sudah tidak marah lagi. Mereka pun kembali masuk ke dalam rumah sambil merangkul satu sama lain serts wajahnya kembali tersenyum.


Beginilah mereka, Lola yang begitu mencintai Gala tidak mampu sedikit saja berjauhan darinya. Sementara Gala, dia selalu mencoba untuk mendekatkan diri pada Lola meski hatinya masih sepenuhnya milik Becca.


Tepatnya di malam hari, Lola baru saja selesai menyiapkan malam malam. Setelah itu dia memanggil Gala dengan cara berteriak, Gala pun turun dari kamar untuk menyantap makan malam bersama Lola.


Bagi Gala, Lola dan Becca adalah 2 wanita yang pintar masak. Akan tetapi, banyak perbedaan di antaranya. Salah satunya, Becca tipe wanita yang malu-malu tetapi sangat pintar menarik perhatian Gala. Jika Lola, wanita yang menarik perhatian Gala menggunakan kemanjaannya.


"Hai, Sayang. Sini duduk, aku sudah membuatkan masakan ke sukaanmu. Ayo cobaain, rasanya kurang apa?"


Lola begitu antusias untuk melayani suaminya, senyuman lebar selalu dia ukir demi membuat suaminya bahagia.


Gala hanya menerima apa yang Lola berikan sambil membalas senyumnya. Jika di bilang, perasaan Gala masih terbilang labil. Dia tidak bisa melupakan masa lalunya dan juga dia tidak ingin menyakiti hati Lola.


Lola tersenyum bangga, atas pujian yang di berikan suaminya sebagai apresiasi bila dia sudah berhasil membuat suaminya perlahan tertarik dengannya.


"Ternyata semudah itu membuat dia bahagia, berbeda sama Becca yang tidak haus akan pujian. Tapi, di balik sikap Lola yang menyebalkan. Dia juga wanita yang baik, dia bisa mengurusku sama seperti Becca. Bedanya aku mendapatkan Becca dengan baik-baik, dan aku mendapatkan Lola menggunakan cara tidak baik. Huhh, perasaan apa ini. Aku tidak ingin mengecewakan Lola lagi, mungkin sudah saatnya aku harus berubah demi anakku yang sebentar lagi akan lahir!"


Suara hati Gala bersenandung, ketika dia menatap wajah Lola yang tidak henti-hentinya tersenyum menatapnya saat Gala lagi menikmati masakannya.


Gala memang tahu, jika Lola berusaha keras untuk selalu membuatnya bahagia dan juga tidak sedikit pun mengecewakannya. Sampai, tanpa di sadari sedikit demi sedikit timbullah rasa sayang meskipun bukan cinta pada Lola.

__ADS_1


"Sudahlah, jangan melihatku seperti itu. Sekarang makan yang banyak, aku tidak mau anakku sampai kekurangan gizi!"


Gala berdiri, mengambilkan makanan ke atas piring Lola sama persis seperti Lola yang melayaninya. Entah Lola mimpi apa, ini kali pertama Gala memperlakukannya layaknya seorang pasangan yang dicintai. Perhatian itu membuat Lola melambung tinggi ke atas awan, sampai dia melamun dan kembali di sadarkan oleh Gala.


"Ayo, di makan istriku yang cantik," ucap Gala, lagi-lagi membuat Lola tidak bisa mengontrol perasaannya. Wajahnya langsung berbinar, dan memerah akibat rasa malu terhadap suaminya.


"Akhh, sayang ... Sumpah! Aku suka banget panggilan itu, coba ulangin lagi!" titah Lola, Gala pun mengulanginya dengan nada yang sama.


Lola yang tidak kuat menahan malunya, segera makan dalam keadaan salah tingkah. Gala tertawa kecil melihat istrinya makan seperti anak kecil yang belepotan.


Mereka menikmati makan malam yang benar-benar berbeda dari biasanya. Bagi Lola, ini adalah malam yang begitu berkesan. Beda sama Gala, meski dia mencoba bersikap manis pada Lola. Hatinya masih menjadi milik Becca sepenuhnya.


Setelah beberapa menit mereka selesai makan, Lola segera berdiri mengambil buah di kulkas untuk pencuci mulut.


Namun, saat Lola berdiri tanpa di sadari Gala menemukan hal yang aneh. Dia memperhatikan Lola ke mana pun dia melangkah, Gala benar-benar terkejut ketika Lola berdiri di sampingnya sambil memberikan buah tersebut.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2